Yang Telah Selesai
๐ต 987 characters
โฑ๏ธ 4:40 duration
๐ ID: 14106962
๐ Lyrics
Jangankan untuk berpikir
Sedang mendengar pun enggan
Jeritan pilu lewat bagai angin
Jantungnya telah membeku
Jantungnya telah membeku
Lupa segala-galanya
Tak merah, tak juga jingga
Rintihan kelu tak ubah nyanyian
Ibanya telah membatu
Ibanya telah membatu
Semakin hari makin tak peduli
Semua harapan telah pupus
Matanya kosong, sinarnya binasa
Bibirnya rapat terkunci
Dia bukan milik kita lagi
Terselubung dalam sepi
Masa lalunya begitu gelap
Benturan demi benturan
Begitu berat menekan
Jangankan untuk menyapa
Sedang menoleh pun enggan
Lampu jalanan perlahan padam
Dia hanya pantas dikenang
Dia hanya pantas dikenang
Sekali waktu terbangun
Nafasnya tersendat-sendat
Sumpah serapah yang ia gumamkan
Dia hanya pantas dikenang
Dia hanya pantas dikenang
Semakin hari makin tak peduli
Semua harapan telah pupus
Matanya kosong, sinarnya binasa
Bibirnya rapat terkunci
Dia bukan milik kita lagi
Terselubung dalam sepi
Masa lalunya begitu gelap
Benturan demi benturan
Begitu berat menekan
Sedang mendengar pun enggan
Jeritan pilu lewat bagai angin
Jantungnya telah membeku
Jantungnya telah membeku
Lupa segala-galanya
Tak merah, tak juga jingga
Rintihan kelu tak ubah nyanyian
Ibanya telah membatu
Ibanya telah membatu
Semakin hari makin tak peduli
Semua harapan telah pupus
Matanya kosong, sinarnya binasa
Bibirnya rapat terkunci
Dia bukan milik kita lagi
Terselubung dalam sepi
Masa lalunya begitu gelap
Benturan demi benturan
Begitu berat menekan
Jangankan untuk menyapa
Sedang menoleh pun enggan
Lampu jalanan perlahan padam
Dia hanya pantas dikenang
Dia hanya pantas dikenang
Sekali waktu terbangun
Nafasnya tersendat-sendat
Sumpah serapah yang ia gumamkan
Dia hanya pantas dikenang
Dia hanya pantas dikenang
Semakin hari makin tak peduli
Semua harapan telah pupus
Matanya kosong, sinarnya binasa
Bibirnya rapat terkunci
Dia bukan milik kita lagi
Terselubung dalam sepi
Masa lalunya begitu gelap
Benturan demi benturan
Begitu berat menekan
โฑ๏ธ Synced Lyrics
[00:37.74] Jangankan untuk berpikir
[00:42.59] Sedang mendengar pun enggan
[00:47.57] Jeritan pilu lewat bagai angin
[00:52.28] Jantungnya telah membeku
[00:57.08] Jantungnya telah membeku
[01:04.10] Lupa segala-galanya
[01:08.53] Tak merah, tak juga jingga
[01:13.77] Rintihan kelu tak ubah nyanyian
[01:19.06] Ibanya telah membatu
[01:23.16] Ibanya telah membatu
[01:31.01] Semakin hari makin tak peduli
[01:35.84] Semua harapan telah pupus
[01:43.22] Matanya kosong, sinarnya binasa
[01:48.37] Bibirnya rapat terkunci
[01:53.01] Dia bukan milik kita lagi
[01:57.95] Terselubung dalam sepi
[02:02.98] Masa lalunya begitu gelap
[02:07.63] Benturan demi benturan
[02:12.59] Begitu berat menekan
[02:49.05] Jangankan untuk menyapa
[02:53.86] Sedang menoleh pun enggan
[02:58.51] Lampu jalanan perlahan padam
[03:02.98] Dia hanya pantas dikenang
[03:07.77] Dia hanya pantas dikenang
[03:15.09] Sekali waktu terbangun
[03:19.31] Nafasnya tersendat-sendat
[03:24.00] Sumpah serapah yang ia gumamkan
[03:29.32] Dia hanya pantas dikenang
[03:33.89] Dia hanya pantas dikenang
[03:40.96] Semakin hari makin tak peduli
[03:45.82] Semua harapan telah pupus
[03:52.93] Matanya kosong, sinarnya binasa
[03:57.75] Bibirnya rapat terkunci
[04:02.70] Dia bukan milik kita lagi
[04:07.61] Terselubung dalam sepi
[04:12.64] Masa lalunya begitu gelap
[04:17.51] Benturan demi benturan
[04:22.24] Begitu berat menekan
[04:36.22]
[00:42.59] Sedang mendengar pun enggan
[00:47.57] Jeritan pilu lewat bagai angin
[00:52.28] Jantungnya telah membeku
[00:57.08] Jantungnya telah membeku
[01:04.10] Lupa segala-galanya
[01:08.53] Tak merah, tak juga jingga
[01:13.77] Rintihan kelu tak ubah nyanyian
[01:19.06] Ibanya telah membatu
[01:23.16] Ibanya telah membatu
[01:31.01] Semakin hari makin tak peduli
[01:35.84] Semua harapan telah pupus
[01:43.22] Matanya kosong, sinarnya binasa
[01:48.37] Bibirnya rapat terkunci
[01:53.01] Dia bukan milik kita lagi
[01:57.95] Terselubung dalam sepi
[02:02.98] Masa lalunya begitu gelap
[02:07.63] Benturan demi benturan
[02:12.59] Begitu berat menekan
[02:49.05] Jangankan untuk menyapa
[02:53.86] Sedang menoleh pun enggan
[02:58.51] Lampu jalanan perlahan padam
[03:02.98] Dia hanya pantas dikenang
[03:07.77] Dia hanya pantas dikenang
[03:15.09] Sekali waktu terbangun
[03:19.31] Nafasnya tersendat-sendat
[03:24.00] Sumpah serapah yang ia gumamkan
[03:29.32] Dia hanya pantas dikenang
[03:33.89] Dia hanya pantas dikenang
[03:40.96] Semakin hari makin tak peduli
[03:45.82] Semua harapan telah pupus
[03:52.93] Matanya kosong, sinarnya binasa
[03:57.75] Bibirnya rapat terkunci
[04:02.70] Dia bukan milik kita lagi
[04:07.61] Terselubung dalam sepi
[04:12.64] Masa lalunya begitu gelap
[04:17.51] Benturan demi benturan
[04:22.24] Begitu berat menekan
[04:36.22]