Diksi Reduksi
๐ต 2723 characters
โฑ๏ธ 4:39 duration
๐ ID: 13072525
๐ Lyrics
Anjalai tumbuah dimunggu
Sugi sugi dirumpun padi
Supayo pandai rajin baguru
Supayo tinggi naikan budi
Di dalam rumahku tak semua manusia
Hewan air tanaman semua yg punya usia
Ku anggap saudara tertera kaka adik dalam kk
Tanpa anomali keluarga atau keluarin ga?
Kubenci jika haters tau ku juga benci diri ini
Kujaga tiap petang pagi perangai baik dini hari
Dinilai dilabeli norma normal ku kangkangi, hah
Meludah pun ke kiri besok lidahku dikebiri
Pada siapa ku bertanya jadi patung semua guru
Dipukul sampai tembus tak bergeming jadi bangku
Di atasnya aku duduk pertanyaanku cuma satu
Jika kubuka pintu hati siapa lebih dulu masuk?!
Jangan kira tak bertuan tak bertuhan
Di dalamnya bersahaja munir wiji dan marsinah
Wasiat terakhir wasilah lima sila dan figurnya dalam figura
Tanpa penci tanpa dasi dan safari tanpa noda hitam di dahi
Tanpo aran tak menghitam dalam gelap melukiskan
Sejarah kita sama cara membaca yang berbeda
Telah ku usap tanah ini meraba membabi buta
Yang kita makan dari tai jadi tai hanya namanya berbeda
Ijinkan kumasuk gelanggang walau hanya waktu yg memihak,
Tak perlu crowd berteriak hanya arus dangkal yg beriak
Kampungku masih liar tetap liat tiap lihat yg ku ikat di belikat
Lebih dekat dari nadi kamu juga tanah liat
Di dalam rumahku tak semua manusia
Hewan air tanaman semua yg punya usia
Ku anggap saudara tertera kaka adik dalam kk
Tanpa anomali keluarga atau keluarin ga?
Di dalam rumahku tak semua manusia
Hewan air tanaman semua yg punya usia
Di dalam rumahku tak semua manusia
Hewan air tanaman semua yg punya usia
Hilang semua ahli sejak viral patokan vital dan eksis jadi fundamental
Bangunan mental pintu setebal JK rowling door bank jabfar
Buka dari maghrib sampai ke mahahari terbit
Terima jastip motherfucka
Karamlah para pakar sejak akar sembilu jadi belukar
Tanpa takar siram sebar ambigu lebat menjalar
Adukan NPK welirang dari rahang menyembur bak di kandang
Menyoraki memaki padahal pegang kunci, shit
Kadang kuharap rambut tumbuh di wajah menutupi
Hidung yang kerap menghirup namimah
Melihat di sebelah takjub dengan karya tarjimah
Menghadap langit tengadah tak baca yg ditulis tanah
Tak pernah berhenti aku tak punya standar
Flyzad everywhere panas di tiap lingkar
Pelintir gas sampai habis tak sisakan buat besok
Kemudian lepas kemudi hantam patokan pojok
Kepala pecah biar berserakan yg ku maksud
Perhatikan dengan jelas isi kepalaku melanjutkan
Di dalam rumahku tak semua manusia
Hewan air tanaman semua yg punya usia
Ku anggap saudara tertera kaka adik dalam kk
Tanpa anomali keluarga atau keluarin ga?
Di dalam rumahku tak semua manusia
Hewan air tanaman semua yg punya usia
Ku anggap saudara tertera kaka adik dalam kk
Tanpa anomali keluarga atau keluarin ga?
Sugi sugi dirumpun padi
Supayo pandai rajin baguru
Supayo tinggi naikan budi
Di dalam rumahku tak semua manusia
Hewan air tanaman semua yg punya usia
Ku anggap saudara tertera kaka adik dalam kk
Tanpa anomali keluarga atau keluarin ga?
Kubenci jika haters tau ku juga benci diri ini
Kujaga tiap petang pagi perangai baik dini hari
Dinilai dilabeli norma normal ku kangkangi, hah
Meludah pun ke kiri besok lidahku dikebiri
Pada siapa ku bertanya jadi patung semua guru
Dipukul sampai tembus tak bergeming jadi bangku
Di atasnya aku duduk pertanyaanku cuma satu
Jika kubuka pintu hati siapa lebih dulu masuk?!
Jangan kira tak bertuan tak bertuhan
Di dalamnya bersahaja munir wiji dan marsinah
Wasiat terakhir wasilah lima sila dan figurnya dalam figura
Tanpa penci tanpa dasi dan safari tanpa noda hitam di dahi
Tanpo aran tak menghitam dalam gelap melukiskan
Sejarah kita sama cara membaca yang berbeda
Telah ku usap tanah ini meraba membabi buta
Yang kita makan dari tai jadi tai hanya namanya berbeda
Ijinkan kumasuk gelanggang walau hanya waktu yg memihak,
Tak perlu crowd berteriak hanya arus dangkal yg beriak
Kampungku masih liar tetap liat tiap lihat yg ku ikat di belikat
Lebih dekat dari nadi kamu juga tanah liat
Di dalam rumahku tak semua manusia
Hewan air tanaman semua yg punya usia
Ku anggap saudara tertera kaka adik dalam kk
Tanpa anomali keluarga atau keluarin ga?
Di dalam rumahku tak semua manusia
Hewan air tanaman semua yg punya usia
Di dalam rumahku tak semua manusia
Hewan air tanaman semua yg punya usia
Hilang semua ahli sejak viral patokan vital dan eksis jadi fundamental
Bangunan mental pintu setebal JK rowling door bank jabfar
Buka dari maghrib sampai ke mahahari terbit
Terima jastip motherfucka
Karamlah para pakar sejak akar sembilu jadi belukar
Tanpa takar siram sebar ambigu lebat menjalar
Adukan NPK welirang dari rahang menyembur bak di kandang
Menyoraki memaki padahal pegang kunci, shit
Kadang kuharap rambut tumbuh di wajah menutupi
Hidung yang kerap menghirup namimah
Melihat di sebelah takjub dengan karya tarjimah
Menghadap langit tengadah tak baca yg ditulis tanah
Tak pernah berhenti aku tak punya standar
Flyzad everywhere panas di tiap lingkar
Pelintir gas sampai habis tak sisakan buat besok
Kemudian lepas kemudi hantam patokan pojok
Kepala pecah biar berserakan yg ku maksud
Perhatikan dengan jelas isi kepalaku melanjutkan
Di dalam rumahku tak semua manusia
Hewan air tanaman semua yg punya usia
Ku anggap saudara tertera kaka adik dalam kk
Tanpa anomali keluarga atau keluarin ga?
Di dalam rumahku tak semua manusia
Hewan air tanaman semua yg punya usia
Ku anggap saudara tertera kaka adik dalam kk
Tanpa anomali keluarga atau keluarin ga?
โฑ๏ธ Synced Lyrics
[00:06.56] Anjalai tumbuah dimunggu
[00:10.13] Sugi sugi dirumpun padi
[00:14.36] Supayo pandai rajin baguru
[00:17.75] Supayo tinggi naikan budi
[00:37.28] Di dalam rumahku tak semua manusia
[00:39.87] Hewan air tanaman semua yg punya usia
[00:42.37] Ku anggap saudara tertera kaka adik dalam kk
[00:45.98] Tanpa anomali keluarga atau keluarin ga?
[00:48.46] Kubenci jika haters tau ku juga benci diri ini
[00:51.63] Kujaga tiap petang pagi perangai baik dini hari
[00:54.71] Dinilai dilabeli norma normal ku kangkangi, hah
[00:57.65] Meludah pun ke kiri besok lidahku dikebiri
[01:00.45] Pada siapa ku bertanya jadi patung semua guru
[01:03.09] Dipukul sampai tembus tak bergeming jadi bangku
[01:05.95] Di atasnya aku duduk pertanyaanku cuma satu
[01:08.79] Jika kubuka pintu hati siapa lebih dulu masuk?!
[01:11.82] Jangan kira tak bertuan tak bertuhan
[01:14.18] Di dalamnya bersahaja munir wiji dan marsinah
[01:16.94] Wasiat terakhir wasilah lima sila dan figurnya dalam figura
[01:21.28] Tanpa penci tanpa dasi dan safari tanpa noda hitam di dahi
[01:24.86] Tanpo aran tak menghitam dalam gelap melukiskan
[01:27.73] Sejarah kita sama cara membaca yang berbeda
[01:30.28] Telah ku usap tanah ini meraba membabi buta
[01:33.47] Yang kita makan dari tai jadi tai hanya namanya berbeda
[01:36.35] Ijinkan kumasuk gelanggang walau hanya waktu yg memihak,
[01:40.37] Tak perlu crowd berteriak hanya arus dangkal yg beriak
[01:43.16] Kampungku masih liar tetap liat tiap lihat yg ku ikat di belikat
[01:47.56] Lebih dekat dari nadi kamu juga tanah liat
[01:56.16] Di dalam rumahku tak semua manusia
[01:59.02] Hewan air tanaman semua yg punya usia
[02:01.60] Ku anggap saudara tertera kaka adik dalam kk
[02:05.03] Tanpa anomali keluarga atau keluarin ga?
[02:13.35] Di dalam rumahku tak semua manusia
[02:16.05] Hewan air tanaman semua yg punya usia
[02:24.58] Di dalam rumahku tak semua manusia
[02:27.23] Hewan air tanaman semua yg punya usia
[02:31.52] Hilang semua ahli sejak viral patokan vital dan eksis jadi fundamental
[02:35.45] Bangunan mental pintu setebal JK rowling door bank jabfar
[02:38.91] Buka dari maghrib sampai ke mahahari terbit
[02:41.48] Terima jastip motherfucka
[02:44.67] Karamlah para pakar sejak akar sembilu jadi belukar
[02:47.72] Tanpa takar siram sebar ambigu lebat menjalar
[02:50.94] Adukan NPK welirang dari rahang menyembur bak di kandang
[02:55.13] Menyoraki memaki padahal pegang kunci, shit
[02:58.41] Kadang kuharap rambut tumbuh di wajah menutupi
[03:01.60] Hidung yang kerap menghirup namimah
[03:03.81] Melihat di sebelah takjub dengan karya tarjimah
[03:06.64] Menghadap langit tengadah tak baca yg ditulis tanah
[03:10.17] Tak pernah berhenti aku tak punya standar
[03:12.75] Flyzad everywhere panas di tiap lingkar
[03:15.63] Pelintir gas sampai habis tak sisakan buat besok
[03:18.52] Kemudian lepas kemudi hantam patokan pojok
[03:21.09] Kepala pecah biar berserakan yg ku maksud
[03:23.99] Perhatikan dengan jelas isi kepalaku melanjutkan
[03:26.71] Di dalam rumahku tak semua manusia
[03:29.33] Hewan air tanaman semua yg punya usia
[03:32.47] Ku anggap saudara tertera kaka adik dalam kk
[03:35.57] Tanpa anomali keluarga atau keluarin ga?
[03:38.20] Di dalam rumahku tak semua manusia
[03:40.73] Hewan air tanaman semua yg punya usia
[03:43.59] Ku anggap saudara tertera kaka adik dalam kk
[03:46.99] Tanpa anomali keluarga atau keluarin ga?
[03:52.47]
[00:10.13] Sugi sugi dirumpun padi
[00:14.36] Supayo pandai rajin baguru
[00:17.75] Supayo tinggi naikan budi
[00:37.28] Di dalam rumahku tak semua manusia
[00:39.87] Hewan air tanaman semua yg punya usia
[00:42.37] Ku anggap saudara tertera kaka adik dalam kk
[00:45.98] Tanpa anomali keluarga atau keluarin ga?
[00:48.46] Kubenci jika haters tau ku juga benci diri ini
[00:51.63] Kujaga tiap petang pagi perangai baik dini hari
[00:54.71] Dinilai dilabeli norma normal ku kangkangi, hah
[00:57.65] Meludah pun ke kiri besok lidahku dikebiri
[01:00.45] Pada siapa ku bertanya jadi patung semua guru
[01:03.09] Dipukul sampai tembus tak bergeming jadi bangku
[01:05.95] Di atasnya aku duduk pertanyaanku cuma satu
[01:08.79] Jika kubuka pintu hati siapa lebih dulu masuk?!
[01:11.82] Jangan kira tak bertuan tak bertuhan
[01:14.18] Di dalamnya bersahaja munir wiji dan marsinah
[01:16.94] Wasiat terakhir wasilah lima sila dan figurnya dalam figura
[01:21.28] Tanpa penci tanpa dasi dan safari tanpa noda hitam di dahi
[01:24.86] Tanpo aran tak menghitam dalam gelap melukiskan
[01:27.73] Sejarah kita sama cara membaca yang berbeda
[01:30.28] Telah ku usap tanah ini meraba membabi buta
[01:33.47] Yang kita makan dari tai jadi tai hanya namanya berbeda
[01:36.35] Ijinkan kumasuk gelanggang walau hanya waktu yg memihak,
[01:40.37] Tak perlu crowd berteriak hanya arus dangkal yg beriak
[01:43.16] Kampungku masih liar tetap liat tiap lihat yg ku ikat di belikat
[01:47.56] Lebih dekat dari nadi kamu juga tanah liat
[01:56.16] Di dalam rumahku tak semua manusia
[01:59.02] Hewan air tanaman semua yg punya usia
[02:01.60] Ku anggap saudara tertera kaka adik dalam kk
[02:05.03] Tanpa anomali keluarga atau keluarin ga?
[02:13.35] Di dalam rumahku tak semua manusia
[02:16.05] Hewan air tanaman semua yg punya usia
[02:24.58] Di dalam rumahku tak semua manusia
[02:27.23] Hewan air tanaman semua yg punya usia
[02:31.52] Hilang semua ahli sejak viral patokan vital dan eksis jadi fundamental
[02:35.45] Bangunan mental pintu setebal JK rowling door bank jabfar
[02:38.91] Buka dari maghrib sampai ke mahahari terbit
[02:41.48] Terima jastip motherfucka
[02:44.67] Karamlah para pakar sejak akar sembilu jadi belukar
[02:47.72] Tanpa takar siram sebar ambigu lebat menjalar
[02:50.94] Adukan NPK welirang dari rahang menyembur bak di kandang
[02:55.13] Menyoraki memaki padahal pegang kunci, shit
[02:58.41] Kadang kuharap rambut tumbuh di wajah menutupi
[03:01.60] Hidung yang kerap menghirup namimah
[03:03.81] Melihat di sebelah takjub dengan karya tarjimah
[03:06.64] Menghadap langit tengadah tak baca yg ditulis tanah
[03:10.17] Tak pernah berhenti aku tak punya standar
[03:12.75] Flyzad everywhere panas di tiap lingkar
[03:15.63] Pelintir gas sampai habis tak sisakan buat besok
[03:18.52] Kemudian lepas kemudi hantam patokan pojok
[03:21.09] Kepala pecah biar berserakan yg ku maksud
[03:23.99] Perhatikan dengan jelas isi kepalaku melanjutkan
[03:26.71] Di dalam rumahku tak semua manusia
[03:29.33] Hewan air tanaman semua yg punya usia
[03:32.47] Ku anggap saudara tertera kaka adik dalam kk
[03:35.57] Tanpa anomali keluarga atau keluarin ga?
[03:38.20] Di dalam rumahku tak semua manusia
[03:40.73] Hewan air tanaman semua yg punya usia
[03:43.59] Ku anggap saudara tertera kaka adik dalam kk
[03:46.99] Tanpa anomali keluarga atau keluarin ga?
[03:52.47]