Kala Luka Berpesta
๐ต 1484 characters
โฑ๏ธ 3:52 duration
๐ ID: 22566297
๐ Lyrics
Tahun ini diawali duka
Dibenahi pun sia-sia
Menyerah, biarlah menyerah
Kau tak harus iba
Malam ini kita bernyanyi
Memuja luka terakhir kali
Padang jiwa terabaikan pasca jejak kauhapuskan
Kini ragaku kemarau, gersang tanpa hara, retak penuh lara
Sendiri, menyusuri relung duka, menyelami palung hampa
Dengan aku berkeping nestapa, dan kau tidak apa-apa
Perih memintal sunyi, rintih tak berbunyi
Napas keras menderu, hempas sajikan haru
Manis yang mengiris, hangat nan menyayat
Kutelan bersama bimbang selepas kaubuang
Ke iris nadi yang tak kausesali
Malam ini kita bernyanyi (di antara sepi)
Memuja luka terakhir kali
Degup meredup saat kaubilang cukup
Tersisih atas jemu, teralih tanpa temu
Menjadi jeruji di lenyapnya janji
Sebagai rotasi yang menyeret mati
Andai tanpa penantian, gontai tanpa perhatian
Menempa hati untuk mengerti
Tak ada yang bisa dipaksa pasca lenyap sebuah rasa
Kini hidup kuserahkan pada Sang Maha Menguatkan
Melepas yang melekat, menggilas yang telah tamat menjadi semula
Sebelum terlena, memaksa relaku menghapus namamu dari singgasana
Malam ini kita bernyanyi di antara sepi
Memuja luka terakhir kali
Maka sebelum esok menyingsing dan kita semakin asing
Sudikah berbalik di kala kita pernah seiring?
Telah kusiapkan perjamuan paling pantas
Untuk hati kita mendentingkan gelas
Merayakan kisah yang berakhir kandas
Mendekatlah
Sebagai kembang yang menebarkan wangi
Laksana kenang yang tak mampu diulangi
Kita lepaskan derita dalam luka yang berpesta
Dibenahi pun sia-sia
Menyerah, biarlah menyerah
Kau tak harus iba
Malam ini kita bernyanyi
Memuja luka terakhir kali
Padang jiwa terabaikan pasca jejak kauhapuskan
Kini ragaku kemarau, gersang tanpa hara, retak penuh lara
Sendiri, menyusuri relung duka, menyelami palung hampa
Dengan aku berkeping nestapa, dan kau tidak apa-apa
Perih memintal sunyi, rintih tak berbunyi
Napas keras menderu, hempas sajikan haru
Manis yang mengiris, hangat nan menyayat
Kutelan bersama bimbang selepas kaubuang
Ke iris nadi yang tak kausesali
Malam ini kita bernyanyi (di antara sepi)
Memuja luka terakhir kali
Degup meredup saat kaubilang cukup
Tersisih atas jemu, teralih tanpa temu
Menjadi jeruji di lenyapnya janji
Sebagai rotasi yang menyeret mati
Andai tanpa penantian, gontai tanpa perhatian
Menempa hati untuk mengerti
Tak ada yang bisa dipaksa pasca lenyap sebuah rasa
Kini hidup kuserahkan pada Sang Maha Menguatkan
Melepas yang melekat, menggilas yang telah tamat menjadi semula
Sebelum terlena, memaksa relaku menghapus namamu dari singgasana
Malam ini kita bernyanyi di antara sepi
Memuja luka terakhir kali
Maka sebelum esok menyingsing dan kita semakin asing
Sudikah berbalik di kala kita pernah seiring?
Telah kusiapkan perjamuan paling pantas
Untuk hati kita mendentingkan gelas
Merayakan kisah yang berakhir kandas
Mendekatlah
Sebagai kembang yang menebarkan wangi
Laksana kenang yang tak mampu diulangi
Kita lepaskan derita dalam luka yang berpesta
โฑ๏ธ Synced Lyrics
[00:25.27] Tahun ini diawali duka
[00:35.79] Dibenahi pun sia-sia
[00:45.99] Menyerah, biarlah menyerah
[00:52.90] Kau tak harus iba
[00:59.93] Malam ini kita bernyanyi
[01:10.27] Memuja luka terakhir kali
[01:20.46] Padang jiwa terabaikan pasca jejak kauhapuskan
[01:24.37] Kini ragaku kemarau, gersang tanpa hara, retak penuh lara
[01:30.31] Sendiri, menyusuri relung duka, menyelami palung hampa
[01:34.75] Dengan aku berkeping nestapa, dan kau tidak apa-apa
[01:40.02] Perih memintal sunyi, rintih tak berbunyi
[01:43.07] Napas keras menderu, hempas sajikan haru
[01:46.22] Manis yang mengiris, hangat nan menyayat
[01:48.96] Kutelan bersama bimbang selepas kaubuang
[01:52.29] Ke iris nadi yang tak kausesali
[01:55.84] Malam ini kita bernyanyi (di antara sepi)
[02:06.40] Memuja luka terakhir kali
[02:16.55] Degup meredup saat kaubilang cukup
[02:19.16] Tersisih atas jemu, teralih tanpa temu
[02:22.21] Menjadi jeruji di lenyapnya janji
[02:24.48] Sebagai rotasi yang menyeret mati
[02:27.27] Andai tanpa penantian, gontai tanpa perhatian
[02:30.69] Menempa hati untuk mengerti
[02:32.52] Tak ada yang bisa dipaksa pasca lenyap sebuah rasa
[02:37.40] Kini hidup kuserahkan pada Sang Maha Menguatkan
[02:40.42] Melepas yang melekat, menggilas yang telah tamat menjadi semula
[02:44.99] Sebelum terlena, memaksa relaku menghapus namamu dari singgasana
[02:51.97] Malam ini kita bernyanyi di antara sepi
[03:02.32] Memuja luka terakhir kali
[03:12.54] Maka sebelum esok menyingsing dan kita semakin asing
[03:18.25] Sudikah berbalik di kala kita pernah seiring?
[03:22.80] Telah kusiapkan perjamuan paling pantas
[03:26.02] Untuk hati kita mendentingkan gelas
[03:28.54] Merayakan kisah yang berakhir kandas
[03:33.30] Mendekatlah
[03:35.84] Sebagai kembang yang menebarkan wangi
[03:38.32] Laksana kenang yang tak mampu diulangi
[03:41.37] Kita lepaskan derita dalam luka yang berpesta
[03:45.52]
[00:35.79] Dibenahi pun sia-sia
[00:45.99] Menyerah, biarlah menyerah
[00:52.90] Kau tak harus iba
[00:59.93] Malam ini kita bernyanyi
[01:10.27] Memuja luka terakhir kali
[01:20.46] Padang jiwa terabaikan pasca jejak kauhapuskan
[01:24.37] Kini ragaku kemarau, gersang tanpa hara, retak penuh lara
[01:30.31] Sendiri, menyusuri relung duka, menyelami palung hampa
[01:34.75] Dengan aku berkeping nestapa, dan kau tidak apa-apa
[01:40.02] Perih memintal sunyi, rintih tak berbunyi
[01:43.07] Napas keras menderu, hempas sajikan haru
[01:46.22] Manis yang mengiris, hangat nan menyayat
[01:48.96] Kutelan bersama bimbang selepas kaubuang
[01:52.29] Ke iris nadi yang tak kausesali
[01:55.84] Malam ini kita bernyanyi (di antara sepi)
[02:06.40] Memuja luka terakhir kali
[02:16.55] Degup meredup saat kaubilang cukup
[02:19.16] Tersisih atas jemu, teralih tanpa temu
[02:22.21] Menjadi jeruji di lenyapnya janji
[02:24.48] Sebagai rotasi yang menyeret mati
[02:27.27] Andai tanpa penantian, gontai tanpa perhatian
[02:30.69] Menempa hati untuk mengerti
[02:32.52] Tak ada yang bisa dipaksa pasca lenyap sebuah rasa
[02:37.40] Kini hidup kuserahkan pada Sang Maha Menguatkan
[02:40.42] Melepas yang melekat, menggilas yang telah tamat menjadi semula
[02:44.99] Sebelum terlena, memaksa relaku menghapus namamu dari singgasana
[02:51.97] Malam ini kita bernyanyi di antara sepi
[03:02.32] Memuja luka terakhir kali
[03:12.54] Maka sebelum esok menyingsing dan kita semakin asing
[03:18.25] Sudikah berbalik di kala kita pernah seiring?
[03:22.80] Telah kusiapkan perjamuan paling pantas
[03:26.02] Untuk hati kita mendentingkan gelas
[03:28.54] Merayakan kisah yang berakhir kandas
[03:33.30] Mendekatlah
[03:35.84] Sebagai kembang yang menebarkan wangi
[03:38.32] Laksana kenang yang tak mampu diulangi
[03:41.37] Kita lepaskan derita dalam luka yang berpesta
[03:45.52]