Cerita Cinta Suminah Dan Tukang Sapu (Tokoh II)
๐ต 1003 characters
โฑ๏ธ 4:12 duration
๐ ID: 14106953
๐ Lyrics
Malam yang pekat terasa menyiksa
Duduk sendirian di bangku pasar
Nyamuk terbang layang sesekali hinggap
Menunggu pagi datang, menunggu kehidupan
Ia enggan tertidur, ia enggan bermimpi
Senyum yang menawan gadis kebaya jingga, ho ho ho
Dinyalangkan matanya, dipeluk erat bayangnya
Suminah pilar timur, anak pedagang sayur
Dicari sesobek kertas, dicari sepotong arang
Ia menggambar sebisanya
Asal bisa terungkapkan perasaan yang menggebu
"Suminah, aku cinta kamu!"
Berjalan mengendap-endap menuju sudut pilar timur
Disorongkan hati yang terpanah, hm
Semoga Suminah mengerti, ho ho ho ho
Cinta cucu Adam begitu sederhana
Tapi makna yang tersimpul begitu agung
Seorang tukang sapu punya cara sendiri
Meramu adonan cinta, ia berhak menikmati
Dicari sesobek kertas, dicari sepotong arang
Ia menggambar sebisanya
Asal bisa terungkapkan perasaan yang menggebu
"Suminah, aku cinta kamu!"
Berjalan mengendap-endap menuju sudut pilar timur
Disorongkan hati yang terpanah, ho
Semoga Suminah mengerti, ho ho ho ho
Duduk sendirian di bangku pasar
Nyamuk terbang layang sesekali hinggap
Menunggu pagi datang, menunggu kehidupan
Ia enggan tertidur, ia enggan bermimpi
Senyum yang menawan gadis kebaya jingga, ho ho ho
Dinyalangkan matanya, dipeluk erat bayangnya
Suminah pilar timur, anak pedagang sayur
Dicari sesobek kertas, dicari sepotong arang
Ia menggambar sebisanya
Asal bisa terungkapkan perasaan yang menggebu
"Suminah, aku cinta kamu!"
Berjalan mengendap-endap menuju sudut pilar timur
Disorongkan hati yang terpanah, hm
Semoga Suminah mengerti, ho ho ho ho
Cinta cucu Adam begitu sederhana
Tapi makna yang tersimpul begitu agung
Seorang tukang sapu punya cara sendiri
Meramu adonan cinta, ia berhak menikmati
Dicari sesobek kertas, dicari sepotong arang
Ia menggambar sebisanya
Asal bisa terungkapkan perasaan yang menggebu
"Suminah, aku cinta kamu!"
Berjalan mengendap-endap menuju sudut pilar timur
Disorongkan hati yang terpanah, ho
Semoga Suminah mengerti, ho ho ho ho
โฑ๏ธ Synced Lyrics
[00:20.60] Malam yang pekat terasa menyiksa
[00:27.78] Duduk sendirian di bangku pasar
[00:34.75]
[00:37.04] Nyamuk terbang layang sesekali hinggap
[00:45.09] Menunggu pagi datang, menunggu kehidupan
[00:54.23] Ia enggan tertidur, ia enggan bermimpi
[01:01.78] Senyum yang menawan gadis kebaya jingga, ho ho ho
[01:11.01] Dinyalangkan matanya, dipeluk erat bayangnya
[01:18.56] Suminah pilar timur, anak pedagang sayur
[01:24.95]
[01:28.45] Dicari sesobek kertas, dicari sepotong arang
[01:35.26] Ia menggambar sebisanya
[01:40.95]
[01:43.22] Asal bisa terungkapkan perasaan yang menggebu
[01:50.35] "Suminah, aku cinta kamu!"
[01:56.23]
[01:58.33] Berjalan mengendap-endap menuju sudut pilar timur
[02:05.02] Disorongkan hati yang terpanah, hm
[02:11.34] Semoga Suminah mengerti, ho ho ho ho
[02:21.34]
[02:24.80] Cinta cucu Adam begitu sederhana
[02:31.81] Tapi makna yang tersimpul begitu agung
[02:41.11] Seorang tukang sapu punya cara sendiri
[02:48.92] Meramu adonan cinta, ia berhak menikmati
[02:56.98]
[03:15.23] Dicari sesobek kertas, dicari sepotong arang
[03:22.19] Ia menggambar sebisanya
[03:28.07]
[03:30.18] Asal bisa terungkapkan perasaan yang menggebu
[03:37.07] "Suminah, aku cinta kamu!"
[03:45.05] Berjalan mengendap-endap menuju sudut pilar timur
[03:52.20] Disorongkan hati yang terpanah, ho
[03:58.13] Semoga Suminah mengerti, ho ho ho ho
[04:05.95]
[00:27.78] Duduk sendirian di bangku pasar
[00:34.75]
[00:37.04] Nyamuk terbang layang sesekali hinggap
[00:45.09] Menunggu pagi datang, menunggu kehidupan
[00:54.23] Ia enggan tertidur, ia enggan bermimpi
[01:01.78] Senyum yang menawan gadis kebaya jingga, ho ho ho
[01:11.01] Dinyalangkan matanya, dipeluk erat bayangnya
[01:18.56] Suminah pilar timur, anak pedagang sayur
[01:24.95]
[01:28.45] Dicari sesobek kertas, dicari sepotong arang
[01:35.26] Ia menggambar sebisanya
[01:40.95]
[01:43.22] Asal bisa terungkapkan perasaan yang menggebu
[01:50.35] "Suminah, aku cinta kamu!"
[01:56.23]
[01:58.33] Berjalan mengendap-endap menuju sudut pilar timur
[02:05.02] Disorongkan hati yang terpanah, hm
[02:11.34] Semoga Suminah mengerti, ho ho ho ho
[02:21.34]
[02:24.80] Cinta cucu Adam begitu sederhana
[02:31.81] Tapi makna yang tersimpul begitu agung
[02:41.11] Seorang tukang sapu punya cara sendiri
[02:48.92] Meramu adonan cinta, ia berhak menikmati
[02:56.98]
[03:15.23] Dicari sesobek kertas, dicari sepotong arang
[03:22.19] Ia menggambar sebisanya
[03:28.07]
[03:30.18] Asal bisa terungkapkan perasaan yang menggebu
[03:37.07] "Suminah, aku cinta kamu!"
[03:45.05] Berjalan mengendap-endap menuju sudut pilar timur
[03:52.20] Disorongkan hati yang terpanah, ho
[03:58.13] Semoga Suminah mengerti, ho ho ho ho
[04:05.95]