Rekah Bungaku Dalam Dystopia
๐ต 1729 characters
โฑ๏ธ 2:47 duration
๐ ID: 14076125
๐ Lyrics
Rasa tak apa
Rekah bungaku dalam dystopia
Torso telan amarah
Tak lagi berharap banyak, mata menatap langit tak lagi bertanya
Mereka bilang, "Teruskan, ini akan berlalu
Semalam lagi menahan malu, keep it up"
I'll keep it up, hingga tubuh dan organ dalam membiru
Dikamar ini, hanya tuhan yang tau bahwa ku lukis kelabu
Dikamar ini, hanya tuhan yang tau ku taruhkan hidupku
Tak ada yang peduli, itu kenapa ku juga tak peduli, aye
Tak ada yang peduli, itu kenapa kau juga tak peduli, yah
Berbaring rendah, setan diujung kamar tersenyum indah
Rekah bungaku dalam dystopia
Mereka tanya apa ku bahagia
"Huh?" Ku lontar seringai ku pada mereka
Tau ku distorsi tak berwajah
Tumbuh dewasa, namun masih sama
Kau dan aku hina, hanya beda pilih dosa
Sarkas tertawa, merah merona senyum iblis diwajah
Jangan tanya yang kurasa, karna kini ku rasa hampa
Rasa tak apa
Rekah bungaku dalam dystopia
Torso telan amarah
Tak lagi berharap banyak, mata menatap langit tak lagi bertanya
Mereka bilang, "Teruskan, ini akan berlalu
Semalam lagi menahan malu, keep it up"
I'll keep it up, hingga tubuh dan organ dalam membiru
Dikamar ini, hanya tuhan yang tau bahwa ku lukis kelabu
Dikamar ini, hanya tuhan yang tau ku taruhkan hidupku
Tak ada yang peduli, itu kenapa ku juga tak peduli, aye
Tak ada yang peduli, itu kenapa kau juga tak peduli, yah
Dimataku tak tau apa yang nyata
Hapuskan sunyi namun tinggalkan luka
Dia buat tawa kini tak lagi sama
Void dijiwa itu yang tersisa, aye
Hidup dalam limbo, ku tak coba lari
Tumbuh dewasa hanya ingin sembunyi
Bilang pada diri, untuk tak lagi peduli
Tau fakta bahwa di bab akhir kau dan aku mati
Ku bakar semua jembatan yang ada antara kau dan aku
Kini lihat ku dari jauh, jadi apa yang tak pernah kau mau
Rekah bungaku dalam dystopia
Torso telan amarah
Tak lagi berharap banyak, mata menatap langit tak lagi bertanya
Mereka bilang, "Teruskan, ini akan berlalu
Semalam lagi menahan malu, keep it up"
I'll keep it up, hingga tubuh dan organ dalam membiru
Dikamar ini, hanya tuhan yang tau bahwa ku lukis kelabu
Dikamar ini, hanya tuhan yang tau ku taruhkan hidupku
Tak ada yang peduli, itu kenapa ku juga tak peduli, aye
Tak ada yang peduli, itu kenapa kau juga tak peduli, yah
Berbaring rendah, setan diujung kamar tersenyum indah
Rekah bungaku dalam dystopia
Mereka tanya apa ku bahagia
"Huh?" Ku lontar seringai ku pada mereka
Tau ku distorsi tak berwajah
Tumbuh dewasa, namun masih sama
Kau dan aku hina, hanya beda pilih dosa
Sarkas tertawa, merah merona senyum iblis diwajah
Jangan tanya yang kurasa, karna kini ku rasa hampa
Rasa tak apa
Rekah bungaku dalam dystopia
Torso telan amarah
Tak lagi berharap banyak, mata menatap langit tak lagi bertanya
Mereka bilang, "Teruskan, ini akan berlalu
Semalam lagi menahan malu, keep it up"
I'll keep it up, hingga tubuh dan organ dalam membiru
Dikamar ini, hanya tuhan yang tau bahwa ku lukis kelabu
Dikamar ini, hanya tuhan yang tau ku taruhkan hidupku
Tak ada yang peduli, itu kenapa ku juga tak peduli, aye
Tak ada yang peduli, itu kenapa kau juga tak peduli, yah
Dimataku tak tau apa yang nyata
Hapuskan sunyi namun tinggalkan luka
Dia buat tawa kini tak lagi sama
Void dijiwa itu yang tersisa, aye
Hidup dalam limbo, ku tak coba lari
Tumbuh dewasa hanya ingin sembunyi
Bilang pada diri, untuk tak lagi peduli
Tau fakta bahwa di bab akhir kau dan aku mati
Ku bakar semua jembatan yang ada antara kau dan aku
Kini lihat ku dari jauh, jadi apa yang tak pernah kau mau
โฑ๏ธ Synced Lyrics
[00:16.75] Rasa tak apa
[00:19.05] Rekah bungaku dalam dystopia
[00:20.80] Torso telan amarah
[00:22.77] Tak lagi berharap banyak, mata menatap langit tak lagi bertanya
[00:27.17] Mereka bilang, "Teruskan, ini akan berlalu
[00:29.71] Semalam lagi menahan malu, keep it up"
[00:32.39] I'll keep it up, hingga tubuh dan organ dalam membiru
[00:36.05] Dikamar ini, hanya tuhan yang tau bahwa ku lukis kelabu
[00:40.21] Dikamar ini, hanya tuhan yang tau ku taruhkan hidupku
[00:44.73] Tak ada yang peduli, itu kenapa ku juga tak peduli, aye
[00:49.22] Tak ada yang peduli, itu kenapa kau juga tak peduli, yah
[00:53.97] Berbaring rendah, setan diujung kamar tersenyum indah
[00:57.39] Rekah bungaku dalam dystopia
[00:59.70] Mereka tanya apa ku bahagia
[01:02.09] "Huh?" Ku lontar seringai ku pada mereka
[01:04.62] Tau ku distorsi tak berwajah
[01:06.54] Tumbuh dewasa, namun masih sama
[01:08.38] Kau dan aku hina, hanya beda pilih dosa
[01:11.46] Sarkas tertawa, merah merona senyum iblis diwajah
[01:16.14] Jangan tanya yang kurasa, karna kini ku rasa hampa
[01:27.91] Rasa tak apa
[01:30.09] Rekah bungaku dalam dystopia
[01:32.13] Torso telan amarah
[01:33.88] Tak lagi berharap banyak, mata menatap langit tak lagi bertanya
[01:38.05] Mereka bilang, "Teruskan, ini akan berlalu
[01:40.93] Semalam lagi menahan malu, keep it up"
[01:43.71] I'll keep it up, hingga tubuh dan organ dalam membiru
[01:47.13] Dikamar ini, hanya tuhan yang tau bahwa ku lukis kelabu
[01:51.40] Dikamar ini, hanya tuhan yang tau ku taruhkan hidupku
[01:55.87] Tak ada yang peduli, itu kenapa ku juga tak peduli, aye
[02:00.65] Tak ada yang peduli, itu kenapa kau juga tak peduli, yah
[02:04.05] Dimataku tak tau apa yang nyata
[02:06.21] Hapuskan sunyi namun tinggalkan luka
[02:08.35] Dia buat tawa kini tak lagi sama
[02:10.61] Void dijiwa itu yang tersisa, aye
[02:13.59] Hidup dalam limbo, ku tak coba lari
[02:15.67] Tumbuh dewasa hanya ingin sembunyi
[02:18.08] Bilang pada diri, untuk tak lagi peduli
[02:20.14] Tau fakta bahwa di bab akhir kau dan aku mati
[02:22.69] Ku bakar semua jembatan yang ada antara kau dan aku
[02:27.13] Kini lihat ku dari jauh, jadi apa yang tak pernah kau mau
[02:32.65]
[00:19.05] Rekah bungaku dalam dystopia
[00:20.80] Torso telan amarah
[00:22.77] Tak lagi berharap banyak, mata menatap langit tak lagi bertanya
[00:27.17] Mereka bilang, "Teruskan, ini akan berlalu
[00:29.71] Semalam lagi menahan malu, keep it up"
[00:32.39] I'll keep it up, hingga tubuh dan organ dalam membiru
[00:36.05] Dikamar ini, hanya tuhan yang tau bahwa ku lukis kelabu
[00:40.21] Dikamar ini, hanya tuhan yang tau ku taruhkan hidupku
[00:44.73] Tak ada yang peduli, itu kenapa ku juga tak peduli, aye
[00:49.22] Tak ada yang peduli, itu kenapa kau juga tak peduli, yah
[00:53.97] Berbaring rendah, setan diujung kamar tersenyum indah
[00:57.39] Rekah bungaku dalam dystopia
[00:59.70] Mereka tanya apa ku bahagia
[01:02.09] "Huh?" Ku lontar seringai ku pada mereka
[01:04.62] Tau ku distorsi tak berwajah
[01:06.54] Tumbuh dewasa, namun masih sama
[01:08.38] Kau dan aku hina, hanya beda pilih dosa
[01:11.46] Sarkas tertawa, merah merona senyum iblis diwajah
[01:16.14] Jangan tanya yang kurasa, karna kini ku rasa hampa
[01:27.91] Rasa tak apa
[01:30.09] Rekah bungaku dalam dystopia
[01:32.13] Torso telan amarah
[01:33.88] Tak lagi berharap banyak, mata menatap langit tak lagi bertanya
[01:38.05] Mereka bilang, "Teruskan, ini akan berlalu
[01:40.93] Semalam lagi menahan malu, keep it up"
[01:43.71] I'll keep it up, hingga tubuh dan organ dalam membiru
[01:47.13] Dikamar ini, hanya tuhan yang tau bahwa ku lukis kelabu
[01:51.40] Dikamar ini, hanya tuhan yang tau ku taruhkan hidupku
[01:55.87] Tak ada yang peduli, itu kenapa ku juga tak peduli, aye
[02:00.65] Tak ada yang peduli, itu kenapa kau juga tak peduli, yah
[02:04.05] Dimataku tak tau apa yang nyata
[02:06.21] Hapuskan sunyi namun tinggalkan luka
[02:08.35] Dia buat tawa kini tak lagi sama
[02:10.61] Void dijiwa itu yang tersisa, aye
[02:13.59] Hidup dalam limbo, ku tak coba lari
[02:15.67] Tumbuh dewasa hanya ingin sembunyi
[02:18.08] Bilang pada diri, untuk tak lagi peduli
[02:20.14] Tau fakta bahwa di bab akhir kau dan aku mati
[02:22.69] Ku bakar semua jembatan yang ada antara kau dan aku
[02:27.13] Kini lihat ku dari jauh, jadi apa yang tak pernah kau mau
[02:32.65]