(kamis)
๐ต 2985 characters
โฑ๏ธ 4:17 duration
๐ ID: 17586880
๐ Lyrics
Dan tidak akan ada orang yang rela anak yang dicintai
Ditembak, atau dibunuh
Wawan itu anak yang menyenangkan
Hobinya membaca, dia di kamar mandi pun
Selalu baca koran atau bawa komik atau buku
Kalau hari Sabtu, hari Minggu, kami masak bersama-sama
Pada saat makan bersama itu jam berapa pun makan malam bersama
Kami bercerita tentang keseharian
Dari pembicaraan yang sederhana, kami membicarakan masalah politik
Karena pada tahun '97, '98 masalah politik di Indonesia
Semakin memanas
Setelah pembicaraan sampai kepada masalah politik
Selalu ditutup dengan "besok dimasakin apa?"
Karena
Pada tahun '98 itu demonstrasi dari hari ke hari semakin membesar
Tahun '98
Terjadi tragedi kemanusiaan yang sudah diselidiki oleh Komnas HAM
Yaitu dalam berkas tragedi penembakan mahasiswa
Peristiwa Semanggi 1, Semanggi 2, Trisakti
Kemudian berkas kerusuhan 13, 15 Mei '98
Dan berkas penghilangan paksa atau penculikan aktivis pro demokrasi
Wawan
Mahasiswa Atma Jaya
Juga aktif di masyarakat
Dengan ikut anggota Tim Relawan Untuk Kemanusiaan
Mengadvokasi korban 13, 15 Mei '98
Sebagai anggota tim relawan kemanusiaan
Setiap Wawan datang ke rumah sakit yang diminta adalah obat-obatan
Untuk teman-temannya yang berdemonstrasi
Dan menurut kesaksian
Pada tanggal 13 November hari Jumat itu, jam 10.00 pagi
Bersama enam orang temannya, Wawan menetralisir
Gas air mata
Di depan kampus Atma Jaya dengan menyemprotkan air hydrant
Sekitar jam 3 sore
Aparat masuk ke Atma Jaya ada korban yang jatuh
Wawan kasih tahu, "Pak itu ada korban, boleh ditolong atau tidak?"
Tentara itu mengatakan "Boleh silahkan"
Kemudian Wawan mengeluarkan bendera putih, dilambai-lambaikan
Tetapi pada saat Wawan akan mengangkat korban
Justru Wawan ditembak
Banyak orang mengatakan
Dari pagi Wawan menggunakan ID card Tim Relawan untuk Kemanusiaan
Dan Wawan diautopsi oleh Dr. Budi Sampurno
Wawan meninggal dunia karena ditembak dengan peluru tajam
Standar militer di dada sebelah kiri
Mengenai jantung dan parunya
Dan menurut kesaksian juga
Bahwa Wawan ditembak oleh aparat
Di halaman kampusnya, ketika sedang menolong seorang korban
Yang juga ditembak oleh aparat
Setelah Wawan meninggal dunia
Hari Jumat 13 November '98 Wawan ditembak
Hari Sabtu Wawan dimakamkan, pulang dari makam ada wartawan
Bertiga begitu, di rumah sunyi
Kemudian saya bilang, "Saya akan berhenti bekerja
Saya tidak sanggup untuk bertemu dengan orang"
Saya sangat mencintai Wawan
Kami sekeluarga mencintai Wawan
Tapi duka cita saya
Bertransformasi pada cinta terhadap sesama
Dengan memperjuangkan
Agar kasus-kasus pelanggaran HAM berat yang terjadi di Indonesia
Ini dipertanggungjawabkan
Sesuai dengan undang-undang yang berlaku
Yaitu undang-undang nomor 26 tahun 2000 tentang pengadilan HAM
Untuk mewujudkan agenda reformasi yang ketiga
Yang diperjuangkan oleh Wawan dan kawan-kawannya
Yaitu tegakkan supremasi hukum
Bagi saya warna hitam bukan lambang duka cita
Tetapi lambang keteguhan
Jangan yang ada hanya korban
Tetapi pelakunya tidak ada
Ditembak, atau dibunuh
Wawan itu anak yang menyenangkan
Hobinya membaca, dia di kamar mandi pun
Selalu baca koran atau bawa komik atau buku
Kalau hari Sabtu, hari Minggu, kami masak bersama-sama
Pada saat makan bersama itu jam berapa pun makan malam bersama
Kami bercerita tentang keseharian
Dari pembicaraan yang sederhana, kami membicarakan masalah politik
Karena pada tahun '97, '98 masalah politik di Indonesia
Semakin memanas
Setelah pembicaraan sampai kepada masalah politik
Selalu ditutup dengan "besok dimasakin apa?"
Karena
Pada tahun '98 itu demonstrasi dari hari ke hari semakin membesar
Tahun '98
Terjadi tragedi kemanusiaan yang sudah diselidiki oleh Komnas HAM
Yaitu dalam berkas tragedi penembakan mahasiswa
Peristiwa Semanggi 1, Semanggi 2, Trisakti
Kemudian berkas kerusuhan 13, 15 Mei '98
Dan berkas penghilangan paksa atau penculikan aktivis pro demokrasi
Wawan
Mahasiswa Atma Jaya
Juga aktif di masyarakat
Dengan ikut anggota Tim Relawan Untuk Kemanusiaan
Mengadvokasi korban 13, 15 Mei '98
Sebagai anggota tim relawan kemanusiaan
Setiap Wawan datang ke rumah sakit yang diminta adalah obat-obatan
Untuk teman-temannya yang berdemonstrasi
Dan menurut kesaksian
Pada tanggal 13 November hari Jumat itu, jam 10.00 pagi
Bersama enam orang temannya, Wawan menetralisir
Gas air mata
Di depan kampus Atma Jaya dengan menyemprotkan air hydrant
Sekitar jam 3 sore
Aparat masuk ke Atma Jaya ada korban yang jatuh
Wawan kasih tahu, "Pak itu ada korban, boleh ditolong atau tidak?"
Tentara itu mengatakan "Boleh silahkan"
Kemudian Wawan mengeluarkan bendera putih, dilambai-lambaikan
Tetapi pada saat Wawan akan mengangkat korban
Justru Wawan ditembak
Banyak orang mengatakan
Dari pagi Wawan menggunakan ID card Tim Relawan untuk Kemanusiaan
Dan Wawan diautopsi oleh Dr. Budi Sampurno
Wawan meninggal dunia karena ditembak dengan peluru tajam
Standar militer di dada sebelah kiri
Mengenai jantung dan parunya
Dan menurut kesaksian juga
Bahwa Wawan ditembak oleh aparat
Di halaman kampusnya, ketika sedang menolong seorang korban
Yang juga ditembak oleh aparat
Setelah Wawan meninggal dunia
Hari Jumat 13 November '98 Wawan ditembak
Hari Sabtu Wawan dimakamkan, pulang dari makam ada wartawan
Bertiga begitu, di rumah sunyi
Kemudian saya bilang, "Saya akan berhenti bekerja
Saya tidak sanggup untuk bertemu dengan orang"
Saya sangat mencintai Wawan
Kami sekeluarga mencintai Wawan
Tapi duka cita saya
Bertransformasi pada cinta terhadap sesama
Dengan memperjuangkan
Agar kasus-kasus pelanggaran HAM berat yang terjadi di Indonesia
Ini dipertanggungjawabkan
Sesuai dengan undang-undang yang berlaku
Yaitu undang-undang nomor 26 tahun 2000 tentang pengadilan HAM
Untuk mewujudkan agenda reformasi yang ketiga
Yang diperjuangkan oleh Wawan dan kawan-kawannya
Yaitu tegakkan supremasi hukum
Bagi saya warna hitam bukan lambang duka cita
Tetapi lambang keteguhan
Jangan yang ada hanya korban
Tetapi pelakunya tidak ada
โฑ๏ธ Synced Lyrics
[00:01.84] Dan tidak akan ada orang yang rela anak yang dicintai
[00:09.30] Ditembak, atau dibunuh
[00:15.05] Wawan itu anak yang menyenangkan
[00:18.07] Hobinya membaca, dia di kamar mandi pun
[00:21.31] Selalu baca koran atau bawa komik atau buku
[00:26.48] Kalau hari Sabtu, hari Minggu, kami masak bersama-sama
[00:31.87] Pada saat makan bersama itu jam berapa pun makan malam bersama
[00:35.19] Kami bercerita tentang keseharian
[00:37.91] Dari pembicaraan yang sederhana, kami membicarakan masalah politik
[00:43.70] Karena pada tahun '97, '98 masalah politik di Indonesia
[00:49.12] Semakin memanas
[00:51.40] Setelah pembicaraan sampai kepada masalah politik
[00:55.76] Selalu ditutup dengan "besok dimasakin apa?"
[00:58.62] Karena
[00:59.94] Pada tahun '98 itu demonstrasi dari hari ke hari semakin membesar
[01:05.45] Tahun '98
[01:06.30] Terjadi tragedi kemanusiaan yang sudah diselidiki oleh Komnas HAM
[01:11.91] Yaitu dalam berkas tragedi penembakan mahasiswa
[01:16.44] Peristiwa Semanggi 1, Semanggi 2, Trisakti
[01:20.40] Kemudian berkas kerusuhan 13, 15 Mei '98
[01:25.54] Dan berkas penghilangan paksa atau penculikan aktivis pro demokrasi
[01:32.23] Wawan
[01:33.67] Mahasiswa Atma Jaya
[01:35.11] Juga aktif di masyarakat
[01:37.03] Dengan ikut anggota Tim Relawan Untuk Kemanusiaan
[01:40.72] Mengadvokasi korban 13, 15 Mei '98
[01:45.34] Sebagai anggota tim relawan kemanusiaan
[01:47.81] Setiap Wawan datang ke rumah sakit yang diminta adalah obat-obatan
[01:52.75] Untuk teman-temannya yang berdemonstrasi
[01:56.39] Dan menurut kesaksian
[01:58.30] Pada tanggal 13 November hari Jumat itu, jam 10.00 pagi
[02:02.79] Bersama enam orang temannya, Wawan menetralisir
[02:06.28] Gas air mata
[02:08.35] Di depan kampus Atma Jaya dengan menyemprotkan air hydrant
[02:13.75] Sekitar jam 3 sore
[02:17.10] Aparat masuk ke Atma Jaya ada korban yang jatuh
[02:19.95] Wawan kasih tahu, "Pak itu ada korban, boleh ditolong atau tidak?"
[02:24.62] Tentara itu mengatakan "Boleh silahkan"
[02:27.20] Kemudian Wawan mengeluarkan bendera putih, dilambai-lambaikan
[02:30.15] Tetapi pada saat Wawan akan mengangkat korban
[02:33.12] Justru Wawan ditembak
[02:35.92] Banyak orang mengatakan
[02:37.64] Dari pagi Wawan menggunakan ID card Tim Relawan untuk Kemanusiaan
[02:42.49] Dan Wawan diautopsi oleh Dr. Budi Sampurno
[02:45.65] Wawan meninggal dunia karena ditembak dengan peluru tajam
[02:49.28] Standar militer di dada sebelah kiri
[02:51.75] Mengenai jantung dan parunya
[02:54.74] Dan menurut kesaksian juga
[02:56.40] Bahwa Wawan ditembak oleh aparat
[02:59.10] Di halaman kampusnya, ketika sedang menolong seorang korban
[03:02.05] Yang juga ditembak oleh aparat
[03:05.14] Setelah Wawan meninggal dunia
[03:06.61] Hari Jumat 13 November '98 Wawan ditembak
[03:09.94] Hari Sabtu Wawan dimakamkan, pulang dari makam ada wartawan
[03:15.86] Bertiga begitu, di rumah sunyi
[03:18.36] Kemudian saya bilang, "Saya akan berhenti bekerja
[03:22.86] Saya tidak sanggup untuk bertemu dengan orang"
[03:27.31] Saya sangat mencintai Wawan
[03:30.07] Kami sekeluarga mencintai Wawan
[03:32.40] Tapi duka cita saya
[03:34.39] Bertransformasi pada cinta terhadap sesama
[03:39.27] Dengan memperjuangkan
[03:41.18] Agar kasus-kasus pelanggaran HAM berat yang terjadi di Indonesia
[03:45.18] Ini dipertanggungjawabkan
[03:47.63] Sesuai dengan undang-undang yang berlaku
[03:50.02] Yaitu undang-undang nomor 26 tahun 2000 tentang pengadilan HAM
[03:55.18] Untuk mewujudkan agenda reformasi yang ketiga
[03:58.37] Yang diperjuangkan oleh Wawan dan kawan-kawannya
[04:01.55] Yaitu tegakkan supremasi hukum
[04:05.16] Bagi saya warna hitam bukan lambang duka cita
[04:08.81] Tetapi lambang keteguhan
[04:11.96] Jangan yang ada hanya korban
[04:15.09] Tetapi pelakunya tidak ada
[04:15.86]
[00:09.30] Ditembak, atau dibunuh
[00:15.05] Wawan itu anak yang menyenangkan
[00:18.07] Hobinya membaca, dia di kamar mandi pun
[00:21.31] Selalu baca koran atau bawa komik atau buku
[00:26.48] Kalau hari Sabtu, hari Minggu, kami masak bersama-sama
[00:31.87] Pada saat makan bersama itu jam berapa pun makan malam bersama
[00:35.19] Kami bercerita tentang keseharian
[00:37.91] Dari pembicaraan yang sederhana, kami membicarakan masalah politik
[00:43.70] Karena pada tahun '97, '98 masalah politik di Indonesia
[00:49.12] Semakin memanas
[00:51.40] Setelah pembicaraan sampai kepada masalah politik
[00:55.76] Selalu ditutup dengan "besok dimasakin apa?"
[00:58.62] Karena
[00:59.94] Pada tahun '98 itu demonstrasi dari hari ke hari semakin membesar
[01:05.45] Tahun '98
[01:06.30] Terjadi tragedi kemanusiaan yang sudah diselidiki oleh Komnas HAM
[01:11.91] Yaitu dalam berkas tragedi penembakan mahasiswa
[01:16.44] Peristiwa Semanggi 1, Semanggi 2, Trisakti
[01:20.40] Kemudian berkas kerusuhan 13, 15 Mei '98
[01:25.54] Dan berkas penghilangan paksa atau penculikan aktivis pro demokrasi
[01:32.23] Wawan
[01:33.67] Mahasiswa Atma Jaya
[01:35.11] Juga aktif di masyarakat
[01:37.03] Dengan ikut anggota Tim Relawan Untuk Kemanusiaan
[01:40.72] Mengadvokasi korban 13, 15 Mei '98
[01:45.34] Sebagai anggota tim relawan kemanusiaan
[01:47.81] Setiap Wawan datang ke rumah sakit yang diminta adalah obat-obatan
[01:52.75] Untuk teman-temannya yang berdemonstrasi
[01:56.39] Dan menurut kesaksian
[01:58.30] Pada tanggal 13 November hari Jumat itu, jam 10.00 pagi
[02:02.79] Bersama enam orang temannya, Wawan menetralisir
[02:06.28] Gas air mata
[02:08.35] Di depan kampus Atma Jaya dengan menyemprotkan air hydrant
[02:13.75] Sekitar jam 3 sore
[02:17.10] Aparat masuk ke Atma Jaya ada korban yang jatuh
[02:19.95] Wawan kasih tahu, "Pak itu ada korban, boleh ditolong atau tidak?"
[02:24.62] Tentara itu mengatakan "Boleh silahkan"
[02:27.20] Kemudian Wawan mengeluarkan bendera putih, dilambai-lambaikan
[02:30.15] Tetapi pada saat Wawan akan mengangkat korban
[02:33.12] Justru Wawan ditembak
[02:35.92] Banyak orang mengatakan
[02:37.64] Dari pagi Wawan menggunakan ID card Tim Relawan untuk Kemanusiaan
[02:42.49] Dan Wawan diautopsi oleh Dr. Budi Sampurno
[02:45.65] Wawan meninggal dunia karena ditembak dengan peluru tajam
[02:49.28] Standar militer di dada sebelah kiri
[02:51.75] Mengenai jantung dan parunya
[02:54.74] Dan menurut kesaksian juga
[02:56.40] Bahwa Wawan ditembak oleh aparat
[02:59.10] Di halaman kampusnya, ketika sedang menolong seorang korban
[03:02.05] Yang juga ditembak oleh aparat
[03:05.14] Setelah Wawan meninggal dunia
[03:06.61] Hari Jumat 13 November '98 Wawan ditembak
[03:09.94] Hari Sabtu Wawan dimakamkan, pulang dari makam ada wartawan
[03:15.86] Bertiga begitu, di rumah sunyi
[03:18.36] Kemudian saya bilang, "Saya akan berhenti bekerja
[03:22.86] Saya tidak sanggup untuk bertemu dengan orang"
[03:27.31] Saya sangat mencintai Wawan
[03:30.07] Kami sekeluarga mencintai Wawan
[03:32.40] Tapi duka cita saya
[03:34.39] Bertransformasi pada cinta terhadap sesama
[03:39.27] Dengan memperjuangkan
[03:41.18] Agar kasus-kasus pelanggaran HAM berat yang terjadi di Indonesia
[03:45.18] Ini dipertanggungjawabkan
[03:47.63] Sesuai dengan undang-undang yang berlaku
[03:50.02] Yaitu undang-undang nomor 26 tahun 2000 tentang pengadilan HAM
[03:55.18] Untuk mewujudkan agenda reformasi yang ketiga
[03:58.37] Yang diperjuangkan oleh Wawan dan kawan-kawannya
[04:01.55] Yaitu tegakkan supremasi hukum
[04:05.16] Bagi saya warna hitam bukan lambang duka cita
[04:08.81] Tetapi lambang keteguhan
[04:11.96] Jangan yang ada hanya korban
[04:15.09] Tetapi pelakunya tidak ada
[04:15.86]