Mati Saat Melukis
๐ต 689 characters
โฑ๏ธ 4:23 duration
๐ ID: 11213270
๐ Lyrics
Seperti badai datang, tanpa suara
Titik fokus pudar, luar biasa
Mengadu kuas, melintas buas meluas
Terbelah sudah jantung, tanpa ampun
Berkilau pengakuan, tanpa penghormatan
Semayam tanpa kabel kesehatan
Lunglai tak terdampingi ingatan
Hanya mati di hadapan sebuah lukisan
Mati di dalam situasi
Mati di dalam urbanisasi
Mati di dalam esensi basi
Mati di dalam atensi
Buku-buku tebal tak terdefinisikan
Tema-tema muram tak terjabarkan
Esensi pribadi melenggang tinggi
Menafsirkan puisi fiksi imaji
Mati di dalam situasi
Mati di dalam urbanisasi
Mati di dalam esensi basi
Mati di dalam atensi
Mati di dalam situasi
Mati di dalam urbanisasi
Mati di dalam esensi basi
Mati di dalam atensi
Titik fokus pudar, luar biasa
Mengadu kuas, melintas buas meluas
Terbelah sudah jantung, tanpa ampun
Berkilau pengakuan, tanpa penghormatan
Semayam tanpa kabel kesehatan
Lunglai tak terdampingi ingatan
Hanya mati di hadapan sebuah lukisan
Mati di dalam situasi
Mati di dalam urbanisasi
Mati di dalam esensi basi
Mati di dalam atensi
Buku-buku tebal tak terdefinisikan
Tema-tema muram tak terjabarkan
Esensi pribadi melenggang tinggi
Menafsirkan puisi fiksi imaji
Mati di dalam situasi
Mati di dalam urbanisasi
Mati di dalam esensi basi
Mati di dalam atensi
Mati di dalam situasi
Mati di dalam urbanisasi
Mati di dalam esensi basi
Mati di dalam atensi
โฑ๏ธ Synced Lyrics
[00:12.46] Seperti badai datang, tanpa suara
[00:20.57] Titik fokus pudar, luar biasa
[00:28.77] Mengadu kuas, melintas buas meluas
[00:36.93] Terbelah sudah jantung, tanpa ampun
[00:44.58]
[00:52.20] Berkilau pengakuan, tanpa penghormatan
[01:00.03] Semayam tanpa kabel kesehatan
[01:08.01] Lunglai tak terdampingi ingatan
[01:16.22] Hanya mati di hadapan sebuah lukisan
[01:23.80]
[01:30.43] Mati di dalam situasi
[01:38.74] Mati di dalam urbanisasi
[01:46.54] Mati di dalam esensi basi
[01:54.61] Mati di dalam atensi
[02:02.48]
[02:26.16] Buku-buku tebal tak terdefinisikan
[02:33.88] Tema-tema muram tak terjabarkan
[02:41.96] Esensi pribadi melenggang tinggi
[02:50.19] Menafsirkan puisi fiksi imaji
[02:57.75]
[03:04.47] Mati di dalam situasi
[03:12.35] Mati di dalam urbanisasi
[03:20.38] Mati di dalam esensi basi
[03:28.74] Mati di dalam atensi
[03:36.82] Mati di dalam situasi
[03:45.02] Mati di dalam urbanisasi
[03:52.88] Mati di dalam esensi basi
[04:00.97] Mati di dalam atensi
[04:08.54]
[00:20.57] Titik fokus pudar, luar biasa
[00:28.77] Mengadu kuas, melintas buas meluas
[00:36.93] Terbelah sudah jantung, tanpa ampun
[00:44.58]
[00:52.20] Berkilau pengakuan, tanpa penghormatan
[01:00.03] Semayam tanpa kabel kesehatan
[01:08.01] Lunglai tak terdampingi ingatan
[01:16.22] Hanya mati di hadapan sebuah lukisan
[01:23.80]
[01:30.43] Mati di dalam situasi
[01:38.74] Mati di dalam urbanisasi
[01:46.54] Mati di dalam esensi basi
[01:54.61] Mati di dalam atensi
[02:02.48]
[02:26.16] Buku-buku tebal tak terdefinisikan
[02:33.88] Tema-tema muram tak terjabarkan
[02:41.96] Esensi pribadi melenggang tinggi
[02:50.19] Menafsirkan puisi fiksi imaji
[02:57.75]
[03:04.47] Mati di dalam situasi
[03:12.35] Mati di dalam urbanisasi
[03:20.38] Mati di dalam esensi basi
[03:28.74] Mati di dalam atensi
[03:36.82] Mati di dalam situasi
[03:45.02] Mati di dalam urbanisasi
[03:52.88] Mati di dalam esensi basi
[04:00.97] Mati di dalam atensi
[04:08.54]