Sekelebat Menghilang
๐ต 1025 characters
โฑ๏ธ 3:56 duration
๐ ID: 10254897
๐ Lyrics
Maafkan barang sebentar
Tak kau lihatkah tadi gerangan
Hentikan tolong sejenak
Ceritamu kawan konsenku hilang
Dia yang berjalan tenang
Matahari anggun terpa keningnya
Tak pernah aku melihat
Dia melewati jalan setapak
Nampaknya ku telah tertawan
Dan terkesima
Sekejap buyar peta otakku
Menancap tegas citra terbaru
Sekejap buyar peta otakku
Menancap tegas citra terbaru
Bukan ku kawan yang nista
Nampaknya dia diutus oleh Tuhan
Di terik mentari siang
Datang khusus untuk kawanmu beta
Ceritamu sungguh brilian
Ku kan datang lagi tuk melanjutkan
Ijinkan aku mengejar
Derap kakinya hanya sebentar
Nampaknya ku telah tertawan
Dan terkesima
Sekejap buyar peta otakku
Menancap tegas citra terbaru
Sekejap buyar peta otakku
Menancap tegas citra terbaru
Sekejap buyar peta otakku
Menancap tegas citra terbaru
Sekejap buyar peta otakku
Menancap tegas citra terbaru
Lalu kuseberangi
Jalan yang sibuk ini
Penuh rencana dalam otakku
Sibuk kuredam degup di jantung
Memilah kata-kata tersantun
Lalu kuhentikan langkahku
Dia telah menghilang
Tak kau lihatkah tadi gerangan
Hentikan tolong sejenak
Ceritamu kawan konsenku hilang
Dia yang berjalan tenang
Matahari anggun terpa keningnya
Tak pernah aku melihat
Dia melewati jalan setapak
Nampaknya ku telah tertawan
Dan terkesima
Sekejap buyar peta otakku
Menancap tegas citra terbaru
Sekejap buyar peta otakku
Menancap tegas citra terbaru
Bukan ku kawan yang nista
Nampaknya dia diutus oleh Tuhan
Di terik mentari siang
Datang khusus untuk kawanmu beta
Ceritamu sungguh brilian
Ku kan datang lagi tuk melanjutkan
Ijinkan aku mengejar
Derap kakinya hanya sebentar
Nampaknya ku telah tertawan
Dan terkesima
Sekejap buyar peta otakku
Menancap tegas citra terbaru
Sekejap buyar peta otakku
Menancap tegas citra terbaru
Sekejap buyar peta otakku
Menancap tegas citra terbaru
Sekejap buyar peta otakku
Menancap tegas citra terbaru
Lalu kuseberangi
Jalan yang sibuk ini
Penuh rencana dalam otakku
Sibuk kuredam degup di jantung
Memilah kata-kata tersantun
Lalu kuhentikan langkahku
Dia telah menghilang
โฑ๏ธ Synced Lyrics
[00:32.11] Maafkan barang sebentar
[00:34.81] Tak kau lihatkah tadi gerangan
[00:37.95] Hentikan tolong sejenak
[00:40.58] Ceritamu kawan konsenku hilang
[00:44.03] Dia yang berjalan tenang
[00:46.77] Matahari anggun terpa keningnya
[00:49.65] Tak pernah aku melihat
[00:52.52] Dia melewati jalan setapak
[00:56.82] Nampaknya ku telah tertawan
[01:00.88] Dan terkesima
[01:02.43] Sekejap buyar peta otakku
[01:08.08] Menancap tegas citra terbaru
[01:14.02] Sekejap buyar peta otakku
[01:19.72] Menancap tegas citra terbaru
[01:26.63] Bukan ku kawan yang nista
[01:28.58] Nampaknya dia diutus oleh Tuhan
[01:31.86] Di terik mentari siang
[01:34.62] Datang khusus untuk kawanmu beta
[01:37.99] Ceritamu sungguh brilian
[01:40.61] Ku kan datang lagi tuk melanjutkan
[01:43.74] Ijinkan aku mengejar
[01:46.56] Derap kakinya hanya sebentar
[01:51.06] Nampaknya ku telah tertawan
[01:54.47] Dan terkesima
[01:56.53] Sekejap buyar peta otakku
[02:02.15] Menancap tegas citra terbaru
[02:08.01] Sekejap buyar peta otakku
[02:13.96] Menancap tegas citra terbaru
[02:56.26] Sekejap buyar peta otakku
[03:02.04] Menancap tegas citra terbaru
[03:07.96] Sekejap buyar peta otakku
[03:13.83] Menancap tegas citra terbaru
[03:20.18] Lalu kuseberangi
[03:26.21] Jalan yang sibuk ini
[03:32.31] Penuh rencana dalam otakku
[03:35.40] Sibuk kuredam degup di jantung
[03:38.14] Memilah kata-kata tersantun
[03:41.07] Lalu kuhentikan langkahku
[03:44.84] Dia telah menghilang
[00:34.81] Tak kau lihatkah tadi gerangan
[00:37.95] Hentikan tolong sejenak
[00:40.58] Ceritamu kawan konsenku hilang
[00:44.03] Dia yang berjalan tenang
[00:46.77] Matahari anggun terpa keningnya
[00:49.65] Tak pernah aku melihat
[00:52.52] Dia melewati jalan setapak
[00:56.82] Nampaknya ku telah tertawan
[01:00.88] Dan terkesima
[01:02.43] Sekejap buyar peta otakku
[01:08.08] Menancap tegas citra terbaru
[01:14.02] Sekejap buyar peta otakku
[01:19.72] Menancap tegas citra terbaru
[01:26.63] Bukan ku kawan yang nista
[01:28.58] Nampaknya dia diutus oleh Tuhan
[01:31.86] Di terik mentari siang
[01:34.62] Datang khusus untuk kawanmu beta
[01:37.99] Ceritamu sungguh brilian
[01:40.61] Ku kan datang lagi tuk melanjutkan
[01:43.74] Ijinkan aku mengejar
[01:46.56] Derap kakinya hanya sebentar
[01:51.06] Nampaknya ku telah tertawan
[01:54.47] Dan terkesima
[01:56.53] Sekejap buyar peta otakku
[02:02.15] Menancap tegas citra terbaru
[02:08.01] Sekejap buyar peta otakku
[02:13.96] Menancap tegas citra terbaru
[02:56.26] Sekejap buyar peta otakku
[03:02.04] Menancap tegas citra terbaru
[03:07.96] Sekejap buyar peta otakku
[03:13.83] Menancap tegas citra terbaru
[03:20.18] Lalu kuseberangi
[03:26.21] Jalan yang sibuk ini
[03:32.31] Penuh rencana dalam otakku
[03:35.40] Sibuk kuredam degup di jantung
[03:38.14] Memilah kata-kata tersantun
[03:41.07] Lalu kuhentikan langkahku
[03:44.84] Dia telah menghilang