Home 🎬 Bollywood 🎵 Pakistani 🎤 English Pop

Al-Baqara, Chapter 2, Verse 75 - 91

👤 Sheikh Mishary Rashid Alafasy 🎼 Al-Qur'an Al-Karim - the Holy Qur'an (Koran) ⏱️ 7:27
🎵 14530 characters
⏱️ 7:27 duration
🆔 ID: 13216432

📜 Lyrics

أَفَتَطۡمَعُونَ أَن يُؤۡمِنُواْ لَكُمۡ وَقَدۡ كَانَ فَرِيقٌ مِّنۡهُمۡ
يَسۡمَعُونَ كَلَٰمَ ٱللَّهِ ثُمَّ
يُحَرِّفُونَهُۥ مِنۢ بَعۡدِ مَا عَقَلُوهُ وَهُمۡ يَعۡلَمُونَ

Afatathma'uuna an yu'minuu lakum wa qad kaana fariiqun minhum
yasma'uuna kalaamallahi tsumma
yuharrifuunahu min ba'di maa 'aqaluuhu wa hum ya'lamuun(a)
Apakah kamu masih mengharapkan mereka akan percaya kepadamu,
padahal segolongan dari mereka mendengar firman Allah,
lalu mereka mengubahnya setelah mereka
memahaminya, sedang mereka mengetahui? [65]."

وَإِذَا لَقُواْ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ قَالُوٓاْ ءَامَنَّا وَإِذَا
خَلَا بَعۡضُهُمۡ إِلَىٰ بَعۡضٖ قَالُوٓاْ أَتُحَدِّثُونَهُم بِمَا
فَتَحَ ٱللَّهُ عَلَيۡكُمۡ لِيُحَآجُّوكُم
بِهِۦ عِندَ رَبِّكُمۡۚ أَفَلَا تَعۡقِلُونَ

Wa idzaa laquul-ladziina aamanuu qaaluuu aamannaa wa idzaa khalaa
ba'dhuhum ila ba'dhin qaaluuu atuhadditsuunahum bimaa
fatahallahu 'alaikum liyuhaajjuukum
bihii 'inda rabbikum afalaa ta'qiluun(a)
76.
Dan apabila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman,
mereka berkata:" Kamipun telah beriman,
" tetapi apabila mereka berada
sesama mereka saja, lalu mereka berkata: "
Apakah kamu menceritakan kepada mereka (orang-orang mukmin) apa yang
telah diterangkan Allah kepadamu,
supaya dengan demikian mereka dapat mengalahkan hujjahmu
di hadapan Tuhanmu; tidakkah kamu mengerti?" [66].

أَوَ لَا يَعۡلَمُونَ أَنَّ ٱللَّهَ
يَعۡلَمُ مَا يُسِرُّونَ وَمَا يُعۡلِنُونَ

Awalaa ya'lamuuna annallaha ya'lamu maa yusirruuna wa maa yu'linuun(a)
Tidakkah mereka mengetahui bahwa Allah mengetahui segala
yang mereka sembunyikan dan segala yang mereka nyatakan?"

وَمِنۡهُمۡ أُمِّيُّونَ لَا يَعۡلَمُونَ
ٱلۡكِتَٰبَ إِلَّآ أَمَانِيَّ وَإِنۡ هُمۡ إِلَّا يَظُنُّونَ

Wa minhum ummiyyuuna laa ya'lamuunal kitaaba
illaa amaaniyya wa in hum illaa yazhunnuun(a)
78.
Dan diantara mereka ada yang buta huruf, tidak mengetahui Al Kitab (
Taurat), kecuali dongengan bohong
belaka dan mereka hanya menduga-duga [67]."

فَوَيۡلٌ لِّلَّذِينَ يَكۡتُبُونَ ٱلۡكِتَٰبَ بِأَيۡدِيهِمۡ ثُمَّ
يَقُولُونَ هَٰذَا مِنۡ عِندِ ٱللَّهِ لِيَشۡتَرُواْ بِهِۦ ثَمَنٗا
قَلِيلٗاۖ فَوَيۡلٌ لَّهُم مِّمَّا كَتَبَتۡ
أَيۡدِيهِمۡ وَوَيۡلٌ لَّهُم مِّمَّا يَكۡسِبُونَ

Fawailul(n)-lil-ladziina yaktubuunal kitaaba biaidiihim tsumma
yaquuluuna haadzaa min 'indillahi liyasytaruu bihii tsamanan qaliilaa
fawailun lahum mimmaa katabat
aidiihim wa wailun lahum mimmaa yaksibuun(a)
Maka kecelakaan y
Ang besarlah bagi orang-orang yang menulis Al
Kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya; "
Ini dari Allah",
(dengan maksud) untuk memperoleh
keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu.
Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka,
akibat apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri,
dan kecelakaan yang besarlah bagi mereka,
akibat apa yang mereka kerjakan."

وَقَالُواْ لَن تَمَسَّنَا ٱلنَّارُ إِلَّآ أَيَّامٗا مَّعۡدُودَةٗۚ
قُلۡ أَتَّخَذۡتُمۡ عِندَ ٱللَّهِ عَهۡدٗا فَلَن يُخۡلِفَ
ٱللَّهُ عَهۡدَهُۥٓۖ أَمۡ تَقُولُونَ عَلَى ٱللَّهِ مَا لَا تَعۡلَمُونَ

Wa qaaluuu lan tamassanaannaaru illaa ayyaaman ma'duudatan qul
attakhadztum 'indallahi 'ahdan falan yukhlifallahu
'ahdahu am taquuluuna 'alallahi maa laa ta'lamuun(a)
80.
Dan mereka berkata: "
Kami sekali-kali tidak akan disentuh oleh api
neraka, kecuali selama beberapa hari saja." Katakanlah: "
Sudahkah kamu menerima janji dari Allah sehingga Allah tidak akan
memungkiri janji-Nya,
ataukah kamu hanya mengatakan terhadap
Allah apa yang tidak kamu ketahui?"

بَلَىٰۚ مَن كَسَبَ سَيِّئَةٗ وَأَحَٰطَتۡ بِهِۦ
خَطِيَٓٔتُهُۥ فَأُوْلَٰٓئِكَ
أَصۡحَٰبُ ٱلنَّارِۖ هُمۡ فِيهَا خَٰلِدُونَ

Balaa man kasaba sayyi-atan waahaathat bihii
khathii-atuhu fa-uulaa-ika ashhaabunnaari hum fiihaa khaaliduun(a)
Bukan demikian), yang benar:
barangsiapa berbuat dosa dan ia telah diliputi oleh
dosanya, mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya."

وَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ
أُوْلَٰٓئِكَ أَصۡحَٰبُ ٱلۡجَنَّةِۖ هُمۡ فِيهَا خَٰلِدُونَ

Waal-ladziina aamanuu wa 'amiluush-shaalihaati
uulaa-ika ashhaabul jannati hum fiihaa khaaliduun(a)
Dan orang-orang yang beriman serta beramal saleh,
mereka itu penghuni surga; mereka kekal di dalamnya."

وَإِذۡ أَخَذۡنَا مِيثَٰقَ بَنِيٓ إِسۡرَٰٓءِيلَ لَا تَعۡبُدُونَ إِلَّا
ٱللَّهَ وَبِٱلۡوَٰلِدَيۡنِ إِحۡسَانٗا وَذِي ٱلۡقُرۡبَىٰ
وَٱلۡيَتَٰمَىٰ وَٱلۡمَسَٰكِينِ وَقُولُواْ لِلنَّاسِ حُسۡنٗا
وَأَقِيمُواْ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتُواْ ٱلزَّكَوٰةَ ثُمَّ
تَوَلَّيۡتُمۡ إِلَّا قَلِيلٗا مِّنكُمۡ وَأَنتُم مُّعۡرِضُونَ

Wa idz akhadznaa miitsaaqa banii israa-iila laa ta'buduuna ilaallaha
wa bil waalidaini ihsaanan wa dziil qurbaa wal yataama wal masaakiini
wa quuluu li-nnaasi husnan wa aqiimuush-shalaata wa
aatuuzzakaata tsumma tawallaitum illaa
qaliilan minkum wa antum mu'ridhuun(a)
Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari Bani Israil (yaitu):
Janganlah kamu menyembah selain Allah,
dan berbuat kebaikanlah kepada ibu bapa, kaum kerabat,
anak-anak yatim, dan orang-orang miskin,
serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada
manusia, dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat.
Kemudian kamu tidak memenuhi janji itu,
kecuali sebahagian kecil daripada kamu, dan kamu selalu berpaling."

وَإِذۡ أَخَذۡنَا مِيثَٰقَكُمۡ لَا تَسۡفِكُونَ دِمَآءَكُمۡ وَلَا
تُخۡرِجُونَ أَنفُسَكُم مِّن دِيَٰرِكُمۡ
ثُمَّ أَقۡرَرۡتُمۡ وَأَنتُمۡ تَشۡهَدُونَ

Wa idz akhadznaa miitsaaqakum laa tasfikuuna dimaa-akum wa laa
tukhrijuuna anfusakum min diyaarikum
tsumma aqrartum wa antum tasyhaduun(a)
Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari kamu (yaitu):
kamu tidak akan menumpahkan darahmu (membunuh orang),
dan kamu tidak akan mengusir dirimu (saudaramu sebangsa) dari kampung
halamanmu, kemudian kamu berikrar (akan
memenuhinya) sedang kamu mempersaksikannya."

ثُمَّ أَنتُمۡ هَٰٓؤُلَآءِ تَقۡتُلُونَ أَنفُسَكُمۡ وَتُخۡرِجُونَ
فَرِيقٗا مِّنكُم مِّن دِيَٰرِهِمۡ تَظَٰهَرُونَ عَلَيۡهِم بِٱلۡإِثۡمِ
وَٱلۡعُدۡوَٰنِ وَإِن يَأۡتُوكُمۡ أُسَٰرَىٰ تُفَٰدُوهُمۡ وَهُوَ
مُحَرَّمٌ عَلَيۡكُمۡ إِخۡرَاجُهُمۡۚ أَفَتُؤۡمِنُونَ بِبَعۡضِ
ٱلۡكِتَٰبِ وَتَكۡفُرُونَ بِبَعۡضٖۚ فَمَا جَزَآءُ مَن يَفۡعَلُ
ذَٰلِكَ مِنكُمۡ إِلَّا خِزۡيٌ فِي ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَاۖ وَيَوۡمَ
ٱلۡقِيَٰمَةِ يُرَدُّونَ إِلَىٰٓ أَشَدِّ
ٱلۡعَذَابِۗ وَمَا ٱللَّهُ بِغَٰفِلٍ عَمَّا تَعۡمَلُونَ

Tsumma antum haa'ulaa-i taqtuluuna anfusakum wa tukhrijuuna fariiqan
minkum min diyaarihim tazhaaharuuna 'alaihim bil-itsmi wal 'udwaani
wa in ya'tuukum usaara tufaaduuhum wa huwa muharramun 'alaikum
ikhraajuhum afatu'minuuna biba'dhil kitaabi wa takfuruuna biba'dhin
famaa jazaa-u man yaf'alu dzaalika minkum illaa khizyun fiil
hayaatiddunyaa wa yaumal qiyaamati yuradduuna ilaa
asyaddil 'adzaabi wa maallahu bighaafilin 'ammaa ta'maluun(a)
Kemudian kamu (
Bani Israil) membunuh dirimu (saudaramu sebangsa) dan mengusir
segolongan daripada kamu dari kampung halamannya,
kamu bantu membantu terhadap mereka dengan membuat dosa dan
permusuhan; tetapi jika mereka datang kepadamu sebagai tawanan,
kamu tebus mereka,
padahal mengusir mereka itu (juga) terlarang bagimu.
Apakah kamu beriman kepada sebahagian Al Kitab (
Taurat) dan ingkar terhadap sebahagian yang lain?
Tiadalah balasan bagi orang yang berbuat demikian daripadamu,
melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia,
dan pada hari kiamat mereka
dikembalikan kepada siksa yang sangat berat.
Allah tidak lengah dari apa yang kamu perbuat [68]."

أُوْلَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ ٱشۡتَرَوُاْ ٱلۡحَيَوٰةَ ٱلدُّنۡيَا
بِٱلۡأٓخِرَةِۖ فَلَا يُخَفَّفُ
عَنۡهُمُ ٱلۡعَذَابُ وَلَا هُمۡ يُنصَرُونَ

Uulaa-ikal-ladziinaasy-tarawuul hayaataddunyaa
bil-aakhirati falaa yukhaffafu
'anhumul 'adzaabu wa laa hum yunsharuun(a)
Itulah orang-orang yang membeli kehidupan dunia dengan (kehidupan)
akhirat, maka tidak akan diringankan
siksa mereka dan mereka tidak akan ditolong."

وَلَقَدۡ ءَاتَيۡنَا مُوسَى ٱلۡكِتَٰبَ وَقَفَّيۡنَا مِنۢ بَعۡدِهِۦ
بِٱلرُّسُلِۖ وَءَاتَيۡنَا عِيسَى ٱبۡنَ مَرۡيَمَ ٱلۡبَيِّنَٰتِ
وَأَيَّدۡنَٰهُ بِرُوحِ ٱلۡقُدُسِۗ أَفَكُلَّمَا جَآءَكُمۡ رَسُولُۢ
بِمَا لَا تَهۡوَىٰٓ أَنفُسُكُمُ
ٱسۡتَكۡبَرۡتُمۡ فَفَرِيقٗا كَذَّبۡتُمۡ وَفَرِيقٗا تَقۡتُلُونَ

Wa laqad aatainaa muusal kitaaba wa qaffa-inaa min ba'dihii birrusuli
wa aatainaa 'iisaabna maryamal bayyinaati wa ayyadnaahu biruuhil
qudusi afakullamaa jaa-akum rasuulun bimaa laa tahwaa
anfusukumuus-takbartum fafariiqan
kadz-dzabtum wa fariiqan taqtuluun(a)
Dan sesungguhnya Kami telah mendatangkan Al Kitab (
Taurat) kepada Musa,
dan Kami telah menyusulinya (berturut-turut) sesudah itu dengan
rasul-rasul, dan telah Kami berikan bukti-bukti kebenaran (mukjizat)
kepada Isa putera Maryam dan Kami
memperkuatnya dengan Ruhul Qudus [69].
Apakah setiap datang kepadamu seorang rasul membawa sesuatu
(pelajaran) yang tidak sesuai dengan keinginanmu lalu kamu
menyombong; maka beberapa orang (diantara mereka)
kamu dustakan dan beberapa orang (yang lain) kamu bunuh?"

وَقَالُواْ قُلُوبُنَا غُلۡفُۢۚ بَل لَّعَنَهُمُ
ٱللَّهُ بِكُفۡرِهِمۡ فَقَلِيلٗا مَّا يُؤۡمِنُونَ

Wa qaaluuu quluubunaa ghulfun bal
la'anahumullahu bikufrihim faqaliilaa maa yu'minuun(a)
88.
Dan mereka berkata: "
Hati kami tertutup".
Tetapi sebenarnya Allah telah mengutuk mereka karena
keingkaran mereka; maka sedikit sekali mereka yang beriman.[1]

وَلَمَّا جَآءَهُمۡ كِتَٰبٌ مِّنۡ عِندِ ٱللَّهِ مُصَدِّقٌ لِّمَا
مَعَهُمۡ وَكَانُواْ مِن قَبۡلُ يَسۡتَفۡتِحُونَ عَلَى ٱلَّذِينَ
كَفَرُواْ فَلَمَّا جَآءَهُم مَّا عَرَفُواْ
كَفَرُواْ بِهِۦۚ فَلَعۡنَةُ ٱللَّهِ عَلَى ٱلۡكَٰفِرِينَ

Wa lammaa jaa-ahum kitaabun min 'indillahi mushaddiqun limaa ma'ahum
wa kaanuu min qablu yastaftihuuna 'alaal-ladziina kafaruu falammaa
jaa-ahum maa 'arafuu kafaruu bihii fala'natullahi 'alal kaafiriin(a)
Dan setelah datang kepada mereka Al Quran dari Allah yang membenarkan
apa yang ada pada mereka [70],
padahal sebelumnya mereka biasa memohon (kedatangan Nabi) untuk
mendapat kemenangan atas orang-orang kafir,
maka setelah datang kepada mereka apa yang
telah mereka ketahui, mereka lalu ingkar kepadanya.
Maka la'nat Allah-lah atas orang-orang yang ingkar itu."[1]

بِئۡسَمَا ٱشۡتَرَوۡاْ بِهِۦٓ أَنفُسَهُمۡ أَن يَكۡفُرُواْ بِمَآ
أَنزَلَ ٱللَّهُ بَغۡيًا أَن يُنَزِّلَ ٱللَّهُ مِن فَضۡلِهِۦ عَلَىٰ
مَن يَشَآءُ مِنۡ عِبَادِهِۦۖ فَبَآءُو بِغَضَبٍ
عَلَىٰ غَضَبٖۚ وَلِلۡكَٰفِرِينَ عَذَابٌ مُّهِينٌ

Bi'samaaasytarau bihii anfusahum an yakfuruu bimaa anzalallahu
baghyan an yunazzilallahu min fadhlihii 'alaa man yasyaa-u min
'ibaadihi fabaa-uu bighadhabin 'alaa
ghadhabin wa lilkaafiriina 'adzaabun muhiin(un)
Alangkah buruknya (hasil perbuatan) mereka yang menjual dirinya
sendiri dengan kekafiran kepada apa yang telah diturunkan Allah,
karena dengki bahwa Allah menurunkan karunia-Nya
kepada siapa yang dikehendaki-Nya diantara hamba-hamba-Nya.
Karena itu mereka mendapat murka sesudah (mendapat) kemurkaan [72].
Dan untuk orang-orang kafir siksaan yang menghinakan."

وَإِذَا قِيلَ لَهُمۡ ءَامِنُواْ بِمَآ أَنزَلَ ٱللَّهُ قَالُواْ
نُؤۡمِنُ بِمَآ أُنزِلَ عَلَيۡنَا وَيَكۡفُرُونَ بِمَا وَرَآءَهُۥ
وَهُوَ ٱلۡحَقُّ مُصَدِّقٗا لِّمَا مَعَهُمۡۗ قُلۡ فَلِمَ
تَقۡتُلُونَ أَنۢبِيَآءَ ٱللَّهِ مِن قَبۡلُ إِن كُنتُم مُّؤۡمِنِينَ

Wa idzaa qiila lahum aaminuu bimaa anzalallahu qaaluuu nu'minu bimaa
unzila 'alainaa wa yakfuruuna bimaa wa raa-ahu wa huwal haqqu
mushaddiqan limaa ma'ahum qul falima taqtuluuna
anbiyaa-allahi min qablu in kuntum mu'miniin(a)
91.
Dan apabila dikatakan kepada mereka: "
Berimanlah kepada Al Quran yang diturunkan Allah," mereka berkata: "
Kami hanya beriman kepada apa yang diturunkan kepada kami".
Dan mereka kafir kepada Al Quran yang
diturunkan sesudahnya, sedang Al Quran itu adalah (
Kitab) yang hak; yang membenarkan apa yang ada pada mereka.
Katakanlah: "
Mengapa kamu dahulu membunuh nabi-nabi
Allah jika benar kamu orang-orang yang beriman?"

⭐ Rate These Lyrics

Average: 0.0/5 • 0 ratings