Kurang Taruna
๐ต 977 characters
โฑ๏ธ 3:27 duration
๐ ID: 12666820
๐ Lyrics
Negeri kita terserang wabah (Wabah)
Kurang taruna
Di mana tiada lagi pemuda
Yang peduli dengan lingkungannya
Acuhkan sejarah, ikuti tren masa kini
Sedikit kerja, ingin terlihat berharga
Pandai bersilat lidah, amarah mudah terpecah
Di saat topang orang tua, ah nanti sajalah
Kurang taruna negeri ini
Mudah terkendali nafsu tirani
Kurang pemuda bangsa ini
Banyaknya pemuda yang mudah terkendali
Yang hanya dijadikan sebagai alas kaki
Dan juga menjadi korban kepuasan penguasa bangsa ini
Terkendali sistem yang ada (Ada)
Para pemuda
Sampai lupa bahwa kita semua
Adalah saudara
Kenyangkan perut sendiri
Hiraukan kata nurani
Yang berkelas, yang pantas menjadi yang paling teratas (Atas)
Kurang taruna negeri ini (Pelan-pelan-pelan wae)
Mudah terkendali nafsu tirani (Cicing wae, ah beleguk sia)
Kurang pemuda bangsa ini (Et dah kagak danta lo pada)
Banyaknya pemuda yang mudah terkendali
Yang hanya dijadikan sebagai alas kaki
Dan juga menjadi korban kepuasan penguasa bangsa ini
Kurang taruna
Di mana tiada lagi pemuda
Yang peduli dengan lingkungannya
Acuhkan sejarah, ikuti tren masa kini
Sedikit kerja, ingin terlihat berharga
Pandai bersilat lidah, amarah mudah terpecah
Di saat topang orang tua, ah nanti sajalah
Kurang taruna negeri ini
Mudah terkendali nafsu tirani
Kurang pemuda bangsa ini
Banyaknya pemuda yang mudah terkendali
Yang hanya dijadikan sebagai alas kaki
Dan juga menjadi korban kepuasan penguasa bangsa ini
Terkendali sistem yang ada (Ada)
Para pemuda
Sampai lupa bahwa kita semua
Adalah saudara
Kenyangkan perut sendiri
Hiraukan kata nurani
Yang berkelas, yang pantas menjadi yang paling teratas (Atas)
Kurang taruna negeri ini (Pelan-pelan-pelan wae)
Mudah terkendali nafsu tirani (Cicing wae, ah beleguk sia)
Kurang pemuda bangsa ini (Et dah kagak danta lo pada)
Banyaknya pemuda yang mudah terkendali
Yang hanya dijadikan sebagai alas kaki
Dan juga menjadi korban kepuasan penguasa bangsa ini
โฑ๏ธ Synced Lyrics
[00:26.22] Negeri kita terserang wabah (Wabah)
[00:29.64] Kurang taruna
[00:33.38] Di mana tiada lagi pemuda
[00:36.94] Yang peduli dengan lingkungannya
[00:40.98] Acuhkan sejarah, ikuti tren masa kini
[00:44.64] Sedikit kerja, ingin terlihat berharga
[00:48.24] Pandai bersilat lidah, amarah mudah terpecah
[00:52.19] Di saat topang orang tua, ah nanti sajalah
[00:57.29] Kurang taruna negeri ini
[01:04.05] Mudah terkendali nafsu tirani
[01:11.84] Kurang pemuda bangsa ini
[01:19.01] Banyaknya pemuda yang mudah terkendali
[01:22.23] Yang hanya dijadikan sebagai alas kaki
[01:26.06] Dan juga menjadi korban kepuasan penguasa bangsa ini
[02:04.45] Terkendali sistem yang ada (Ada)
[02:08.05] Para pemuda
[02:11.80] Sampai lupa bahwa kita semua
[02:15.46] Adalah saudara
[02:19.00] Kenyangkan perut sendiri
[02:20.79] Hiraukan kata nurani
[02:22.66] Yang berkelas, yang pantas menjadi yang paling teratas (Atas)
[02:27.38] Kurang taruna negeri ini (Pelan-pelan-pelan wae)
[02:35.57] Mudah terkendali nafsu tirani (Cicing wae, ah beleguk sia)
[02:42.63] Kurang pemuda bangsa ini (Et dah kagak danta lo pada)
[02:49.82] Banyaknya pemuda yang mudah terkendali
[02:53.27] Yang hanya dijadikan sebagai alas kaki
[02:56.86] Dan juga menjadi korban kepuasan penguasa bangsa ini
[03:05.64]
[00:29.64] Kurang taruna
[00:33.38] Di mana tiada lagi pemuda
[00:36.94] Yang peduli dengan lingkungannya
[00:40.98] Acuhkan sejarah, ikuti tren masa kini
[00:44.64] Sedikit kerja, ingin terlihat berharga
[00:48.24] Pandai bersilat lidah, amarah mudah terpecah
[00:52.19] Di saat topang orang tua, ah nanti sajalah
[00:57.29] Kurang taruna negeri ini
[01:04.05] Mudah terkendali nafsu tirani
[01:11.84] Kurang pemuda bangsa ini
[01:19.01] Banyaknya pemuda yang mudah terkendali
[01:22.23] Yang hanya dijadikan sebagai alas kaki
[01:26.06] Dan juga menjadi korban kepuasan penguasa bangsa ini
[02:04.45] Terkendali sistem yang ada (Ada)
[02:08.05] Para pemuda
[02:11.80] Sampai lupa bahwa kita semua
[02:15.46] Adalah saudara
[02:19.00] Kenyangkan perut sendiri
[02:20.79] Hiraukan kata nurani
[02:22.66] Yang berkelas, yang pantas menjadi yang paling teratas (Atas)
[02:27.38] Kurang taruna negeri ini (Pelan-pelan-pelan wae)
[02:35.57] Mudah terkendali nafsu tirani (Cicing wae, ah beleguk sia)
[02:42.63] Kurang pemuda bangsa ini (Et dah kagak danta lo pada)
[02:49.82] Banyaknya pemuda yang mudah terkendali
[02:53.27] Yang hanya dijadikan sebagai alas kaki
[02:56.86] Dan juga menjadi korban kepuasan penguasa bangsa ini
[03:05.64]