Breakdown Comedy
๐ต 1345 characters
โฑ๏ธ 3:42 duration
๐ ID: 12847409
๐ Lyrics
Sekarang di sini, di kamar lagi
Pintu dikunci, sendiri lagi
Sebatang lagi, sebungkus lagi
Dikoyak sepi, dikoyak sepi
Sekarang mampus (mampus), kayak di kampus (kampus)
Di lantai empat (empat), ancur di tempat (ancur)
Pahit yang manis, di bawah naga (woo)
Nggak bisa nangis, cuma ketawa
Bukan tragedi, breakdown comedy.
Tapi nggak lucu, nggak pernah lucu
Jangan ke luar, jangan di luar
Jangan ditahan, biar keluar
Mekanisme defensif, karisma destruktif
Pusaka sejuta umat manusia pasif agresif
Benci mencinta, gue emang naif
Benci orang lain lebih dari benci diri sendiri
Social distancing jauh sebelum pandemi
Ini dendam kalajengking, dibawa sampai mati
Sampai lanjut reinkarnasi, sampai sangkakala bunyi
Belom abis, belom kelar, masih ada sisa dengki
Dari insting primordial, bukan logika masa kini
Bukan moral artificial, kalian yang gue khianati
Sampai dikunyah setan di neraka level sembilan
Lo makan tuh lawakan dari komedi ilahi
Breakdown comedy, breakdown comedy (bangsat!)
Breakdown comedy, breakdown comedy (woo)
Breakdown comedy, breakdown comedy
Breakdown comedy, breakdown
Ini bukan tragedi, ini cuma komedi
Ini cuma komedi, ini cuma komedi
Nggak usah ditangisi, nggak ada yang peduli
Ini bukan tragedi, ini cuma komedi
Lebih baik ketawa sendiri di pojokan
Kemana orang-orang, satu persatu ngilang
Bagai anai-anai beterbangan
Pintu dikunci, sendiri lagi
Sebatang lagi, sebungkus lagi
Dikoyak sepi, dikoyak sepi
Sekarang mampus (mampus), kayak di kampus (kampus)
Di lantai empat (empat), ancur di tempat (ancur)
Pahit yang manis, di bawah naga (woo)
Nggak bisa nangis, cuma ketawa
Bukan tragedi, breakdown comedy.
Tapi nggak lucu, nggak pernah lucu
Jangan ke luar, jangan di luar
Jangan ditahan, biar keluar
Mekanisme defensif, karisma destruktif
Pusaka sejuta umat manusia pasif agresif
Benci mencinta, gue emang naif
Benci orang lain lebih dari benci diri sendiri
Social distancing jauh sebelum pandemi
Ini dendam kalajengking, dibawa sampai mati
Sampai lanjut reinkarnasi, sampai sangkakala bunyi
Belom abis, belom kelar, masih ada sisa dengki
Dari insting primordial, bukan logika masa kini
Bukan moral artificial, kalian yang gue khianati
Sampai dikunyah setan di neraka level sembilan
Lo makan tuh lawakan dari komedi ilahi
Breakdown comedy, breakdown comedy (bangsat!)
Breakdown comedy, breakdown comedy (woo)
Breakdown comedy, breakdown comedy
Breakdown comedy, breakdown
Ini bukan tragedi, ini cuma komedi
Ini cuma komedi, ini cuma komedi
Nggak usah ditangisi, nggak ada yang peduli
Ini bukan tragedi, ini cuma komedi
Lebih baik ketawa sendiri di pojokan
Kemana orang-orang, satu persatu ngilang
Bagai anai-anai beterbangan
โฑ๏ธ Synced Lyrics
[00:15.74] Sekarang di sini, di kamar lagi
[00:18.61] Pintu dikunci, sendiri lagi
[00:21.87] Sebatang lagi, sebungkus lagi
[00:24.92] Dikoyak sepi, dikoyak sepi
[00:28.12] Sekarang mampus (mampus), kayak di kampus (kampus)
[00:31.34] Di lantai empat (empat), ancur di tempat (ancur)
[00:34.46] Pahit yang manis, di bawah naga (woo)
[00:37.57] Nggak bisa nangis, cuma ketawa
[00:40.49] Bukan tragedi, breakdown comedy.
[00:43.68] Tapi nggak lucu, nggak pernah lucu
[00:46.72] Jangan ke luar, jangan di luar
[00:49.92] Jangan ditahan, biar keluar
[00:53.18] Mekanisme defensif, karisma destruktif
[00:56.28] Pusaka sejuta umat manusia pasif agresif
[00:59.70] Benci mencinta, gue emang naif
[01:02.00] Benci orang lain lebih dari benci diri sendiri
[01:05.27] Social distancing jauh sebelum pandemi
[01:07.83] Ini dendam kalajengking, dibawa sampai mati
[01:11.06] Sampai lanjut reinkarnasi, sampai sangkakala bunyi
[01:14.02] Belom abis, belom kelar, masih ada sisa dengki
[01:17.25] Dari insting primordial, bukan logika masa kini
[01:20.35] Bukan moral artificial, kalian yang gue khianati
[01:23.58] Sampai dikunyah setan di neraka level sembilan
[01:26.67] Lo makan tuh lawakan dari komedi ilahi
[01:30.46] Breakdown comedy, breakdown comedy (bangsat!)
[01:33.47] Breakdown comedy, breakdown comedy (woo)
[01:36.66] Breakdown comedy, breakdown comedy
[01:39.82] Breakdown comedy, breakdown
[01:42.01] Ini bukan tragedi, ini cuma komedi
[01:45.05] Ini cuma komedi, ini cuma komedi
[01:48.24] Nggak usah ditangisi, nggak ada yang peduli
[01:51.15]
[02:10.48] Ini bukan tragedi, ini cuma komedi
[02:17.65] Lebih baik ketawa sendiri di pojokan
[02:21.39] Kemana orang-orang, satu persatu ngilang
[02:24.62] Bagai anai-anai beterbangan
[02:27.19]
[00:18.61] Pintu dikunci, sendiri lagi
[00:21.87] Sebatang lagi, sebungkus lagi
[00:24.92] Dikoyak sepi, dikoyak sepi
[00:28.12] Sekarang mampus (mampus), kayak di kampus (kampus)
[00:31.34] Di lantai empat (empat), ancur di tempat (ancur)
[00:34.46] Pahit yang manis, di bawah naga (woo)
[00:37.57] Nggak bisa nangis, cuma ketawa
[00:40.49] Bukan tragedi, breakdown comedy.
[00:43.68] Tapi nggak lucu, nggak pernah lucu
[00:46.72] Jangan ke luar, jangan di luar
[00:49.92] Jangan ditahan, biar keluar
[00:53.18] Mekanisme defensif, karisma destruktif
[00:56.28] Pusaka sejuta umat manusia pasif agresif
[00:59.70] Benci mencinta, gue emang naif
[01:02.00] Benci orang lain lebih dari benci diri sendiri
[01:05.27] Social distancing jauh sebelum pandemi
[01:07.83] Ini dendam kalajengking, dibawa sampai mati
[01:11.06] Sampai lanjut reinkarnasi, sampai sangkakala bunyi
[01:14.02] Belom abis, belom kelar, masih ada sisa dengki
[01:17.25] Dari insting primordial, bukan logika masa kini
[01:20.35] Bukan moral artificial, kalian yang gue khianati
[01:23.58] Sampai dikunyah setan di neraka level sembilan
[01:26.67] Lo makan tuh lawakan dari komedi ilahi
[01:30.46] Breakdown comedy, breakdown comedy (bangsat!)
[01:33.47] Breakdown comedy, breakdown comedy (woo)
[01:36.66] Breakdown comedy, breakdown comedy
[01:39.82] Breakdown comedy, breakdown
[01:42.01] Ini bukan tragedi, ini cuma komedi
[01:45.05] Ini cuma komedi, ini cuma komedi
[01:48.24] Nggak usah ditangisi, nggak ada yang peduli
[01:51.15]
[02:10.48] Ini bukan tragedi, ini cuma komedi
[02:17.65] Lebih baik ketawa sendiri di pojokan
[02:21.39] Kemana orang-orang, satu persatu ngilang
[02:24.62] Bagai anai-anai beterbangan
[02:27.19]