Rangsang
๐ต 1408 characters
โฑ๏ธ 3:38 duration
๐ ID: 11142281
๐ Lyrics
Hei Pujangga
Sudah kehabisan rimakah hari ini?
Mari sambangi dan ratapi lagi apa yang terjadi
S'hingga syairmu tak hanya pengulangan seperti ini
Coba gadaikan rasa lapar dan belilah obat asma
Seperti yang diajarkan seniman miskin di ujung sana
Apakah idealismu bekerja?
Atau mulai luntur tergerus cinta Ibu Kota?
Apa iya hujan yang begitu indah kau diamkan saja?
Coba hidupkan suasana seperti parabola
Seperti badai tanpa tanda bahaya
Bahwa realitas yang kau hadapi
Bukan sesuatu yang kau kehendaki
Apalagi menonton serial Insta Story
Menyuguhkan beberapa problem pribadi
Membuat kita sadar bahwa semua orang sakit hari ini
S'hingga kau lihat pegadaian ramai-terbelai
Korban-korban taruhan judi bola semalam
Bankir lokal yang tak lelah mengunjungi tiap gang
Memohon pelancaran usaha dengan pamer gertakan
Menggertak Si Tuan bermobil sedan
Yang hanya menghabiskan tetesan pensiunan dan kiriman
Sedangkan anak muda tersayat oleh sinear berkedok konseling
Konseling yang terlabeli oleh validasi pribadi
Tanpa merenungi apa yang terjadi
Kita semua sepi
Disepikan oleh wacana pergaulan tingkat tinggi
Masturbasi intelektual tak terkendali
Tanpa mempedulikan esensi
Bagaimana membicarakan esensi, jikalau materimu tak pasti?
Semua percakapanmu fiksi imaji
Yang tak berarti dan berakhir komedi
Sudahlah, mari kita bersepakat agar menjadi sepi
Scroll-scroll sampe siang hari
Dan pada akhirnya tertidur kembali
Sudah kehabisan rimakah hari ini?
Mari sambangi dan ratapi lagi apa yang terjadi
S'hingga syairmu tak hanya pengulangan seperti ini
Coba gadaikan rasa lapar dan belilah obat asma
Seperti yang diajarkan seniman miskin di ujung sana
Apakah idealismu bekerja?
Atau mulai luntur tergerus cinta Ibu Kota?
Apa iya hujan yang begitu indah kau diamkan saja?
Coba hidupkan suasana seperti parabola
Seperti badai tanpa tanda bahaya
Bahwa realitas yang kau hadapi
Bukan sesuatu yang kau kehendaki
Apalagi menonton serial Insta Story
Menyuguhkan beberapa problem pribadi
Membuat kita sadar bahwa semua orang sakit hari ini
S'hingga kau lihat pegadaian ramai-terbelai
Korban-korban taruhan judi bola semalam
Bankir lokal yang tak lelah mengunjungi tiap gang
Memohon pelancaran usaha dengan pamer gertakan
Menggertak Si Tuan bermobil sedan
Yang hanya menghabiskan tetesan pensiunan dan kiriman
Sedangkan anak muda tersayat oleh sinear berkedok konseling
Konseling yang terlabeli oleh validasi pribadi
Tanpa merenungi apa yang terjadi
Kita semua sepi
Disepikan oleh wacana pergaulan tingkat tinggi
Masturbasi intelektual tak terkendali
Tanpa mempedulikan esensi
Bagaimana membicarakan esensi, jikalau materimu tak pasti?
Semua percakapanmu fiksi imaji
Yang tak berarti dan berakhir komedi
Sudahlah, mari kita bersepakat agar menjadi sepi
Scroll-scroll sampe siang hari
Dan pada akhirnya tertidur kembali
โฑ๏ธ Synced Lyrics
[00:32.11] Hei Pujangga
[00:35.53] Sudah kehabisan rimakah hari ini?
[00:41.13] Mari sambangi dan ratapi lagi apa yang terjadi
[00:46.59] S'hingga syairmu tak hanya pengulangan seperti ini
[00:52.78] Coba gadaikan rasa lapar dan belilah obat asma
[00:57.67] Seperti yang diajarkan seniman miskin di ujung sana
[01:02.25] Apakah idealismu bekerja?
[01:07.40] Atau mulai luntur tergerus cinta Ibu Kota?
[01:11.93] Apa iya hujan yang begitu indah kau diamkan saja?
[01:18.25] Coba hidupkan suasana seperti parabola
[01:21.96] Seperti badai tanpa tanda bahaya
[01:25.09] Bahwa realitas yang kau hadapi
[01:27.58] Bukan sesuatu yang kau kehendaki
[01:30.30] Apalagi menonton serial Insta Story
[01:33.59] Menyuguhkan beberapa problem pribadi
[01:37.16] Membuat kita sadar bahwa semua orang sakit hari ini
[01:41.24] S'hingga kau lihat pegadaian ramai-terbelai
[01:44.99] Korban-korban taruhan judi bola semalam
[01:48.09] Bankir lokal yang tak lelah mengunjungi tiap gang
[01:51.53] Memohon pelancaran usaha dengan pamer gertakan
[01:56.30] Menggertak Si Tuan bermobil sedan
[01:59.26] Yang hanya menghabiskan tetesan pensiunan dan kiriman
[02:03.92]
[02:10.29] Sedangkan anak muda tersayat oleh sinear berkedok konseling
[02:15.18] Konseling yang terlabeli oleh validasi pribadi
[02:19.29] Tanpa merenungi apa yang terjadi
[02:22.54] Kita semua sepi
[02:24.60] Disepikan oleh wacana pergaulan tingkat tinggi
[02:27.81] Masturbasi intelektual tak terkendali
[02:31.00] Tanpa mempedulikan esensi
[02:32.91] Bagaimana membicarakan esensi, jikalau materimu tak pasti?
[02:38.32] Semua percakapanmu fiksi imaji
[02:40.70] Yang tak berarti dan berakhir komedi
[02:44.38]
[02:53.23] Sudahlah, mari kita bersepakat agar menjadi sepi
[03:00.25] Scroll-scroll sampe siang hari
[03:03.50] Dan pada akhirnya tertidur kembali
[03:06.92]
[00:35.53] Sudah kehabisan rimakah hari ini?
[00:41.13] Mari sambangi dan ratapi lagi apa yang terjadi
[00:46.59] S'hingga syairmu tak hanya pengulangan seperti ini
[00:52.78] Coba gadaikan rasa lapar dan belilah obat asma
[00:57.67] Seperti yang diajarkan seniman miskin di ujung sana
[01:02.25] Apakah idealismu bekerja?
[01:07.40] Atau mulai luntur tergerus cinta Ibu Kota?
[01:11.93] Apa iya hujan yang begitu indah kau diamkan saja?
[01:18.25] Coba hidupkan suasana seperti parabola
[01:21.96] Seperti badai tanpa tanda bahaya
[01:25.09] Bahwa realitas yang kau hadapi
[01:27.58] Bukan sesuatu yang kau kehendaki
[01:30.30] Apalagi menonton serial Insta Story
[01:33.59] Menyuguhkan beberapa problem pribadi
[01:37.16] Membuat kita sadar bahwa semua orang sakit hari ini
[01:41.24] S'hingga kau lihat pegadaian ramai-terbelai
[01:44.99] Korban-korban taruhan judi bola semalam
[01:48.09] Bankir lokal yang tak lelah mengunjungi tiap gang
[01:51.53] Memohon pelancaran usaha dengan pamer gertakan
[01:56.30] Menggertak Si Tuan bermobil sedan
[01:59.26] Yang hanya menghabiskan tetesan pensiunan dan kiriman
[02:03.92]
[02:10.29] Sedangkan anak muda tersayat oleh sinear berkedok konseling
[02:15.18] Konseling yang terlabeli oleh validasi pribadi
[02:19.29] Tanpa merenungi apa yang terjadi
[02:22.54] Kita semua sepi
[02:24.60] Disepikan oleh wacana pergaulan tingkat tinggi
[02:27.81] Masturbasi intelektual tak terkendali
[02:31.00] Tanpa mempedulikan esensi
[02:32.91] Bagaimana membicarakan esensi, jikalau materimu tak pasti?
[02:38.32] Semua percakapanmu fiksi imaji
[02:40.70] Yang tak berarti dan berakhir komedi
[02:44.38]
[02:53.23] Sudahlah, mari kita bersepakat agar menjadi sepi
[03:00.25] Scroll-scroll sampe siang hari
[03:03.50] Dan pada akhirnya tertidur kembali
[03:06.92]