Langit terluka
๐ต 1062 characters
โฑ๏ธ 6:47 duration
๐ ID: 15999526
๐ Lyrics
Jala api, lidahnya terjulur menyengat wajah bumi
Awan terbakar, langit berlubang menganga
Menyeringai bagaikan terluka
Pohon-pohon terkapar letih tanpa daya
Mata air terengah-engah, dahaga
Burung-burung hanya basa-basi berkicau
Lapisan jagat terkelupas
Semua kerna ulah kita
Warisan untuk anak cucu nanti, hoo
Jala api, lidahnya berkelit saat ingin kutangkap
Terlampau naif angan-angan yang kurajut
Untuk menyelamatkan dunia
Setiap detik ingin kutanam pepohonan
Mata air kuluahi embun surgawi
Burung-burung kuajari bernyanyi-nyanyi
Kuhapus semua mimpi buruk
Dan mekarlah bunga-bunga
Masa depan buat mereka, hoo
Bila matahari bangkit dari tidur
Aku mulai berfikir, bagaimanakah caranya
Bila sinar rembulan mulai merah menyala?
Aku masih berharap kearifan Yang Kuasa
Bila matahari bangkit dari tidur
Aku mulai berfikir, bagaimanakah caranya, hu-hu
Bila sinar rembulan mulai merah menyala?
Aku masih berharap kearifan Yang Kuasa
Dari jendela kamarku dapat aku dengar
Gemercik suara air kali yang tak pernah berhenti
Jangan sampai terhenti biarpun langit terluka
Awan terbakar, langit berlubang menganga
Menyeringai bagaikan terluka
Pohon-pohon terkapar letih tanpa daya
Mata air terengah-engah, dahaga
Burung-burung hanya basa-basi berkicau
Lapisan jagat terkelupas
Semua kerna ulah kita
Warisan untuk anak cucu nanti, hoo
Jala api, lidahnya berkelit saat ingin kutangkap
Terlampau naif angan-angan yang kurajut
Untuk menyelamatkan dunia
Setiap detik ingin kutanam pepohonan
Mata air kuluahi embun surgawi
Burung-burung kuajari bernyanyi-nyanyi
Kuhapus semua mimpi buruk
Dan mekarlah bunga-bunga
Masa depan buat mereka, hoo
Bila matahari bangkit dari tidur
Aku mulai berfikir, bagaimanakah caranya
Bila sinar rembulan mulai merah menyala?
Aku masih berharap kearifan Yang Kuasa
Bila matahari bangkit dari tidur
Aku mulai berfikir, bagaimanakah caranya, hu-hu
Bila sinar rembulan mulai merah menyala?
Aku masih berharap kearifan Yang Kuasa
Dari jendela kamarku dapat aku dengar
Gemercik suara air kali yang tak pernah berhenti
Jangan sampai terhenti biarpun langit terluka
โฑ๏ธ Synced Lyrics
[00:24.21] Jala api, lidahnya terjulur menyengat wajah bumi
[00:37.48] Awan terbakar, langit berlubang menganga
[00:45.89] Menyeringai bagaikan terluka
[00:51.61]
[00:54.89] Pohon-pohon terkapar letih tanpa daya
[01:01.59] Mata air terengah-engah, dahaga
[01:08.72] Burung-burung hanya basa-basi berkicau
[01:15.98]
[01:18.03] Lapisan jagat terkelupas
[01:24.59] Semua kerna ulah kita
[01:31.35] Warisan untuk anak cucu nanti, hoo
[01:40.96]
[01:54.44] Jala api, lidahnya berkelit saat ingin kutangkap
[02:07.70] Terlampau naif angan-angan yang kurajut
[02:15.79] Untuk menyelamatkan dunia
[02:21.64]
[02:24.82] Setiap detik ingin kutanam pepohonan
[02:31.89] Mata air kuluahi embun surgawi
[02:38.85] Burung-burung kuajari bernyanyi-nyanyi
[02:45.63]
[02:48.02] Kuhapus semua mimpi buruk
[02:54.61] Dan mekarlah bunga-bunga
[03:01.53] Masa depan buat mereka, hoo
[03:11.20] Bila matahari bangkit dari tidur
[03:25.68] Aku mulai berfikir, bagaimanakah caranya
[03:36.95]
[03:41.95] Bila sinar rembulan mulai merah menyala?
[03:57.54] Aku masih berharap kearifan Yang Kuasa
[04:08.76]
[04:52.02] Bila matahari bangkit dari tidur
[05:05.86] Aku mulai berfikir, bagaimanakah caranya, hu-hu
[05:22.00] Bila sinar rembulan mulai merah menyala?
[05:35.74]
[05:38.09] Aku masih berharap kearifan Yang Kuasa
[05:49.06]
[05:52.26] Dari jendela kamarku dapat aku dengar
[06:03.67]
[06:05.88] Gemercik suara air kali yang tak pernah berhenti
[06:17.41]
[06:19.44] Jangan sampai terhenti biarpun langit terluka
[06:29.01]
[00:37.48] Awan terbakar, langit berlubang menganga
[00:45.89] Menyeringai bagaikan terluka
[00:51.61]
[00:54.89] Pohon-pohon terkapar letih tanpa daya
[01:01.59] Mata air terengah-engah, dahaga
[01:08.72] Burung-burung hanya basa-basi berkicau
[01:15.98]
[01:18.03] Lapisan jagat terkelupas
[01:24.59] Semua kerna ulah kita
[01:31.35] Warisan untuk anak cucu nanti, hoo
[01:40.96]
[01:54.44] Jala api, lidahnya berkelit saat ingin kutangkap
[02:07.70] Terlampau naif angan-angan yang kurajut
[02:15.79] Untuk menyelamatkan dunia
[02:21.64]
[02:24.82] Setiap detik ingin kutanam pepohonan
[02:31.89] Mata air kuluahi embun surgawi
[02:38.85] Burung-burung kuajari bernyanyi-nyanyi
[02:45.63]
[02:48.02] Kuhapus semua mimpi buruk
[02:54.61] Dan mekarlah bunga-bunga
[03:01.53] Masa depan buat mereka, hoo
[03:11.20] Bila matahari bangkit dari tidur
[03:25.68] Aku mulai berfikir, bagaimanakah caranya
[03:36.95]
[03:41.95] Bila sinar rembulan mulai merah menyala?
[03:57.54] Aku masih berharap kearifan Yang Kuasa
[04:08.76]
[04:52.02] Bila matahari bangkit dari tidur
[05:05.86] Aku mulai berfikir, bagaimanakah caranya, hu-hu
[05:22.00] Bila sinar rembulan mulai merah menyala?
[05:35.74]
[05:38.09] Aku masih berharap kearifan Yang Kuasa
[05:49.06]
[05:52.26] Dari jendela kamarku dapat aku dengar
[06:03.67]
[06:05.88] Gemercik suara air kali yang tak pernah berhenti
[06:17.41]
[06:19.44] Jangan sampai terhenti biarpun langit terluka
[06:29.01]