Cahaya Bulan - Puisi
๐ต 797 characters
โฑ๏ธ 2:38 duration
๐ ID: 10417246
๐ Lyrics
Akhirnya semua akan tiba pada suatu hari yang biasa
Pada suatu ketika yang telah lama kita ketahui
Apakah kau masih selembut dahulu?
Memintaku minum susu dan tidur yang lelap
Sambil membenarkan letak leher kemejaku
Kabut tipis pun turun pelan-pelan di lembah kasih
Lembah Mandalawangi
Kau dan aku tegak berdiri
Melihat hutan-hutan yang menjadi suram
Meresapi belaian angin yang menjadi dingin
Apakah kau masih membelaiku semesra dahulu?
Ketika kudekap, kau dekaplah lebih mesra, lebih dekat
Apakah kau masih akan berkata?
Kudengar detak jantungmu
Kita begitu berbeda dalam semua
Kecuali dalam cinta
Cahaya bulan menusukku
Dengan ribuan pertanyaan
Yang takkan pernah kutahu
Di mana jawaban itu?
Bagai letusan berapi
Bangunkanku dari mimpi
Sudah waktunya berdiri
Mencari jawaban kegelisahan hati
Pada suatu ketika yang telah lama kita ketahui
Apakah kau masih selembut dahulu?
Memintaku minum susu dan tidur yang lelap
Sambil membenarkan letak leher kemejaku
Kabut tipis pun turun pelan-pelan di lembah kasih
Lembah Mandalawangi
Kau dan aku tegak berdiri
Melihat hutan-hutan yang menjadi suram
Meresapi belaian angin yang menjadi dingin
Apakah kau masih membelaiku semesra dahulu?
Ketika kudekap, kau dekaplah lebih mesra, lebih dekat
Apakah kau masih akan berkata?
Kudengar detak jantungmu
Kita begitu berbeda dalam semua
Kecuali dalam cinta
Cahaya bulan menusukku
Dengan ribuan pertanyaan
Yang takkan pernah kutahu
Di mana jawaban itu?
Bagai letusan berapi
Bangunkanku dari mimpi
Sudah waktunya berdiri
Mencari jawaban kegelisahan hati
โฑ๏ธ Synced Lyrics
[00:00.08] Akhirnya semua akan tiba pada suatu hari yang biasa
[00:04.74] Pada suatu ketika yang telah lama kita ketahui
[00:10.12] Apakah kau masih selembut dahulu?
[00:13.74] Memintaku minum susu dan tidur yang lelap
[00:17.40] Sambil membenarkan letak leher kemejaku
[00:23.08] Kabut tipis pun turun pelan-pelan di lembah kasih
[00:28.07] Lembah Mandalawangi
[00:31.32] Kau dan aku tegak berdiri
[00:33.93] Melihat hutan-hutan yang menjadi suram
[00:37.92] Meresapi belaian angin yang menjadi dingin
[00:43.41] Apakah kau masih membelaiku semesra dahulu?
[00:47.99] Ketika kudekap, kau dekaplah lebih mesra, lebih dekat
[00:55.31] Apakah kau masih akan berkata?
[00:58.13] Kudengar detak jantungmu
[01:02.27] Kita begitu berbeda dalam semua
[01:06.15] Kecuali dalam cinta
[01:09.02] Cahaya bulan menusukku
[01:15.82] Dengan ribuan pertanyaan
[01:22.58] Yang takkan pernah kutahu
[01:29.69] Di mana jawaban itu?
[01:36.20] Bagai letusan berapi
[01:43.43] Bangunkanku dari mimpi
[01:50.26] Sudah waktunya berdiri
[01:56.76] Mencari jawaban kegelisahan hati
[02:10.39]
[00:04.74] Pada suatu ketika yang telah lama kita ketahui
[00:10.12] Apakah kau masih selembut dahulu?
[00:13.74] Memintaku minum susu dan tidur yang lelap
[00:17.40] Sambil membenarkan letak leher kemejaku
[00:23.08] Kabut tipis pun turun pelan-pelan di lembah kasih
[00:28.07] Lembah Mandalawangi
[00:31.32] Kau dan aku tegak berdiri
[00:33.93] Melihat hutan-hutan yang menjadi suram
[00:37.92] Meresapi belaian angin yang menjadi dingin
[00:43.41] Apakah kau masih membelaiku semesra dahulu?
[00:47.99] Ketika kudekap, kau dekaplah lebih mesra, lebih dekat
[00:55.31] Apakah kau masih akan berkata?
[00:58.13] Kudengar detak jantungmu
[01:02.27] Kita begitu berbeda dalam semua
[01:06.15] Kecuali dalam cinta
[01:09.02] Cahaya bulan menusukku
[01:15.82] Dengan ribuan pertanyaan
[01:22.58] Yang takkan pernah kutahu
[01:29.69] Di mana jawaban itu?
[01:36.20] Bagai letusan berapi
[01:43.43] Bangunkanku dari mimpi
[01:50.26] Sudah waktunya berdiri
[01:56.76] Mencari jawaban kegelisahan hati
[02:10.39]