Slash - Taman Astakona [Lirik]
๐ต 1373 characters
โฑ๏ธ 5:38 duration
๐ ID: 12145099
๐ Lyrics
Umpama mimpi kukecap kenangan
Taman permainan masa kecil dulu
Sisip senyummu
Kemanisan tanpa gula
Meninggalkan seribu keresahan
Kala gerimis menitis di hati
Kenangan lenyap tanpa sedar
Mungkinkah ada lagi
Saat saat indah itu
Agar dapat kita bersama lagi
Dalam kelam engkau datang
Memujuk hati yang sepi
Dalam terang engkau hilang entah ke mana
Andai kata hanya mimpi
Mengusik kenangan silam
Mengapa hangat tanganmu kuterasa
Namamu ku ukir di pohon di tepi taman
Sebagai hiasan lambang cinta yang terlarang
Semoga kau terlihat tika melintasi taman
Sebagai tanda percintaan abadi
Ataupun pada malam
Naungan cahaya purnama
Menyuluh
Ukiran yang memanggil sejuta seri
Yang menghias taman ini
Penuh dengan cahaya misteri
Kekosongan hingga ia
Kesepian
Harumnya mawar menyulam asmara
Harum cempaka kesayuan
Di Taman Astakona yang tiba-tiba menyepi
Mungkinkah akan begini selamanya
Dalam kelam engkau datang
Memujuk hati yang sepi
Dalam terang engkau hilang entah ke mana
Andai kata hanya mimpi
Mengusik kenangan silam
Mengapa hangat tangan mu ku terasa
Namamu kuukir di pohon di tepi taman
Sebagai hiasan lambang cinta yang terlarang
Semoga kau terlihat tika melintasi taman
Sebagai tanda percintaan abadi
Ataupun pada malam
Naungan cahaya purnama menyuluh
Ukiran yang memanggil sejuta seri
Yang menghias taman ini
Penuh dengan cahaya misteri
Kekosongan hingga ia
Kesepian
Taman permainan masa kecil dulu
Sisip senyummu
Kemanisan tanpa gula
Meninggalkan seribu keresahan
Kala gerimis menitis di hati
Kenangan lenyap tanpa sedar
Mungkinkah ada lagi
Saat saat indah itu
Agar dapat kita bersama lagi
Dalam kelam engkau datang
Memujuk hati yang sepi
Dalam terang engkau hilang entah ke mana
Andai kata hanya mimpi
Mengusik kenangan silam
Mengapa hangat tanganmu kuterasa
Namamu ku ukir di pohon di tepi taman
Sebagai hiasan lambang cinta yang terlarang
Semoga kau terlihat tika melintasi taman
Sebagai tanda percintaan abadi
Ataupun pada malam
Naungan cahaya purnama
Menyuluh
Ukiran yang memanggil sejuta seri
Yang menghias taman ini
Penuh dengan cahaya misteri
Kekosongan hingga ia
Kesepian
Harumnya mawar menyulam asmara
Harum cempaka kesayuan
Di Taman Astakona yang tiba-tiba menyepi
Mungkinkah akan begini selamanya
Dalam kelam engkau datang
Memujuk hati yang sepi
Dalam terang engkau hilang entah ke mana
Andai kata hanya mimpi
Mengusik kenangan silam
Mengapa hangat tangan mu ku terasa
Namamu kuukir di pohon di tepi taman
Sebagai hiasan lambang cinta yang terlarang
Semoga kau terlihat tika melintasi taman
Sebagai tanda percintaan abadi
Ataupun pada malam
Naungan cahaya purnama menyuluh
Ukiran yang memanggil sejuta seri
Yang menghias taman ini
Penuh dengan cahaya misteri
Kekosongan hingga ia
Kesepian
โฑ๏ธ Synced Lyrics
[00:32.07] Umpama mimpi kukecap kenangan
[00:38.00] Taman permainan masa kecil dulu
[00:43.05] Sisip senyummu
[00:46.04] Kemanisan tanpa gula
[00:49.05] Meninggalkan seribu keresahan
[00:54.07] Kala gerimis menitis di hati
[01:00.07] Kenangan lenyap tanpa sedar
[01:06.04] Mungkinkah ada lagi
[01:10.07] Saat saat indah itu
[01:13.07] Agar dapat kita bersama lagi
[01:20.08] Dalam kelam engkau datang
[01:23.03] Memujuk hati yang sepi
[01:26.03] Dalam terang engkau hilang entah ke mana
[01:31.08] Andai kata hanya mimpi
[01:34.06] Mengusik kenangan silam
[01:37.02] Mengapa hangat tanganmu kuterasa
[01:46.07] Namamu ku ukir di pohon di tepi taman
[01:51.02] Sebagai hiasan lambang cinta yang terlarang
[01:57.06] Semoga kau terlihat tika melintasi taman
[02:02.00] Sebagai tanda percintaan abadi
[02:08.07] Ataupun pada malam
[02:11.03] Naungan cahaya purnama
[02:14.06] Menyuluh
[02:15.06] Ukiran yang memanggil sejuta seri
[02:20.01] Yang menghias taman ini
[02:22.09] Penuh dengan cahaya misteri
[02:25.03] Kekosongan hingga ia
[02:28.02] Kesepian
[02:34.07] Harumnya mawar menyulam asmara
[02:39.02] Harum cempaka kesayuan
[02:45.03] Di Taman Astakona yang tiba-tiba menyepi
[02:51.04] Mungkinkah akan begini selamanya
[03:08.03] Dalam kelam engkau datang
[03:09.09] Memujuk hati yang sepi
[03:12.09] Dalam terang engkau hilang entah ke mana
[03:18.09] Andai kata hanya mimpi
[03:20.06] Mengusik kenangan silam
[03:24.06] Mengapa hangat tangan mu ku terasa
[03:32.03] Namamu kuukir di pohon di tepi taman
[03:38.04] Sebagai hiasan lambang cinta yang terlarang
[03:43.04] Semoga kau terlihat tika melintasi taman
[03:49.02] Sebagai tanda percintaan abadi
[03:55.07] Ataupun pada malam
[03:57.08] Naungan cahaya purnama menyuluh
[04:01.00] Ukiran yang memanggil sejuta seri
[04:06.04] Yang menghias taman ini
[04:08.00] Penuh dengan cahaya misteri
[04:12.07] Kekosongan hingga ia
[04:14.06] Kesepian
[04:23.07]
[00:38.00] Taman permainan masa kecil dulu
[00:43.05] Sisip senyummu
[00:46.04] Kemanisan tanpa gula
[00:49.05] Meninggalkan seribu keresahan
[00:54.07] Kala gerimis menitis di hati
[01:00.07] Kenangan lenyap tanpa sedar
[01:06.04] Mungkinkah ada lagi
[01:10.07] Saat saat indah itu
[01:13.07] Agar dapat kita bersama lagi
[01:20.08] Dalam kelam engkau datang
[01:23.03] Memujuk hati yang sepi
[01:26.03] Dalam terang engkau hilang entah ke mana
[01:31.08] Andai kata hanya mimpi
[01:34.06] Mengusik kenangan silam
[01:37.02] Mengapa hangat tanganmu kuterasa
[01:46.07] Namamu ku ukir di pohon di tepi taman
[01:51.02] Sebagai hiasan lambang cinta yang terlarang
[01:57.06] Semoga kau terlihat tika melintasi taman
[02:02.00] Sebagai tanda percintaan abadi
[02:08.07] Ataupun pada malam
[02:11.03] Naungan cahaya purnama
[02:14.06] Menyuluh
[02:15.06] Ukiran yang memanggil sejuta seri
[02:20.01] Yang menghias taman ini
[02:22.09] Penuh dengan cahaya misteri
[02:25.03] Kekosongan hingga ia
[02:28.02] Kesepian
[02:34.07] Harumnya mawar menyulam asmara
[02:39.02] Harum cempaka kesayuan
[02:45.03] Di Taman Astakona yang tiba-tiba menyepi
[02:51.04] Mungkinkah akan begini selamanya
[03:08.03] Dalam kelam engkau datang
[03:09.09] Memujuk hati yang sepi
[03:12.09] Dalam terang engkau hilang entah ke mana
[03:18.09] Andai kata hanya mimpi
[03:20.06] Mengusik kenangan silam
[03:24.06] Mengapa hangat tangan mu ku terasa
[03:32.03] Namamu kuukir di pohon di tepi taman
[03:38.04] Sebagai hiasan lambang cinta yang terlarang
[03:43.04] Semoga kau terlihat tika melintasi taman
[03:49.02] Sebagai tanda percintaan abadi
[03:55.07] Ataupun pada malam
[03:57.08] Naungan cahaya purnama menyuluh
[04:01.00] Ukiran yang memanggil sejuta seri
[04:06.04] Yang menghias taman ini
[04:08.00] Penuh dengan cahaya misteri
[04:12.07] Kekosongan hingga ia
[04:14.06] Kesepian
[04:23.07]