Hijau
๐ต 1546 characters
โฑ๏ธ 7:46 duration
๐ ID: 10340570
๐ Lyrics
Apa yang kau tawarkan, bukan pengetahuan
Ucapan miskin pemikiran
Apa yang kau sodorkan, hanyalah hasutan
Ujaran penuh kemunafikan
Keracunan omong kosong
Banjir informasi, banyak kontradiksi
Berhati-hati, awas jalan berduri
Argumennya asal, jauh dari andal
Tak masuk akal, kacau menjurus brutal
Dakunya, seluas cakrawala
Padahal, hanya segitu saja
Apa yang engkau makan? Inginnya bentrokan
Hujatan kudapan andalan
Apa yang engkau telan? Gagasan pas-pasan
Kebencian menjadi pegangan
Keracunan omong kosong
Banjir informasi, banyak kontradiksi
Berhati-hati, awas jalan berduri
Argumennya asal, jauh dari handal
Tak masuk akal, kacau menjurus brutal
Dakunya, seluas cakrawala
Padahal, hanya segitu saja
Dakunya, seluas cakrawala
Padahal, hanya segitu saja
Maunya, sempurna tanpa cela
Ternyata, retak di mana-mana
Dalam demokrasi
Sampah pun meninggi, cari eksistensi
Bukan disesali, atau dimungkiri
Jangan dibaui, diatasi
Dialih fungsi, ke energi
Dipilah, dipisah
Agar gampang diubah, biar mudah diolah
Yang basah, alamiah
Tanam di tanah, mestinya berfaedah
Kita konsumsi sampah (konsekuensi demokrasi)
Kita produksi limbah (ide basi yang beraksi)
Kita konsumsi sampah (konsekuensi demokrasi)
Kita produksi limbah (miskin visi unjuk gigi)
Yang plastik, problematik
Mending diotak-atik, jadi hiasan apik
Yang organik, pemantik
Diotak-atik, berharap jadi listrik
Kita konsumsi sampah (konsekuensi demokrasi) Kita produksi limbah
(Ide basi yang beraksi) Kita konsumsi sampah
(Konsekuensi demokrasi) Kita produksi limbah (miskin visi unjuk gigi)
Ucapan miskin pemikiran
Apa yang kau sodorkan, hanyalah hasutan
Ujaran penuh kemunafikan
Keracunan omong kosong
Banjir informasi, banyak kontradiksi
Berhati-hati, awas jalan berduri
Argumennya asal, jauh dari andal
Tak masuk akal, kacau menjurus brutal
Dakunya, seluas cakrawala
Padahal, hanya segitu saja
Apa yang engkau makan? Inginnya bentrokan
Hujatan kudapan andalan
Apa yang engkau telan? Gagasan pas-pasan
Kebencian menjadi pegangan
Keracunan omong kosong
Banjir informasi, banyak kontradiksi
Berhati-hati, awas jalan berduri
Argumennya asal, jauh dari handal
Tak masuk akal, kacau menjurus brutal
Dakunya, seluas cakrawala
Padahal, hanya segitu saja
Dakunya, seluas cakrawala
Padahal, hanya segitu saja
Maunya, sempurna tanpa cela
Ternyata, retak di mana-mana
Dalam demokrasi
Sampah pun meninggi, cari eksistensi
Bukan disesali, atau dimungkiri
Jangan dibaui, diatasi
Dialih fungsi, ke energi
Dipilah, dipisah
Agar gampang diubah, biar mudah diolah
Yang basah, alamiah
Tanam di tanah, mestinya berfaedah
Kita konsumsi sampah (konsekuensi demokrasi)
Kita produksi limbah (ide basi yang beraksi)
Kita konsumsi sampah (konsekuensi demokrasi)
Kita produksi limbah (miskin visi unjuk gigi)
Yang plastik, problematik
Mending diotak-atik, jadi hiasan apik
Yang organik, pemantik
Diotak-atik, berharap jadi listrik
Kita konsumsi sampah (konsekuensi demokrasi) Kita produksi limbah
(Ide basi yang beraksi) Kita konsumsi sampah
(Konsekuensi demokrasi) Kita produksi limbah (miskin visi unjuk gigi)
โฑ๏ธ Synced Lyrics
[00:00.64] Apa yang kau tawarkan, bukan pengetahuan
[00:06.81] Ucapan miskin pemikiran
[00:13.07] Apa yang kau sodorkan, hanyalah hasutan
[00:19.61] Ujaran penuh kemunafikan
[00:26.22] Keracunan omong kosong
[00:32.44] Banjir informasi, banyak kontradiksi
[00:38.75] Berhati-hati, awas jalan berduri
[00:45.41] Argumennya asal, jauh dari andal
[00:51.85] Tak masuk akal, kacau menjurus brutal
[00:58.48] Dakunya, seluas cakrawala
[01:04.63] Padahal, hanya segitu saja
[01:10.79]
[01:14.96] Apa yang engkau makan? Inginnya bentrokan
[01:21.36] Hujatan kudapan andalan
[01:27.69] Apa yang engkau telan? Gagasan pas-pasan
[01:34.32] Kebencian menjadi pegangan
[01:40.76] Keracunan omong kosong
[01:46.87] Banjir informasi, banyak kontradiksi
[01:53.55] Berhati-hati, awas jalan berduri
[01:59.96] Argumennya asal, jauh dari handal
[02:06.50] Tak masuk akal, kacau menjurus brutal
[02:12.57] Dakunya, seluas cakrawala
[02:19.13] Padahal, hanya segitu saja
[02:25.41]
[02:55.00] Dakunya, seluas cakrawala
[03:01.47] Padahal, hanya segitu saja
[03:07.85] Maunya, sempurna tanpa cela
[03:14.22] Ternyata, retak di mana-mana
[03:20.33]
[03:27.00] Dalam demokrasi
[03:29.75] Sampah pun meninggi, cari eksistensi
[03:36.31] Bukan disesali, atau dimungkiri
[03:43.07] Jangan dibaui, diatasi
[03:49.41] Dialih fungsi, ke energi
[03:56.86] Dipilah, dipisah
[04:02.68] Agar gampang diubah, biar mudah diolah
[04:10.39] Yang basah, alamiah
[04:15.67] Tanam di tanah, mestinya berfaedah
[04:22.80] Kita konsumsi sampah (konsekuensi demokrasi)
[04:27.54] Kita produksi limbah (ide basi yang beraksi)
[04:32.51] Kita konsumsi sampah (konsekuensi demokrasi)
[04:37.21] Kita produksi limbah (miskin visi unjuk gigi)
[04:42.58] Yang plastik, problematik
[04:47.20] Mending diotak-atik, jadi hiasan apik
[04:54.85] Yang organik, pemantik
[05:00.45] Diotak-atik, berharap jadi listrik
[05:07.45] Kita konsumsi sampah (konsekuensi demokrasi) Kita produksi limbah
[05:16.85] (Ide basi yang beraksi) Kita konsumsi sampah
[05:21.78] (Konsekuensi demokrasi) Kita produksi limbah (miskin visi unjuk gigi)
[05:26.62]
[00:06.81] Ucapan miskin pemikiran
[00:13.07] Apa yang kau sodorkan, hanyalah hasutan
[00:19.61] Ujaran penuh kemunafikan
[00:26.22] Keracunan omong kosong
[00:32.44] Banjir informasi, banyak kontradiksi
[00:38.75] Berhati-hati, awas jalan berduri
[00:45.41] Argumennya asal, jauh dari andal
[00:51.85] Tak masuk akal, kacau menjurus brutal
[00:58.48] Dakunya, seluas cakrawala
[01:04.63] Padahal, hanya segitu saja
[01:10.79]
[01:14.96] Apa yang engkau makan? Inginnya bentrokan
[01:21.36] Hujatan kudapan andalan
[01:27.69] Apa yang engkau telan? Gagasan pas-pasan
[01:34.32] Kebencian menjadi pegangan
[01:40.76] Keracunan omong kosong
[01:46.87] Banjir informasi, banyak kontradiksi
[01:53.55] Berhati-hati, awas jalan berduri
[01:59.96] Argumennya asal, jauh dari handal
[02:06.50] Tak masuk akal, kacau menjurus brutal
[02:12.57] Dakunya, seluas cakrawala
[02:19.13] Padahal, hanya segitu saja
[02:25.41]
[02:55.00] Dakunya, seluas cakrawala
[03:01.47] Padahal, hanya segitu saja
[03:07.85] Maunya, sempurna tanpa cela
[03:14.22] Ternyata, retak di mana-mana
[03:20.33]
[03:27.00] Dalam demokrasi
[03:29.75] Sampah pun meninggi, cari eksistensi
[03:36.31] Bukan disesali, atau dimungkiri
[03:43.07] Jangan dibaui, diatasi
[03:49.41] Dialih fungsi, ke energi
[03:56.86] Dipilah, dipisah
[04:02.68] Agar gampang diubah, biar mudah diolah
[04:10.39] Yang basah, alamiah
[04:15.67] Tanam di tanah, mestinya berfaedah
[04:22.80] Kita konsumsi sampah (konsekuensi demokrasi)
[04:27.54] Kita produksi limbah (ide basi yang beraksi)
[04:32.51] Kita konsumsi sampah (konsekuensi demokrasi)
[04:37.21] Kita produksi limbah (miskin visi unjuk gigi)
[04:42.58] Yang plastik, problematik
[04:47.20] Mending diotak-atik, jadi hiasan apik
[04:54.85] Yang organik, pemantik
[05:00.45] Diotak-atik, berharap jadi listrik
[05:07.45] Kita konsumsi sampah (konsekuensi demokrasi) Kita produksi limbah
[05:16.85] (Ide basi yang beraksi) Kita konsumsi sampah
[05:21.78] (Konsekuensi demokrasi) Kita produksi limbah (miskin visi unjuk gigi)
[05:26.62]