Utopis
๐ต 1315 characters
โฑ๏ธ 3:31 duration
๐ ID: 17537712
๐ Lyrics
pada setiap kata yang terucap
di dalam makna bait yang tereja
penuh sesak tak mampu dikecap
arti hakikat yang tak lagi ada
terombang ambing di hamparan logika
tak satu jua menemukan andilnya
dimana angan menjadi wakilnya
akhirnya koma sunyi seketika
kemanakah harus merabanya
fatamorgana akan selalu ada
determinasi terkikis berlapis
perlahan hilang menjadi utopis
fatamorgana
determinasi
perlahan hilang
menjadi utopis
pada setiap kata yang terucap
di dalam makna bait yang tereja
penuh sesak tak mampu dikecap
arti hakikat yang tak lagi ada
terombang ambing di hamparan logika
tak satu jua menemukan andilnya
dimana angan menjadi wakilnya
akhirnya koma sunyi seketika
fatamorgana
determinasi
perlahan hilang
menjadi utopis
fatamorgana
determinasi
perlahan hilang
terkikis berlapis
bayangan adalah bentuk yang tertunda,
diantara riuhnya tanda, makna berjejalan,
berpantulan dari masing-masing akal,
fatamorgana menjelma dalam tepuk tangan palsu,
baliho iklan, pesta dan kartu nama para pujangga.
nafas peradaban mengulangi diri berkali-kali,
berputar pada lintasan pengulangan.
berbinar, suatu saat gelap pekat, nyata, suatu saat semu.
lalu apakah yang kau rengkuh sebenarnya ada?
atau selamanya ia hanya angan-angan yang berjalan
tanpa tujuan
depan, belakang, bawah, atas, permukaan, atom,
kulit, esa, majemuk
di dalam makna bait yang tereja
penuh sesak tak mampu dikecap
arti hakikat yang tak lagi ada
terombang ambing di hamparan logika
tak satu jua menemukan andilnya
dimana angan menjadi wakilnya
akhirnya koma sunyi seketika
kemanakah harus merabanya
fatamorgana akan selalu ada
determinasi terkikis berlapis
perlahan hilang menjadi utopis
fatamorgana
determinasi
perlahan hilang
menjadi utopis
pada setiap kata yang terucap
di dalam makna bait yang tereja
penuh sesak tak mampu dikecap
arti hakikat yang tak lagi ada
terombang ambing di hamparan logika
tak satu jua menemukan andilnya
dimana angan menjadi wakilnya
akhirnya koma sunyi seketika
fatamorgana
determinasi
perlahan hilang
menjadi utopis
fatamorgana
determinasi
perlahan hilang
terkikis berlapis
bayangan adalah bentuk yang tertunda,
diantara riuhnya tanda, makna berjejalan,
berpantulan dari masing-masing akal,
fatamorgana menjelma dalam tepuk tangan palsu,
baliho iklan, pesta dan kartu nama para pujangga.
nafas peradaban mengulangi diri berkali-kali,
berputar pada lintasan pengulangan.
berbinar, suatu saat gelap pekat, nyata, suatu saat semu.
lalu apakah yang kau rengkuh sebenarnya ada?
atau selamanya ia hanya angan-angan yang berjalan
tanpa tujuan
depan, belakang, bawah, atas, permukaan, atom,
kulit, esa, majemuk