Kota Itu Ilusi
๐ต 724 characters
โฑ๏ธ 6:17 duration
๐ ID: 15177769
๐ Lyrics
Ku terpegun, terhenti sejenak
Dan langkahku tak sanggup berpijak
Di kota ilusi, diriku teruji
Matahari semakin membakar
Hari-hari menambah usia
Tanpa menjanjikan
Akhir perjalanan
Bulan, bintang, penyeri malam
Sawah, ladang, menjadi kota
Memanggilku pulang
Diri ini semakin tertekan
Arus nafas makin menyesakkan
Ku rindukan teman yang seiring jalan
Lembut hijau nyiur mengasyikkan
Manis bibir gadis meresahkan
Rela ku meneroka semua belantara
Terimalah aku, oh, desa tercinta
Bulan, bintang penyeri malam
Sawah, ladang menjadi kota
Lembut hijau nyiur mengasyikkan
Manis bibir gadis meresahkan
Rela ku meneroka semua belantara
Terimalah aku, oh, desa tercinta
Kota itu ilusi
Kota itu ilusi
Kota itu ilusi
Kota itu ilusi
Dan langkahku tak sanggup berpijak
Di kota ilusi, diriku teruji
Matahari semakin membakar
Hari-hari menambah usia
Tanpa menjanjikan
Akhir perjalanan
Bulan, bintang, penyeri malam
Sawah, ladang, menjadi kota
Memanggilku pulang
Diri ini semakin tertekan
Arus nafas makin menyesakkan
Ku rindukan teman yang seiring jalan
Lembut hijau nyiur mengasyikkan
Manis bibir gadis meresahkan
Rela ku meneroka semua belantara
Terimalah aku, oh, desa tercinta
Bulan, bintang penyeri malam
Sawah, ladang menjadi kota
Lembut hijau nyiur mengasyikkan
Manis bibir gadis meresahkan
Rela ku meneroka semua belantara
Terimalah aku, oh, desa tercinta
Kota itu ilusi
Kota itu ilusi
Kota itu ilusi
Kota itu ilusi
โฑ๏ธ Synced Lyrics
[00:46.63] Ku terpegun, terhenti sejenak
[00:52.77] Dan langkahku tak sanggup berpijak
[00:58.52] Di kota ilusi, diriku teruji
[01:11.33] Matahari semakin membakar
[01:17.63] Hari-hari menambah usia
[01:23.63] Tanpa menjanjikan
[01:29.81] Akhir perjalanan
[01:37.44] Bulan, bintang, penyeri malam
[01:49.58] Sawah, ladang, menjadi kota
[02:02.31] Memanggilku pulang
[02:06.95]
[02:27.88] Diri ini semakin tertekan
[02:33.99] Arus nafas makin menyesakkan
[02:39.56] Ku rindukan teman yang seiring jalan
[02:52.75] Lembut hijau nyiur mengasyikkan
[03:04.89] Manis bibir gadis meresahkan
[03:16.85] Rela ku meneroka semua belantara
[03:28.91] Terimalah aku, oh, desa tercinta
[03:37.94]
[04:24.29] Bulan, bintang penyeri malam
[04:35.86] Sawah, ladang menjadi kota
[04:46.62] Lembut hijau nyiur mengasyikkan
[04:58.42] Manis bibir gadis meresahkan
[05:10.25] Rela ku meneroka semua belantara
[05:22.19] Terimalah aku, oh, desa tercinta
[05:32.55] Kota itu ilusi
[05:44.78] Kota itu ilusi
[05:56.84] Kota itu ilusi
[06:09.14] Kota itu ilusi
[06:13.39]
[00:52.77] Dan langkahku tak sanggup berpijak
[00:58.52] Di kota ilusi, diriku teruji
[01:11.33] Matahari semakin membakar
[01:17.63] Hari-hari menambah usia
[01:23.63] Tanpa menjanjikan
[01:29.81] Akhir perjalanan
[01:37.44] Bulan, bintang, penyeri malam
[01:49.58] Sawah, ladang, menjadi kota
[02:02.31] Memanggilku pulang
[02:06.95]
[02:27.88] Diri ini semakin tertekan
[02:33.99] Arus nafas makin menyesakkan
[02:39.56] Ku rindukan teman yang seiring jalan
[02:52.75] Lembut hijau nyiur mengasyikkan
[03:04.89] Manis bibir gadis meresahkan
[03:16.85] Rela ku meneroka semua belantara
[03:28.91] Terimalah aku, oh, desa tercinta
[03:37.94]
[04:24.29] Bulan, bintang penyeri malam
[04:35.86] Sawah, ladang menjadi kota
[04:46.62] Lembut hijau nyiur mengasyikkan
[04:58.42] Manis bibir gadis meresahkan
[05:10.25] Rela ku meneroka semua belantara
[05:22.19] Terimalah aku, oh, desa tercinta
[05:32.55] Kota itu ilusi
[05:44.78] Kota itu ilusi
[05:56.84] Kota itu ilusi
[06:09.14] Kota itu ilusi
[06:13.39]