Tobat
๐ต 1354 characters
โฑ๏ธ 3:46 duration
๐ ID: 14986241
๐ Lyrics
Huh, kusut, tampangnya s'makin kusut
Hampir tiap hari kerjaannya nyabu
Itu badan udah kayak barang butut
Tapi masih aja gak kapok ngesut
Huh, kalut, jadi s'makin kalut
Saat bodi nuntut, udah mesti ngesut
Di kantong yang ada cuma cepekan kusut
Terpaksa barang yang dikebiri
Pergaulan metropolitan gak kenal batasan
Malah terkadang ugal-ugalan
Kebebasan didapat tanpa landasan
Gak bisa dipertanggungjawabkan
Gak pernah mau ambil peduli
Meski banyak orang coba menghakimi
Gak mikir gimana masa depan nanti
Yang penting sekarang bisa happy
Gak usah dipikir (uh!)
Bagaimana nanti (yang penting bisa happy)
Yang penting sekarang (uh!)
Asal bisa happy (bagaimana nanti)
Uh!
Uh!
Waktu semakin cepat berpacu
Kepedihan datang, gak kunjung hilang
Menyiksa, merongrong, menyakitinya
Entah sampai kapan 'kan t'rus begini
Sebentuk kasih, cinta, dan harapan
Perlahan pasti sadarkan dirinya
Membuka mata hati yang seakan pernah mati
Dan berkata, "Saatnya kembali!"
Bangkit, kembali (uh!)
Saatnya mesti bangkit (saatnya mesti bangkit)
Bangkit, kembali (hei!)
Lupakan yang terjadi (bangkit kembali)
Bangkit, kembali (uh!)
Saatnya mesti bangkit (saatnya mesti bangkit)
Bangkit, kembali (uh!)
Lupakan yang terjadi (kembali bangkit)
Bangkit, kembali (hei!)
Saatnya mesti bangkit (saatnya mesti bangkit)
Bangkit, kembali (hei!)
Lupakan yang terjadi (kembali bangkit)
Hampir tiap hari kerjaannya nyabu
Itu badan udah kayak barang butut
Tapi masih aja gak kapok ngesut
Huh, kalut, jadi s'makin kalut
Saat bodi nuntut, udah mesti ngesut
Di kantong yang ada cuma cepekan kusut
Terpaksa barang yang dikebiri
Pergaulan metropolitan gak kenal batasan
Malah terkadang ugal-ugalan
Kebebasan didapat tanpa landasan
Gak bisa dipertanggungjawabkan
Gak pernah mau ambil peduli
Meski banyak orang coba menghakimi
Gak mikir gimana masa depan nanti
Yang penting sekarang bisa happy
Gak usah dipikir (uh!)
Bagaimana nanti (yang penting bisa happy)
Yang penting sekarang (uh!)
Asal bisa happy (bagaimana nanti)
Uh!
Uh!
Waktu semakin cepat berpacu
Kepedihan datang, gak kunjung hilang
Menyiksa, merongrong, menyakitinya
Entah sampai kapan 'kan t'rus begini
Sebentuk kasih, cinta, dan harapan
Perlahan pasti sadarkan dirinya
Membuka mata hati yang seakan pernah mati
Dan berkata, "Saatnya kembali!"
Bangkit, kembali (uh!)
Saatnya mesti bangkit (saatnya mesti bangkit)
Bangkit, kembali (hei!)
Lupakan yang terjadi (bangkit kembali)
Bangkit, kembali (uh!)
Saatnya mesti bangkit (saatnya mesti bangkit)
Bangkit, kembali (uh!)
Lupakan yang terjadi (kembali bangkit)
Bangkit, kembali (hei!)
Saatnya mesti bangkit (saatnya mesti bangkit)
Bangkit, kembali (hei!)
Lupakan yang terjadi (kembali bangkit)
โฑ๏ธ Synced Lyrics
[00:34.47] Huh, kusut, tampangnya s'makin kusut
[00:38.02] Hampir tiap hari kerjaannya nyabu
[00:41.15] Itu badan udah kayak barang butut
[00:43.95] Tapi masih aja gak kapok ngesut
[00:47.03] Huh, kalut, jadi s'makin kalut
[00:49.79] Saat bodi nuntut, udah mesti ngesut
[00:52.75] Di kantong yang ada cuma cepekan kusut
[00:55.59] Terpaksa barang yang dikebiri
[00:58.76]
[01:15.42] Pergaulan metropolitan gak kenal batasan
[01:18.84] Malah terkadang ugal-ugalan
[01:21.98] Kebebasan didapat tanpa landasan
[01:24.45] Gak bisa dipertanggungjawabkan
[01:27.73] Gak pernah mau ambil peduli
[01:30.43] Meski banyak orang coba menghakimi
[01:33.58] Gak mikir gimana masa depan nanti
[01:36.15] Yang penting sekarang bisa happy
[01:39.25] Gak usah dipikir (uh!)
[01:42.07] Bagaimana nanti (yang penting bisa happy)
[01:45.12] Yang penting sekarang (uh!)
[01:47.71] Asal bisa happy (bagaimana nanti)
[02:04.31] Uh!
[02:10.24] Uh!
[02:11.18]
[02:31.46] Waktu semakin cepat berpacu
[02:34.52] Kepedihan datang, gak kunjung hilang
[02:37.62] Menyiksa, merongrong, menyakitinya
[02:40.34] Entah sampai kapan 'kan t'rus begini
[02:43.41] Sebentuk kasih, cinta, dan harapan
[02:46.27] Perlahan pasti sadarkan dirinya
[02:49.12] Membuka mata hati yang seakan pernah mati
[02:52.03] Dan berkata, "Saatnya kembali!"
[02:54.74] Bangkit, kembali (uh!)
[02:57.28] Saatnya mesti bangkit (saatnya mesti bangkit)
[03:00.65] Bangkit, kembali (hei!)
[03:03.20] Lupakan yang terjadi (bangkit kembali)
[03:06.35] Bangkit, kembali (uh!)
[03:08.99] Saatnya mesti bangkit (saatnya mesti bangkit)
[03:12.27] Bangkit, kembali (uh!)
[03:14.78] Lupakan yang terjadi (kembali bangkit)
[03:18.18] Bangkit, kembali (hei!)
[03:20.50] Saatnya mesti bangkit (saatnya mesti bangkit)
[03:23.83] Bangkit, kembali (hei!)
[03:26.38] Lupakan yang terjadi (kembali bangkit)
[03:29.76]
[00:38.02] Hampir tiap hari kerjaannya nyabu
[00:41.15] Itu badan udah kayak barang butut
[00:43.95] Tapi masih aja gak kapok ngesut
[00:47.03] Huh, kalut, jadi s'makin kalut
[00:49.79] Saat bodi nuntut, udah mesti ngesut
[00:52.75] Di kantong yang ada cuma cepekan kusut
[00:55.59] Terpaksa barang yang dikebiri
[00:58.76]
[01:15.42] Pergaulan metropolitan gak kenal batasan
[01:18.84] Malah terkadang ugal-ugalan
[01:21.98] Kebebasan didapat tanpa landasan
[01:24.45] Gak bisa dipertanggungjawabkan
[01:27.73] Gak pernah mau ambil peduli
[01:30.43] Meski banyak orang coba menghakimi
[01:33.58] Gak mikir gimana masa depan nanti
[01:36.15] Yang penting sekarang bisa happy
[01:39.25] Gak usah dipikir (uh!)
[01:42.07] Bagaimana nanti (yang penting bisa happy)
[01:45.12] Yang penting sekarang (uh!)
[01:47.71] Asal bisa happy (bagaimana nanti)
[02:04.31] Uh!
[02:10.24] Uh!
[02:11.18]
[02:31.46] Waktu semakin cepat berpacu
[02:34.52] Kepedihan datang, gak kunjung hilang
[02:37.62] Menyiksa, merongrong, menyakitinya
[02:40.34] Entah sampai kapan 'kan t'rus begini
[02:43.41] Sebentuk kasih, cinta, dan harapan
[02:46.27] Perlahan pasti sadarkan dirinya
[02:49.12] Membuka mata hati yang seakan pernah mati
[02:52.03] Dan berkata, "Saatnya kembali!"
[02:54.74] Bangkit, kembali (uh!)
[02:57.28] Saatnya mesti bangkit (saatnya mesti bangkit)
[03:00.65] Bangkit, kembali (hei!)
[03:03.20] Lupakan yang terjadi (bangkit kembali)
[03:06.35] Bangkit, kembali (uh!)
[03:08.99] Saatnya mesti bangkit (saatnya mesti bangkit)
[03:12.27] Bangkit, kembali (uh!)
[03:14.78] Lupakan yang terjadi (kembali bangkit)
[03:18.18] Bangkit, kembali (hei!)
[03:20.50] Saatnya mesti bangkit (saatnya mesti bangkit)
[03:23.83] Bangkit, kembali (hei!)
[03:26.38] Lupakan yang terjadi (kembali bangkit)
[03:29.76]