Jakarta II
๐ต 902 characters
โฑ๏ธ 3:30 duration
๐ ID: 14305850
๐ Lyrics
Ada yang difikirkan sebelum tertidur
Anaknya yang mungil dan bermata jernih
Ada yang disesali kenapa berangkat
Tinggalkan kampung halaman yang ramah tamah
Dikenang kembali wajah bulat telur istrinya
Dengan lengan yang legam dan rambut kemerahan terbakar matahari
Seperti didengar lagi gerit daun pintu bambu
Lenguh sapi perahan, dan anak-anak angsa bermain di halaman
Apa yang dibayangkan tentang Jakarta
Ternyata sangatlah jauh berbeda
Apa yang diimpikan, terpaksa ditanggalkan
Semangatnya yang membara, perlahan padam
Kini ia tidur terlentang di pinggiran jalan
Berselimut sarung tua, bekal dari kerabatnya yang masih tersisa
Ingin ditulis sepucuk surat buat istrinya
Bahwa di Jakarta ini bukanlah tempat yang ramah
Dan dia ingin kembali
Tapi sebagai lelaki, ia pantang menyerah
Meski badai melanda, ia terus melangkah
Ada sepotong doa, tersimpan di saku
Kenangan merah jingga memaksanya bertahan
Anaknya yang mungil dan bermata jernih
Ada yang disesali kenapa berangkat
Tinggalkan kampung halaman yang ramah tamah
Dikenang kembali wajah bulat telur istrinya
Dengan lengan yang legam dan rambut kemerahan terbakar matahari
Seperti didengar lagi gerit daun pintu bambu
Lenguh sapi perahan, dan anak-anak angsa bermain di halaman
Apa yang dibayangkan tentang Jakarta
Ternyata sangatlah jauh berbeda
Apa yang diimpikan, terpaksa ditanggalkan
Semangatnya yang membara, perlahan padam
Kini ia tidur terlentang di pinggiran jalan
Berselimut sarung tua, bekal dari kerabatnya yang masih tersisa
Ingin ditulis sepucuk surat buat istrinya
Bahwa di Jakarta ini bukanlah tempat yang ramah
Dan dia ingin kembali
Tapi sebagai lelaki, ia pantang menyerah
Meski badai melanda, ia terus melangkah
Ada sepotong doa, tersimpan di saku
Kenangan merah jingga memaksanya bertahan
โฑ๏ธ Synced Lyrics
[00:14.43] Ada yang difikirkan sebelum tertidur
[00:21.24] Anaknya yang mungil dan bermata jernih
[00:29.89] Ada yang disesali kenapa berangkat
[00:36.73] Tinggalkan kampung halaman yang ramah tamah
[00:43.12]
[00:45.60] Dikenang kembali wajah bulat telur istrinya
[00:52.52] Dengan lengan yang legam dan rambut kemerahan terbakar matahari
[01:02.35]
[01:04.73] Seperti didengar lagi gerit daun pintu bambu
[01:11.58] Lenguh sapi perahan, dan anak-anak angsa bermain di halaman
[01:22.27]
[01:34.28] Apa yang dibayangkan tentang Jakarta
[01:41.55] Ternyata sangatlah jauh berbeda
[01:50.09] Apa yang diimpikan, terpaksa ditanggalkan
[01:57.14] Semangatnya yang membara, perlahan padam
[02:05.37] Kini ia tidur terlentang di pinggiran jalan
[02:12.37] Berselimut sarung tua, bekal dari kerabatnya yang masih tersisa
[02:24.55] Ingin ditulis sepucuk surat buat istrinya
[02:31.23] Bahwa di Jakarta ini bukanlah tempat yang ramah
[02:37.95] Dan dia ingin kembali
[02:43.64] Tapi sebagai lelaki, ia pantang menyerah
[02:50.81] Meski badai melanda, ia terus melangkah
[02:57.52]
[02:59.57] Ada sepotong doa, tersimpan di saku
[03:06.57] Kenangan merah jingga memaksanya bertahan
[03:11.90]
[00:21.24] Anaknya yang mungil dan bermata jernih
[00:29.89] Ada yang disesali kenapa berangkat
[00:36.73] Tinggalkan kampung halaman yang ramah tamah
[00:43.12]
[00:45.60] Dikenang kembali wajah bulat telur istrinya
[00:52.52] Dengan lengan yang legam dan rambut kemerahan terbakar matahari
[01:02.35]
[01:04.73] Seperti didengar lagi gerit daun pintu bambu
[01:11.58] Lenguh sapi perahan, dan anak-anak angsa bermain di halaman
[01:22.27]
[01:34.28] Apa yang dibayangkan tentang Jakarta
[01:41.55] Ternyata sangatlah jauh berbeda
[01:50.09] Apa yang diimpikan, terpaksa ditanggalkan
[01:57.14] Semangatnya yang membara, perlahan padam
[02:05.37] Kini ia tidur terlentang di pinggiran jalan
[02:12.37] Berselimut sarung tua, bekal dari kerabatnya yang masih tersisa
[02:24.55] Ingin ditulis sepucuk surat buat istrinya
[02:31.23] Bahwa di Jakarta ini bukanlah tempat yang ramah
[02:37.95] Dan dia ingin kembali
[02:43.64] Tapi sebagai lelaki, ia pantang menyerah
[02:50.81] Meski badai melanda, ia terus melangkah
[02:57.52]
[02:59.57] Ada sepotong doa, tersimpan di saku
[03:06.57] Kenangan merah jingga memaksanya bertahan
[03:11.90]