Tuhan Tega
๐ต 825 characters
โฑ๏ธ 3:25 duration
๐ ID: 12995643
๐ Lyrics
Dimanakah dirimu anakku?
Tak pernah ku jumpa
Aku hanya ingin bercerita
Ucap Ayah tiriku
Datanglah ku menuju
Teras mungil di pelosok desa
Seorang pemuda berlayar terdampar
Di pulau terpencil
Sendiri mengganjil
Ia bangun apapun
Dari daun yang disusun
Jadi gubuk yang cukup
'Tuk bertahan hidup
Usaha membuat tanda
Yang tersisa hanya tanya
Seketika terik membakar gubuk satu-satunya
Ia marah kenapa tuhan tega padaku?
Apa yang kau rasakan anakku?
Jika itu dirimu
Murka kah yang kan kau muliakan?
Tanya Ayah tiriku
Mengangguk ku setuju
Tertawa ia pilu hampa
Gubuk yang terbakar menciptakan api
Lebih besar dari murka sang pemuda
Tuhan tega, Tuhan tega, Tuhan a a a a
Menyerah ia
Lalu kapal berlabuh
Murka jadi sukacita sukaria
Api menjadi alasanku tuk datang
Ucap sang Penolong
Ia pun selamat
Aku memahami
Dan ku peluk ayahku
Tak pernah ku jumpa
Aku hanya ingin bercerita
Ucap Ayah tiriku
Datanglah ku menuju
Teras mungil di pelosok desa
Seorang pemuda berlayar terdampar
Di pulau terpencil
Sendiri mengganjil
Ia bangun apapun
Dari daun yang disusun
Jadi gubuk yang cukup
'Tuk bertahan hidup
Usaha membuat tanda
Yang tersisa hanya tanya
Seketika terik membakar gubuk satu-satunya
Ia marah kenapa tuhan tega padaku?
Apa yang kau rasakan anakku?
Jika itu dirimu
Murka kah yang kan kau muliakan?
Tanya Ayah tiriku
Mengangguk ku setuju
Tertawa ia pilu hampa
Gubuk yang terbakar menciptakan api
Lebih besar dari murka sang pemuda
Tuhan tega, Tuhan tega, Tuhan a a a a
Menyerah ia
Lalu kapal berlabuh
Murka jadi sukacita sukaria
Api menjadi alasanku tuk datang
Ucap sang Penolong
Ia pun selamat
Aku memahami
Dan ku peluk ayahku
โฑ๏ธ Synced Lyrics
[00:13.09] Dimanakah dirimu anakku?
[00:16.17] Tak pernah ku jumpa
[00:20.06] Aku hanya ingin bercerita
[00:22.98] Ucap Ayah tiriku
[00:27.37] Datanglah ku menuju
[00:30.73] Teras mungil di pelosok desa
[00:41.62] Seorang pemuda berlayar terdampar
[00:45.06] Di pulau terpencil
[00:47.45] Sendiri mengganjil
[00:48.78] Ia bangun apapun
[00:50.56] Dari daun yang disusun
[00:52.19] Jadi gubuk yang cukup
[00:54.12] 'Tuk bertahan hidup
[00:56.88] Usaha membuat tanda
[00:58.33] Yang tersisa hanya tanya
[01:00.48] Seketika terik membakar gubuk satu-satunya
[01:06.16] Ia marah kenapa tuhan tega padaku?
[01:17.64] Apa yang kau rasakan anakku?
[01:20.57] Jika itu dirimu
[01:24.97] Murka kah yang kan kau muliakan?
[01:27.56] Tanya Ayah tiriku
[01:32.27] Mengangguk ku setuju
[01:35.86] Tertawa ia pilu hampa
[02:08.25] Gubuk yang terbakar menciptakan api
[02:11.67] Lebih besar dari murka sang pemuda
[02:14.93] Tuhan tega, Tuhan tega, Tuhan a a a a
[02:20.99] Menyerah ia
[02:23.33] Lalu kapal berlabuh
[02:24.86] Murka jadi sukacita sukaria
[02:29.54] Api menjadi alasanku tuk datang
[02:33.28] Ucap sang Penolong
[02:35.53] Ia pun selamat
[03:08.72] Aku memahami
[03:12.65] Dan ku peluk ayahku
[03:20.71]
[00:16.17] Tak pernah ku jumpa
[00:20.06] Aku hanya ingin bercerita
[00:22.98] Ucap Ayah tiriku
[00:27.37] Datanglah ku menuju
[00:30.73] Teras mungil di pelosok desa
[00:41.62] Seorang pemuda berlayar terdampar
[00:45.06] Di pulau terpencil
[00:47.45] Sendiri mengganjil
[00:48.78] Ia bangun apapun
[00:50.56] Dari daun yang disusun
[00:52.19] Jadi gubuk yang cukup
[00:54.12] 'Tuk bertahan hidup
[00:56.88] Usaha membuat tanda
[00:58.33] Yang tersisa hanya tanya
[01:00.48] Seketika terik membakar gubuk satu-satunya
[01:06.16] Ia marah kenapa tuhan tega padaku?
[01:17.64] Apa yang kau rasakan anakku?
[01:20.57] Jika itu dirimu
[01:24.97] Murka kah yang kan kau muliakan?
[01:27.56] Tanya Ayah tiriku
[01:32.27] Mengangguk ku setuju
[01:35.86] Tertawa ia pilu hampa
[02:08.25] Gubuk yang terbakar menciptakan api
[02:11.67] Lebih besar dari murka sang pemuda
[02:14.93] Tuhan tega, Tuhan tega, Tuhan a a a a
[02:20.99] Menyerah ia
[02:23.33] Lalu kapal berlabuh
[02:24.86] Murka jadi sukacita sukaria
[02:29.54] Api menjadi alasanku tuk datang
[02:33.28] Ucap sang Penolong
[02:35.53] Ia pun selamat
[03:08.72] Aku memahami
[03:12.65] Dan ku peluk ayahku
[03:20.71]