GWS +62
๐ต 1414 characters
โฑ๏ธ 3:16 duration
๐ ID: 10123124
๐ Lyrics
GHCOD, hihi
Tanah kusewa, air kubeli
Tanah airku sekarang dijual beli
Hutan dibakar, asap kuhirup
Langit memerah matahari pun meredup
Negeriku berdarah banyak tumpah darah
Kepentingan sepihak picu banyak amarah
Nilai Pancasila seakan diperkosa
Petinggi tertawa rakyat yang menampung duka
Yang tinggal di kota nyari makan di hutan
Mereka rebutan rezeki orang utan
Pemimpin tanda tangan, perusahaan jalan
Demi sebidang lahan berakhir kebakaran
Otak mereka rusak dengan polusi di kota
Ketika lihat uang mereka pasti tergoda
Hutan disulap jadi kebun kelapa sawit
Rakyat berontak tapi mereka disambit
Indonesiaku tidak sedang baik-baik saja
Apa yang diberitakan hampir semua drama
Alihkan semua isu untuk menjaga nama
Yang bicarakan fakta dibungkam secara paksa
Revisi undang-undang bikin rakyat tidak nyaman
Dari masalah ayam sampai ke selangkangan
Menghina nabi dimaafkan, kritik presiden dipenjarakan
Apa derajat presiden lebih tinggi dari rasul? Sejak kapan?
Kerusuhan dipicu hanya gara-gara isu
Antar suku saling siku, pemerintah diam bisu
Kita bukan binatang tapi mau diadu domba
Lekas sembuh Indonesia yang sedang darurat norma
Tanah kusewa, air kubeli
Tanah airku sekarang dijual beli
Hutan dibakar, asap kuhirup
Langit memerah matahari pun meredup
Negeriku berdarah banyak tumpah darah
Kepentingan sepihak picu banyak amarah
Nilai Pancasila seakan diperkosa
Petinggi tertawa rakyat yang menampung duka
Tanah kusewa, air kubeli
Tanah airku sekarang dijual beli
Hutan dibakar, asap kuhirup
Langit memerah matahari pun meredup
Negeriku berdarah banyak tumpah darah
Kepentingan sepihak picu banyak amarah
Nilai Pancasila seakan diperkosa
Petinggi tertawa rakyat yang menampung duka
Yang tinggal di kota nyari makan di hutan
Mereka rebutan rezeki orang utan
Pemimpin tanda tangan, perusahaan jalan
Demi sebidang lahan berakhir kebakaran
Otak mereka rusak dengan polusi di kota
Ketika lihat uang mereka pasti tergoda
Hutan disulap jadi kebun kelapa sawit
Rakyat berontak tapi mereka disambit
Indonesiaku tidak sedang baik-baik saja
Apa yang diberitakan hampir semua drama
Alihkan semua isu untuk menjaga nama
Yang bicarakan fakta dibungkam secara paksa
Revisi undang-undang bikin rakyat tidak nyaman
Dari masalah ayam sampai ke selangkangan
Menghina nabi dimaafkan, kritik presiden dipenjarakan
Apa derajat presiden lebih tinggi dari rasul? Sejak kapan?
Kerusuhan dipicu hanya gara-gara isu
Antar suku saling siku, pemerintah diam bisu
Kita bukan binatang tapi mau diadu domba
Lekas sembuh Indonesia yang sedang darurat norma
Tanah kusewa, air kubeli
Tanah airku sekarang dijual beli
Hutan dibakar, asap kuhirup
Langit memerah matahari pun meredup
Negeriku berdarah banyak tumpah darah
Kepentingan sepihak picu banyak amarah
Nilai Pancasila seakan diperkosa
Petinggi tertawa rakyat yang menampung duka
โฑ๏ธ Synced Lyrics
[00:11.59] GHCOD, hihi
[00:15.23] Tanah kusewa, air kubeli
[00:19.63] Tanah airku sekarang dijual beli
[00:23.49] Hutan dibakar, asap kuhirup
[00:27.36] Langit memerah matahari pun meredup
[00:31.64] Negeriku berdarah banyak tumpah darah
[00:35.51] Kepentingan sepihak picu banyak amarah
[00:39.59] Nilai Pancasila seakan diperkosa
[00:43.52] Petinggi tertawa rakyat yang menampung duka
[00:47.78] Yang tinggal di kota nyari makan di hutan
[00:51.46] Mereka rebutan rezeki orang utan
[00:55.22] Pemimpin tanda tangan, perusahaan jalan
[00:59.11] Demi sebidang lahan berakhir kebakaran
[01:03.23] Otak mereka rusak dengan polusi di kota
[01:07.30] Ketika lihat uang mereka pasti tergoda
[01:11.58] Hutan disulap jadi kebun kelapa sawit
[01:15.25] Rakyat berontak tapi mereka disambit
[01:19.34] Indonesiaku tidak sedang baik-baik saja
[01:23.21] Apa yang diberitakan hampir semua drama
[01:27.16] Alihkan semua isu untuk menjaga nama
[01:31.11] Yang bicarakan fakta dibungkam secara paksa
[01:35.28] Revisi undang-undang bikin rakyat tidak nyaman
[01:39.26] Dari masalah ayam sampai ke selangkangan
[01:43.28] Menghina nabi dimaafkan, kritik presiden dipenjarakan
[01:47.15] Apa derajat presiden lebih tinggi dari rasul? Sejak kapan?
[01:51.48] Kerusuhan dipicu hanya gara-gara isu
[01:55.32] Antar suku saling siku, pemerintah diam bisu
[01:59.05] Kita bukan binatang tapi mau diadu domba
[02:03.27] Lekas sembuh Indonesia yang sedang darurat norma
[02:07.72]
[02:39.51] Tanah kusewa, air kubeli
[02:43.55] Tanah airku sekarang dijual beli
[02:47.56] Hutan dibakar, asap kuhirup
[02:51.53] Langit memerah matahari pun meredup
[02:55.59] Negeriku berdarah banyak tumpah darah
[02:59.64] Kepentingan sepihak picu banyak amarah
[03:03.80] Nilai Pancasila seakan diperkosa
[03:07.62] Petinggi tertawa rakyat yang menampung duka
[03:15.34]
[00:15.23] Tanah kusewa, air kubeli
[00:19.63] Tanah airku sekarang dijual beli
[00:23.49] Hutan dibakar, asap kuhirup
[00:27.36] Langit memerah matahari pun meredup
[00:31.64] Negeriku berdarah banyak tumpah darah
[00:35.51] Kepentingan sepihak picu banyak amarah
[00:39.59] Nilai Pancasila seakan diperkosa
[00:43.52] Petinggi tertawa rakyat yang menampung duka
[00:47.78] Yang tinggal di kota nyari makan di hutan
[00:51.46] Mereka rebutan rezeki orang utan
[00:55.22] Pemimpin tanda tangan, perusahaan jalan
[00:59.11] Demi sebidang lahan berakhir kebakaran
[01:03.23] Otak mereka rusak dengan polusi di kota
[01:07.30] Ketika lihat uang mereka pasti tergoda
[01:11.58] Hutan disulap jadi kebun kelapa sawit
[01:15.25] Rakyat berontak tapi mereka disambit
[01:19.34] Indonesiaku tidak sedang baik-baik saja
[01:23.21] Apa yang diberitakan hampir semua drama
[01:27.16] Alihkan semua isu untuk menjaga nama
[01:31.11] Yang bicarakan fakta dibungkam secara paksa
[01:35.28] Revisi undang-undang bikin rakyat tidak nyaman
[01:39.26] Dari masalah ayam sampai ke selangkangan
[01:43.28] Menghina nabi dimaafkan, kritik presiden dipenjarakan
[01:47.15] Apa derajat presiden lebih tinggi dari rasul? Sejak kapan?
[01:51.48] Kerusuhan dipicu hanya gara-gara isu
[01:55.32] Antar suku saling siku, pemerintah diam bisu
[01:59.05] Kita bukan binatang tapi mau diadu domba
[02:03.27] Lekas sembuh Indonesia yang sedang darurat norma
[02:07.72]
[02:39.51] Tanah kusewa, air kubeli
[02:43.55] Tanah airku sekarang dijual beli
[02:47.56] Hutan dibakar, asap kuhirup
[02:51.53] Langit memerah matahari pun meredup
[02:55.59] Negeriku berdarah banyak tumpah darah
[02:59.64] Kepentingan sepihak picu banyak amarah
[03:03.80] Nilai Pancasila seakan diperkosa
[03:07.62] Petinggi tertawa rakyat yang menampung duka
[03:15.34]