Hal Hal Ini Terjadi
๐ต 3270 characters
โฑ๏ธ 7:20 duration
๐ ID: 11043204
๐ Lyrics
Di masa engkau terlahir
Hal-hal ini terjadi
Untukmu aku bersaksi
Di masa kau terlahir
Orang-orang seakan berlari terburu-buru ke arah yang sama
Tapi bertabrak-tabrakan
Saling menginjak, dan tidak menghiraukan
Arah yang tidak tertera di lambang mata angin
Arah yang juga tidak tertera di warisan kebajikan dan ingatan yang sehat
Arah yang ternyata tidak ada yang tahu itu di mana
Kau terlahir
Di masa maha chaos
Di masa kau terlahir
Orang-orang mempercayai Tuhan pencipta alam semesta sebagai mitos
Yang membuat orang-orang menghentikan mesin-mesinnya
Turun dari pelananya
Tertegun, tersenyum, dan bahkan menangis saat ceritanya didongengkan
Ketika dongengnya usai mereka mulai lapar
Menyalakan mesin-mesinnya lagi
Meloncat ke pelananya lagi
Lalu berputar, gila, dan menggerus rakus lagi
Kau terlahir
Di masa maha tak tahu malu
Di masa kau terlahir
Orang-orang tidak bertegur sapa seperti manusia
Setiap mereka mempunyai wakil berupa angka atau kode
Yang dengannya setiap mereka bisa menjadi siapa saja yang bukan dirinya
Dan bertemu dengan siapa saja yang sebenarnya tidak ada
Daging bertemu daging tidak lagi penting
Hati bertemu hati tidak lagi sejati
Kau terlahir
Di masa maha palsu
Di masa kau terlahir
Orang-orang berlomba menuju masa depan yang cerah
Seakan berhak menggenggam dunia yang sangat luas tak berbatas ini
Dengan telapak tangan dan ujung-ujung jarinya
Mereka kegirangan, heran, lupa berkedip, lupa menoleh
Lalu tidak sadar bahwa mereka hanya melihat satu titik kecil
Dan melupakan sisa luasnya semesta
Kau terlahir
Di masa maha sempit
Di masa kau terlahir
Orang-orang hidup di bawah matahari yang bersinar sempurna
Sesempurna mataharimu sekarang
Menerangi setiap jimpit ruang yang kita jejaki
Tapi tetap saja orang-orang itu menyampar
Dan menendang apa-apa yang mereka temui
Sepertinya mereka sengaja
Memejamkan mata dan tidak mau terkaruniai
Dengan melihat lalu menghargai
Kau terlahir
Di masa maha gelap
Di masa kau terlahir
Orang-orang dengan hidup sempurna
Tercontoh rapi di kotak dengan ukuran diagonal dalam inchi
Bercahaya dan bersuara
Menangkap dan menyiarkan pesan-pesan yang beragam rupa dan cara
Yang pada akhirnya tersimpulkan
Beli, beli, beli, beli, beli, dan beli
Jika tidak mampu mengikutinya
Maka terlemparlah kita di intipnya kasta yang berarti hina
Kau terlahir
Di masa maha beli
Di masa kau terlahir
Orang-orang bersepakat bahwa
Ajaran terpopuler adalah ajaran membenci
Ajaran ternorak adalah ajaran mencintai
Batu, parang dan peluru adalah jajanan laris manis
Cium dan peluk
Adalah jualan yang tak pernah laku lagi
Semakin kau membenci, semakin kau diakui
Semakin kau mencintai, semakin kau dijauhi
Kau terlahir
Di masa maha benci
Di masa kau terlahir
Orang-orang tersediakan jalan dan jembatan
Yang dibangun panjang dan kokoh
Siap menghantarkan ke mana saja
Tapi ada satu jalan yang sangat diminati
Berjubellah orang-orang di situ
Adalah jalan pintas
Karena setapak demi setapak
Adalah buang waktu, bukan lagi proses
Karena belokan dan tanjakan
Adalah kebingungan yang memutusasakan, bukan lagi tantangan
Kau terlahir
Di masa maha pendek
Anakku
Kulihat diriku
Di jalan ramai di antara orang-orang itu
Anakku
Pilihlah jalan sepimu
Sepi membuatmu punya waktu dan ruang
Cukup bagimu 'tuk jadi bukan sepertiku
Hal-hal ini terjadi
Untukmu aku bersaksi
Di masa kau terlahir
Orang-orang seakan berlari terburu-buru ke arah yang sama
Tapi bertabrak-tabrakan
Saling menginjak, dan tidak menghiraukan
Arah yang tidak tertera di lambang mata angin
Arah yang juga tidak tertera di warisan kebajikan dan ingatan yang sehat
Arah yang ternyata tidak ada yang tahu itu di mana
Kau terlahir
Di masa maha chaos
Di masa kau terlahir
Orang-orang mempercayai Tuhan pencipta alam semesta sebagai mitos
Yang membuat orang-orang menghentikan mesin-mesinnya
Turun dari pelananya
Tertegun, tersenyum, dan bahkan menangis saat ceritanya didongengkan
Ketika dongengnya usai mereka mulai lapar
Menyalakan mesin-mesinnya lagi
Meloncat ke pelananya lagi
Lalu berputar, gila, dan menggerus rakus lagi
Kau terlahir
Di masa maha tak tahu malu
Di masa kau terlahir
Orang-orang tidak bertegur sapa seperti manusia
Setiap mereka mempunyai wakil berupa angka atau kode
Yang dengannya setiap mereka bisa menjadi siapa saja yang bukan dirinya
Dan bertemu dengan siapa saja yang sebenarnya tidak ada
Daging bertemu daging tidak lagi penting
Hati bertemu hati tidak lagi sejati
Kau terlahir
Di masa maha palsu
Di masa kau terlahir
Orang-orang berlomba menuju masa depan yang cerah
Seakan berhak menggenggam dunia yang sangat luas tak berbatas ini
Dengan telapak tangan dan ujung-ujung jarinya
Mereka kegirangan, heran, lupa berkedip, lupa menoleh
Lalu tidak sadar bahwa mereka hanya melihat satu titik kecil
Dan melupakan sisa luasnya semesta
Kau terlahir
Di masa maha sempit
Di masa kau terlahir
Orang-orang hidup di bawah matahari yang bersinar sempurna
Sesempurna mataharimu sekarang
Menerangi setiap jimpit ruang yang kita jejaki
Tapi tetap saja orang-orang itu menyampar
Dan menendang apa-apa yang mereka temui
Sepertinya mereka sengaja
Memejamkan mata dan tidak mau terkaruniai
Dengan melihat lalu menghargai
Kau terlahir
Di masa maha gelap
Di masa kau terlahir
Orang-orang dengan hidup sempurna
Tercontoh rapi di kotak dengan ukuran diagonal dalam inchi
Bercahaya dan bersuara
Menangkap dan menyiarkan pesan-pesan yang beragam rupa dan cara
Yang pada akhirnya tersimpulkan
Beli, beli, beli, beli, beli, dan beli
Jika tidak mampu mengikutinya
Maka terlemparlah kita di intipnya kasta yang berarti hina
Kau terlahir
Di masa maha beli
Di masa kau terlahir
Orang-orang bersepakat bahwa
Ajaran terpopuler adalah ajaran membenci
Ajaran ternorak adalah ajaran mencintai
Batu, parang dan peluru adalah jajanan laris manis
Cium dan peluk
Adalah jualan yang tak pernah laku lagi
Semakin kau membenci, semakin kau diakui
Semakin kau mencintai, semakin kau dijauhi
Kau terlahir
Di masa maha benci
Di masa kau terlahir
Orang-orang tersediakan jalan dan jembatan
Yang dibangun panjang dan kokoh
Siap menghantarkan ke mana saja
Tapi ada satu jalan yang sangat diminati
Berjubellah orang-orang di situ
Adalah jalan pintas
Karena setapak demi setapak
Adalah buang waktu, bukan lagi proses
Karena belokan dan tanjakan
Adalah kebingungan yang memutusasakan, bukan lagi tantangan
Kau terlahir
Di masa maha pendek
Anakku
Kulihat diriku
Di jalan ramai di antara orang-orang itu
Anakku
Pilihlah jalan sepimu
Sepi membuatmu punya waktu dan ruang
Cukup bagimu 'tuk jadi bukan sepertiku
โฑ๏ธ Synced Lyrics
[00:14.38] Di masa engkau terlahir
[00:18.02] Hal-hal ini terjadi
[00:21.74] Untukmu aku bersaksi
[00:29.92] Di masa kau terlahir
[00:31.24] Orang-orang seakan berlari terburu-buru ke arah yang sama
[00:34.82] Tapi bertabrak-tabrakan
[00:36.65] Saling menginjak, dan tidak menghiraukan
[00:39.39] Arah yang tidak tertera di lambang mata angin
[00:42.01] Arah yang juga tidak tertera di warisan kebajikan dan ingatan yang sehat
[00:46.58] Arah yang ternyata tidak ada yang tahu itu di mana
[00:50.09] Kau terlahir
[00:51.66] Di masa maha chaos
[00:55.29]
[01:11.24] Di masa kau terlahir
[01:12.70] Orang-orang mempercayai Tuhan pencipta alam semesta sebagai mitos
[01:17.14] Yang membuat orang-orang menghentikan mesin-mesinnya
[01:20.21] Turun dari pelananya
[01:21.10] Tertegun, tersenyum, dan bahkan menangis saat ceritanya didongengkan
[01:26.35] Ketika dongengnya usai mereka mulai lapar
[01:29.53] Menyalakan mesin-mesinnya lagi
[01:31.82] Meloncat ke pelananya lagi
[01:33.74] Lalu berputar, gila, dan menggerus rakus lagi
[01:38.79] Kau terlahir
[01:39.85] Di masa maha tak tahu malu
[01:42.08]
[01:57.38] Di masa kau terlahir
[01:58.94] Orang-orang tidak bertegur sapa seperti manusia
[02:01.85] Setiap mereka mempunyai wakil berupa angka atau kode
[02:05.09] Yang dengannya setiap mereka bisa menjadi siapa saja yang bukan dirinya
[02:09.29] Dan bertemu dengan siapa saja yang sebenarnya tidak ada
[02:12.85] Daging bertemu daging tidak lagi penting
[02:15.65] Hati bertemu hati tidak lagi sejati
[02:19.51] Kau terlahir
[02:20.73] Di masa maha palsu
[02:23.45]
[02:39.57] Di masa kau terlahir
[02:40.85] Orang-orang berlomba menuju masa depan yang cerah
[02:43.96] Seakan berhak menggenggam dunia yang sangat luas tak berbatas ini
[02:47.20] Dengan telapak tangan dan ujung-ujung jarinya
[02:49.87] Mereka kegirangan, heran, lupa berkedip, lupa menoleh
[02:54.60] Lalu tidak sadar bahwa mereka hanya melihat satu titik kecil
[02:58.20] Dan melupakan sisa luasnya semesta
[03:01.06] Kau terlahir
[03:01.68] Di masa maha sempit
[03:05.10]
[03:21.97] Di masa kau terlahir
[03:23.13] Orang-orang hidup di bawah matahari yang bersinar sempurna
[03:26.52] Sesempurna mataharimu sekarang
[03:28.97] Menerangi setiap jimpit ruang yang kita jejaki
[03:32.26] Tapi tetap saja orang-orang itu menyampar
[03:34.54] Dan menendang apa-apa yang mereka temui
[03:37.07] Sepertinya mereka sengaja
[03:38.91] Memejamkan mata dan tidak mau terkaruniai
[03:41.66] Dengan melihat lalu menghargai
[03:44.39] Kau terlahir
[03:45.77] Di masa maha gelap
[03:48.46]
[04:04.15] Di masa kau terlahir
[04:05.43] Orang-orang dengan hidup sempurna
[04:07.25] Tercontoh rapi di kotak dengan ukuran diagonal dalam inchi
[04:10.60] Bercahaya dan bersuara
[04:12.59] Menangkap dan menyiarkan pesan-pesan yang beragam rupa dan cara
[04:16.44] Yang pada akhirnya tersimpulkan
[04:18.50] Beli, beli, beli, beli, beli, dan beli
[04:23.73] Jika tidak mampu mengikutinya
[04:25.69] Maka terlemparlah kita di intipnya kasta yang berarti hina
[04:29.92] Kau terlahir
[04:31.47] Di masa maha beli
[04:34.06]
[04:50.15] Di masa kau terlahir
[04:52.56] Orang-orang bersepakat bahwa
[04:53.92] Ajaran terpopuler adalah ajaran membenci
[04:56.65] Ajaran ternorak adalah ajaran mencintai
[04:59.93] Batu, parang dan peluru adalah jajanan laris manis
[05:03.92] Cium dan peluk
[05:05.44] Adalah jualan yang tak pernah laku lagi
[05:07.50] Semakin kau membenci, semakin kau diakui
[05:10.30] Semakin kau mencintai, semakin kau dijauhi
[05:13.62] Kau terlahir
[05:15.13] Di masa maha benci
[05:18.16]
[05:32.74] Di masa kau terlahir
[05:34.30] Orang-orang tersediakan jalan dan jembatan
[05:36.69] Yang dibangun panjang dan kokoh
[05:38.78] Siap menghantarkan ke mana saja
[05:41.15] Tapi ada satu jalan yang sangat diminati
[05:43.50] Berjubellah orang-orang di situ
[05:46.03] Adalah jalan pintas
[05:48.45] Karena setapak demi setapak
[05:49.97] Adalah buang waktu, bukan lagi proses
[05:52.59] Karena belokan dan tanjakan
[05:53.89] Adalah kebingungan yang memutusasakan, bukan lagi tantangan
[05:58.31] Kau terlahir
[05:59.19] Di masa maha pendek
[06:03.06] Anakku
[06:09.35] Kulihat diriku
[06:16.49] Di jalan ramai di antara orang-orang itu
[06:31.10] Anakku
[06:37.64] Pilihlah jalan sepimu
[06:44.80] Sepi membuatmu punya waktu dan ruang
[06:52.76] Cukup bagimu 'tuk jadi bukan sepertiku
[07:09.50]
[00:18.02] Hal-hal ini terjadi
[00:21.74] Untukmu aku bersaksi
[00:29.92] Di masa kau terlahir
[00:31.24] Orang-orang seakan berlari terburu-buru ke arah yang sama
[00:34.82] Tapi bertabrak-tabrakan
[00:36.65] Saling menginjak, dan tidak menghiraukan
[00:39.39] Arah yang tidak tertera di lambang mata angin
[00:42.01] Arah yang juga tidak tertera di warisan kebajikan dan ingatan yang sehat
[00:46.58] Arah yang ternyata tidak ada yang tahu itu di mana
[00:50.09] Kau terlahir
[00:51.66] Di masa maha chaos
[00:55.29]
[01:11.24] Di masa kau terlahir
[01:12.70] Orang-orang mempercayai Tuhan pencipta alam semesta sebagai mitos
[01:17.14] Yang membuat orang-orang menghentikan mesin-mesinnya
[01:20.21] Turun dari pelananya
[01:21.10] Tertegun, tersenyum, dan bahkan menangis saat ceritanya didongengkan
[01:26.35] Ketika dongengnya usai mereka mulai lapar
[01:29.53] Menyalakan mesin-mesinnya lagi
[01:31.82] Meloncat ke pelananya lagi
[01:33.74] Lalu berputar, gila, dan menggerus rakus lagi
[01:38.79] Kau terlahir
[01:39.85] Di masa maha tak tahu malu
[01:42.08]
[01:57.38] Di masa kau terlahir
[01:58.94] Orang-orang tidak bertegur sapa seperti manusia
[02:01.85] Setiap mereka mempunyai wakil berupa angka atau kode
[02:05.09] Yang dengannya setiap mereka bisa menjadi siapa saja yang bukan dirinya
[02:09.29] Dan bertemu dengan siapa saja yang sebenarnya tidak ada
[02:12.85] Daging bertemu daging tidak lagi penting
[02:15.65] Hati bertemu hati tidak lagi sejati
[02:19.51] Kau terlahir
[02:20.73] Di masa maha palsu
[02:23.45]
[02:39.57] Di masa kau terlahir
[02:40.85] Orang-orang berlomba menuju masa depan yang cerah
[02:43.96] Seakan berhak menggenggam dunia yang sangat luas tak berbatas ini
[02:47.20] Dengan telapak tangan dan ujung-ujung jarinya
[02:49.87] Mereka kegirangan, heran, lupa berkedip, lupa menoleh
[02:54.60] Lalu tidak sadar bahwa mereka hanya melihat satu titik kecil
[02:58.20] Dan melupakan sisa luasnya semesta
[03:01.06] Kau terlahir
[03:01.68] Di masa maha sempit
[03:05.10]
[03:21.97] Di masa kau terlahir
[03:23.13] Orang-orang hidup di bawah matahari yang bersinar sempurna
[03:26.52] Sesempurna mataharimu sekarang
[03:28.97] Menerangi setiap jimpit ruang yang kita jejaki
[03:32.26] Tapi tetap saja orang-orang itu menyampar
[03:34.54] Dan menendang apa-apa yang mereka temui
[03:37.07] Sepertinya mereka sengaja
[03:38.91] Memejamkan mata dan tidak mau terkaruniai
[03:41.66] Dengan melihat lalu menghargai
[03:44.39] Kau terlahir
[03:45.77] Di masa maha gelap
[03:48.46]
[04:04.15] Di masa kau terlahir
[04:05.43] Orang-orang dengan hidup sempurna
[04:07.25] Tercontoh rapi di kotak dengan ukuran diagonal dalam inchi
[04:10.60] Bercahaya dan bersuara
[04:12.59] Menangkap dan menyiarkan pesan-pesan yang beragam rupa dan cara
[04:16.44] Yang pada akhirnya tersimpulkan
[04:18.50] Beli, beli, beli, beli, beli, dan beli
[04:23.73] Jika tidak mampu mengikutinya
[04:25.69] Maka terlemparlah kita di intipnya kasta yang berarti hina
[04:29.92] Kau terlahir
[04:31.47] Di masa maha beli
[04:34.06]
[04:50.15] Di masa kau terlahir
[04:52.56] Orang-orang bersepakat bahwa
[04:53.92] Ajaran terpopuler adalah ajaran membenci
[04:56.65] Ajaran ternorak adalah ajaran mencintai
[04:59.93] Batu, parang dan peluru adalah jajanan laris manis
[05:03.92] Cium dan peluk
[05:05.44] Adalah jualan yang tak pernah laku lagi
[05:07.50] Semakin kau membenci, semakin kau diakui
[05:10.30] Semakin kau mencintai, semakin kau dijauhi
[05:13.62] Kau terlahir
[05:15.13] Di masa maha benci
[05:18.16]
[05:32.74] Di masa kau terlahir
[05:34.30] Orang-orang tersediakan jalan dan jembatan
[05:36.69] Yang dibangun panjang dan kokoh
[05:38.78] Siap menghantarkan ke mana saja
[05:41.15] Tapi ada satu jalan yang sangat diminati
[05:43.50] Berjubellah orang-orang di situ
[05:46.03] Adalah jalan pintas
[05:48.45] Karena setapak demi setapak
[05:49.97] Adalah buang waktu, bukan lagi proses
[05:52.59] Karena belokan dan tanjakan
[05:53.89] Adalah kebingungan yang memutusasakan, bukan lagi tantangan
[05:58.31] Kau terlahir
[05:59.19] Di masa maha pendek
[06:03.06] Anakku
[06:09.35] Kulihat diriku
[06:16.49] Di jalan ramai di antara orang-orang itu
[06:31.10] Anakku
[06:37.64] Pilihlah jalan sepimu
[06:44.80] Sepi membuatmu punya waktu dan ruang
[06:52.76] Cukup bagimu 'tuk jadi bukan sepertiku
[07:09.50]