Tentang Masa Depan / Satu Dua Langkah
๐ต 1700 characters
โฑ๏ธ 4:08 duration
๐ ID: 13683099
๐ Lyrics
Ku memaksa 'tuk membuka mata
Menelan semua yang tak dipinta
Hal yang telah kau impi-impikan
Terkadang hanya sebatas kisah
Biarkan ku memilih
Jalan yang kuharapkan
Yang bertahap mematahkan
Hati yang penuh mimpi
Melepas semua angan-angan
Yang perlahan menyiksa diri
Kuhapus semua yang tertulis
Walau mimpi tetap milik sendiri
Kutulis lirik di ruang tengah
Buang pandang ke arah jendela
Berandai-andai terlalu banyak
Terbuai terbang terlalu lunak
Jarang terjatuh, jarang tersungkur
Ibu bilang, "Ingat kau bersyukur"
Sesekali kembali ke bumi
Hati-hati terbakar matahari
Ku memaksa 'tuk membuka mata
Menelan semua yang tak dipinta
Hal yang telah kau impi-impikan
Terkadang hanya sebatas kisah
Kuusap hati dengan air mata
Indahnya semesta mengarang cerita
Tentang masa depan
Atau satu, dua langkah
Kepada yang berharap, kepada yang bermimpi
Jalannya akan terjal
Temboknya akan lebih kuat dan semakin tinggi
Tapi kita lebih dari ini (tentang masa depan, atau satu, dua langkah)
Hati ini tak sekuat besi
Tangis yang hadir dan mengobati
Mengucap syukur, mengubur diri
Mimpimu hanya milikmu sendiri
(Hati ini tak sekuat besi) Ku berduka
(Tangis yang hadir dan mengobati) Melepas yang abadi
(Mengucap syukur, mengubur diri) Ku berserah
(Mimpimu hanya milikmu sendiri) Memohon dan meminta
(Hati ini tak sekuat besi) Ku bertahan
(Tangis yang hadir dan mengobati) Tertawa dan menari
(Mengucap syukur, mengubur diri) Ku berdoa
(Mimpimu hanya milikmu sendiri) Tanpa besar harapan
(Hati ini tak sekuat besi) Ku berdiri
(Tangis yang hadir dan mengobati) Langit menjadi saksi
(Mengucap syukur, mengubur diri) Ku berbunga
(Hati ini tak sekuat besi) Terlahir dan merekah
Dan untuk doaku yang selalu mengiringi
Menelan semua yang tak dipinta
Hal yang telah kau impi-impikan
Terkadang hanya sebatas kisah
Biarkan ku memilih
Jalan yang kuharapkan
Yang bertahap mematahkan
Hati yang penuh mimpi
Melepas semua angan-angan
Yang perlahan menyiksa diri
Kuhapus semua yang tertulis
Walau mimpi tetap milik sendiri
Kutulis lirik di ruang tengah
Buang pandang ke arah jendela
Berandai-andai terlalu banyak
Terbuai terbang terlalu lunak
Jarang terjatuh, jarang tersungkur
Ibu bilang, "Ingat kau bersyukur"
Sesekali kembali ke bumi
Hati-hati terbakar matahari
Ku memaksa 'tuk membuka mata
Menelan semua yang tak dipinta
Hal yang telah kau impi-impikan
Terkadang hanya sebatas kisah
Kuusap hati dengan air mata
Indahnya semesta mengarang cerita
Tentang masa depan
Atau satu, dua langkah
Kepada yang berharap, kepada yang bermimpi
Jalannya akan terjal
Temboknya akan lebih kuat dan semakin tinggi
Tapi kita lebih dari ini (tentang masa depan, atau satu, dua langkah)
Hati ini tak sekuat besi
Tangis yang hadir dan mengobati
Mengucap syukur, mengubur diri
Mimpimu hanya milikmu sendiri
(Hati ini tak sekuat besi) Ku berduka
(Tangis yang hadir dan mengobati) Melepas yang abadi
(Mengucap syukur, mengubur diri) Ku berserah
(Mimpimu hanya milikmu sendiri) Memohon dan meminta
(Hati ini tak sekuat besi) Ku bertahan
(Tangis yang hadir dan mengobati) Tertawa dan menari
(Mengucap syukur, mengubur diri) Ku berdoa
(Mimpimu hanya milikmu sendiri) Tanpa besar harapan
(Hati ini tak sekuat besi) Ku berdiri
(Tangis yang hadir dan mengobati) Langit menjadi saksi
(Mengucap syukur, mengubur diri) Ku berbunga
(Hati ini tak sekuat besi) Terlahir dan merekah
Dan untuk doaku yang selalu mengiringi
โฑ๏ธ Synced Lyrics
[00:15.70] Ku memaksa 'tuk membuka mata
[00:20.09] Menelan semua yang tak dipinta
[00:24.26] Hal yang telah kau impi-impikan
[00:27.68] Terkadang hanya sebatas kisah
[00:33.75] Biarkan ku memilih
[00:37.78] Jalan yang kuharapkan
[00:41.62] Yang bertahap mematahkan
[00:44.65] Hati yang penuh mimpi
[00:49.06] Melepas semua angan-angan
[00:53.11] Yang perlahan menyiksa diri
[00:57.05] Kuhapus semua yang tertulis
[01:00.75] Walau mimpi tetap milik sendiri
[01:06.07]
[01:19.83] Kutulis lirik di ruang tengah
[01:24.18] Buang pandang ke arah jendela
[01:28.14] Berandai-andai terlalu banyak
[01:32.29] Terbuai terbang terlalu lunak
[01:37.82] Jarang terjatuh, jarang tersungkur
[01:41.84] Ibu bilang, "Ingat kau bersyukur"
[01:45.68] Sesekali kembali ke bumi
[01:49.75] Hati-hati terbakar matahari
[01:51.83] Ku memaksa 'tuk membuka mata
[01:56.13] Menelan semua yang tak dipinta
[02:00.18] Hal yang telah kau impi-impikan
[02:04.15] Terkadang hanya sebatas kisah
[02:08.05] Kuusap hati dengan air mata
[02:11.97] Indahnya semesta mengarang cerita
[02:19.52] Tentang masa depan
[02:21.51] Atau satu, dua langkah
[02:25.51] Kepada yang berharap, kepada yang bermimpi
[02:29.54] Jalannya akan terjal
[02:31.47] Temboknya akan lebih kuat dan semakin tinggi
[02:34.72] Tapi kita lebih dari ini (tentang masa depan, atau satu, dua langkah)
[02:39.72] Hati ini tak sekuat besi
[02:43.93] Tangis yang hadir dan mengobati
[02:47.81] Mengucap syukur, mengubur diri
[02:51.87] Mimpimu hanya milikmu sendiri
[02:55.82] (Hati ini tak sekuat besi) Ku berduka
[03:00.03] (Tangis yang hadir dan mengobati) Melepas yang abadi
[03:03.83] (Mengucap syukur, mengubur diri) Ku berserah
[03:07.88] (Mimpimu hanya milikmu sendiri) Memohon dan meminta
[03:12.05] (Hati ini tak sekuat besi) Ku bertahan
[03:15.99] (Tangis yang hadir dan mengobati) Tertawa dan menari
[03:19.84] (Mengucap syukur, mengubur diri) Ku berdoa
[03:24.09] (Mimpimu hanya milikmu sendiri) Tanpa besar harapan
[03:28.07] (Hati ini tak sekuat besi) Ku berdiri
[03:32.08] (Tangis yang hadir dan mengobati) Langit menjadi saksi
[03:35.98] (Mengucap syukur, mengubur diri) Ku berbunga
[03:39.90] (Hati ini tak sekuat besi) Terlahir dan merekah
[04:00.33] Dan untuk doaku yang selalu mengiringi
[04:04.07]
[00:20.09] Menelan semua yang tak dipinta
[00:24.26] Hal yang telah kau impi-impikan
[00:27.68] Terkadang hanya sebatas kisah
[00:33.75] Biarkan ku memilih
[00:37.78] Jalan yang kuharapkan
[00:41.62] Yang bertahap mematahkan
[00:44.65] Hati yang penuh mimpi
[00:49.06] Melepas semua angan-angan
[00:53.11] Yang perlahan menyiksa diri
[00:57.05] Kuhapus semua yang tertulis
[01:00.75] Walau mimpi tetap milik sendiri
[01:06.07]
[01:19.83] Kutulis lirik di ruang tengah
[01:24.18] Buang pandang ke arah jendela
[01:28.14] Berandai-andai terlalu banyak
[01:32.29] Terbuai terbang terlalu lunak
[01:37.82] Jarang terjatuh, jarang tersungkur
[01:41.84] Ibu bilang, "Ingat kau bersyukur"
[01:45.68] Sesekali kembali ke bumi
[01:49.75] Hati-hati terbakar matahari
[01:51.83] Ku memaksa 'tuk membuka mata
[01:56.13] Menelan semua yang tak dipinta
[02:00.18] Hal yang telah kau impi-impikan
[02:04.15] Terkadang hanya sebatas kisah
[02:08.05] Kuusap hati dengan air mata
[02:11.97] Indahnya semesta mengarang cerita
[02:19.52] Tentang masa depan
[02:21.51] Atau satu, dua langkah
[02:25.51] Kepada yang berharap, kepada yang bermimpi
[02:29.54] Jalannya akan terjal
[02:31.47] Temboknya akan lebih kuat dan semakin tinggi
[02:34.72] Tapi kita lebih dari ini (tentang masa depan, atau satu, dua langkah)
[02:39.72] Hati ini tak sekuat besi
[02:43.93] Tangis yang hadir dan mengobati
[02:47.81] Mengucap syukur, mengubur diri
[02:51.87] Mimpimu hanya milikmu sendiri
[02:55.82] (Hati ini tak sekuat besi) Ku berduka
[03:00.03] (Tangis yang hadir dan mengobati) Melepas yang abadi
[03:03.83] (Mengucap syukur, mengubur diri) Ku berserah
[03:07.88] (Mimpimu hanya milikmu sendiri) Memohon dan meminta
[03:12.05] (Hati ini tak sekuat besi) Ku bertahan
[03:15.99] (Tangis yang hadir dan mengobati) Tertawa dan menari
[03:19.84] (Mengucap syukur, mengubur diri) Ku berdoa
[03:24.09] (Mimpimu hanya milikmu sendiri) Tanpa besar harapan
[03:28.07] (Hati ini tak sekuat besi) Ku berdiri
[03:32.08] (Tangis yang hadir dan mengobati) Langit menjadi saksi
[03:35.98] (Mengucap syukur, mengubur diri) Ku berbunga
[03:39.90] (Hati ini tak sekuat besi) Terlahir dan merekah
[04:00.33] Dan untuk doaku yang selalu mengiringi
[04:04.07]