Kopi, Lukisan, Kenangan
๐ต 1624 characters
โฑ๏ธ 3:50 duration
๐ ID: 23497461
๐ Lyrics
Lihat
Tepat setelah lampu-lampu dipadamkan
Kau menyala sebagai satu-satunya yang kurindukan
Disini
Di tempat yang paling kau hindari
Aku pernah berdiri
Menggores kata menulis warna
Pada ratapan panjang yang menguat dalam dinding kecemasan
Aku mengisahkan kenangan di kepasrahan yang begitu lapang
Retak berserakan
Tanpa kediaman
Terkoyak sepi melayang di antara pekat aroma kopi
Dengar
Tepat setelah jejak-jejak dilangkahkan
Kau menyapa sebagai satu-satunya yang kunantikan
Di sini di peluk yang pernah kau nikmati
Aku masih sendiri
Mencari kehilangan menemui perpisahan
Pada letupan kenang yang memuat ruang kekosongan
Aku membicarakann senyummu di keindahan yang telah hilang
Hancur berkeping tersapu kesunyian terinjak lara
Melarut dalam pahit diseduh air mata
Tunggu
Santailah sejenak
Karna tepat setelah meja-meja ditinggalkan
Kedai ini menyesak sebagai satu-satunya keterangan
Satu kisah yang pernah kita upayakan
Beribu rencana yang pernah kita perjuangkan lenyap
Kau memutuskan berpindah hati
Sebelum satu persatu rencana kita berhasil diwujudkan
Menggores kesadaran
Menyayat perasaan
Pada setiap kata yang memuat pertanyaan
Aku mencari kau yang kurindukan
Aku menyapa kau yang kunantikan
Aku mencari aku menyapa aku menanti aku merindu aku terisak
Aku menunggu hadirmu
Dan kini
Satu-satunya yang tersisa hanyalah goresan
Yang kubuat sebagai prasasti kesendirian
Kapanpun sunyi merasuk jiwamu kemarilah
Pesan kopi terpahit dengan kenangan termanismu
Genggam kesedihanmu sebagai duka paling bahagia
Dan bila hatimu butuh didengarkan
Temui aku dalam perbincangan
Niscaya kopi yang kau pesan tak akan sepahit kehilangan
Tepat setelah lampu-lampu dipadamkan
Kau menyala sebagai satu-satunya yang kurindukan
Disini
Di tempat yang paling kau hindari
Aku pernah berdiri
Menggores kata menulis warna
Pada ratapan panjang yang menguat dalam dinding kecemasan
Aku mengisahkan kenangan di kepasrahan yang begitu lapang
Retak berserakan
Tanpa kediaman
Terkoyak sepi melayang di antara pekat aroma kopi
Dengar
Tepat setelah jejak-jejak dilangkahkan
Kau menyapa sebagai satu-satunya yang kunantikan
Di sini di peluk yang pernah kau nikmati
Aku masih sendiri
Mencari kehilangan menemui perpisahan
Pada letupan kenang yang memuat ruang kekosongan
Aku membicarakann senyummu di keindahan yang telah hilang
Hancur berkeping tersapu kesunyian terinjak lara
Melarut dalam pahit diseduh air mata
Tunggu
Santailah sejenak
Karna tepat setelah meja-meja ditinggalkan
Kedai ini menyesak sebagai satu-satunya keterangan
Satu kisah yang pernah kita upayakan
Beribu rencana yang pernah kita perjuangkan lenyap
Kau memutuskan berpindah hati
Sebelum satu persatu rencana kita berhasil diwujudkan
Menggores kesadaran
Menyayat perasaan
Pada setiap kata yang memuat pertanyaan
Aku mencari kau yang kurindukan
Aku menyapa kau yang kunantikan
Aku mencari aku menyapa aku menanti aku merindu aku terisak
Aku menunggu hadirmu
Dan kini
Satu-satunya yang tersisa hanyalah goresan
Yang kubuat sebagai prasasti kesendirian
Kapanpun sunyi merasuk jiwamu kemarilah
Pesan kopi terpahit dengan kenangan termanismu
Genggam kesedihanmu sebagai duka paling bahagia
Dan bila hatimu butuh didengarkan
Temui aku dalam perbincangan
Niscaya kopi yang kau pesan tak akan sepahit kehilangan
โฑ๏ธ Synced Lyrics
[00:31.78] Lihat
[00:34.05] Tepat setelah lampu-lampu dipadamkan
[00:37.94] Kau menyala sebagai satu-satunya yang kurindukan
[00:43.00] Disini
[00:44.88] Di tempat yang paling kau hindari
[00:47.45] Aku pernah berdiri
[00:49.52] Menggores kata menulis warna
[00:52.56] Pada ratapan panjang yang menguat dalam dinding kecemasan
[00:55.68] Aku mengisahkan kenangan di kepasrahan yang begitu lapang
[01:00.41] Retak berserakan
[01:02.66] Tanpa kediaman
[01:05.31] Terkoyak sepi melayang di antara pekat aroma kopi
[01:17.79] Dengar
[01:19.53] Tepat setelah jejak-jejak dilangkahkan
[01:22.33] Kau menyapa sebagai satu-satunya yang kunantikan
[01:26.33] Di sini di peluk yang pernah kau nikmati
[01:30.05] Aku masih sendiri
[01:32.17] Mencari kehilangan menemui perpisahan
[01:35.64] Pada letupan kenang yang memuat ruang kekosongan
[01:39.04] Aku membicarakann senyummu di keindahan yang telah hilang
[01:43.01] Hancur berkeping tersapu kesunyian terinjak lara
[01:48.03] Melarut dalam pahit diseduh air mata
[02:09.84] Tunggu
[02:11.08] Santailah sejenak
[02:14.21] Karna tepat setelah meja-meja ditinggalkan
[02:17.44] Kedai ini menyesak sebagai satu-satunya keterangan
[02:21.33] Satu kisah yang pernah kita upayakan
[02:24.26] Beribu rencana yang pernah kita perjuangkan lenyap
[02:29.68] Kau memutuskan berpindah hati
[02:31.46] Sebelum satu persatu rencana kita berhasil diwujudkan
[02:35.96] Menggores kesadaran
[02:37.28] Menyayat perasaan
[02:40.34] Pada setiap kata yang memuat pertanyaan
[02:43.18] Aku mencari kau yang kurindukan
[02:47.38] Aku menyapa kau yang kunantikan
[02:50.76] Aku mencari aku menyapa aku menanti aku merindu aku terisak
[02:57.45] Aku menunggu hadirmu
[03:01.42] Dan kini
[03:02.67] Satu-satunya yang tersisa hanyalah goresan
[03:05.12] Yang kubuat sebagai prasasti kesendirian
[03:08.24] Kapanpun sunyi merasuk jiwamu kemarilah
[03:11.53] Pesan kopi terpahit dengan kenangan termanismu
[03:14.64] Genggam kesedihanmu sebagai duka paling bahagia
[03:18.13] Dan bila hatimu butuh didengarkan
[03:20.49] Temui aku dalam perbincangan
[03:22.42] Niscaya kopi yang kau pesan tak akan sepahit kehilangan
[00:34.05] Tepat setelah lampu-lampu dipadamkan
[00:37.94] Kau menyala sebagai satu-satunya yang kurindukan
[00:43.00] Disini
[00:44.88] Di tempat yang paling kau hindari
[00:47.45] Aku pernah berdiri
[00:49.52] Menggores kata menulis warna
[00:52.56] Pada ratapan panjang yang menguat dalam dinding kecemasan
[00:55.68] Aku mengisahkan kenangan di kepasrahan yang begitu lapang
[01:00.41] Retak berserakan
[01:02.66] Tanpa kediaman
[01:05.31] Terkoyak sepi melayang di antara pekat aroma kopi
[01:17.79] Dengar
[01:19.53] Tepat setelah jejak-jejak dilangkahkan
[01:22.33] Kau menyapa sebagai satu-satunya yang kunantikan
[01:26.33] Di sini di peluk yang pernah kau nikmati
[01:30.05] Aku masih sendiri
[01:32.17] Mencari kehilangan menemui perpisahan
[01:35.64] Pada letupan kenang yang memuat ruang kekosongan
[01:39.04] Aku membicarakann senyummu di keindahan yang telah hilang
[01:43.01] Hancur berkeping tersapu kesunyian terinjak lara
[01:48.03] Melarut dalam pahit diseduh air mata
[02:09.84] Tunggu
[02:11.08] Santailah sejenak
[02:14.21] Karna tepat setelah meja-meja ditinggalkan
[02:17.44] Kedai ini menyesak sebagai satu-satunya keterangan
[02:21.33] Satu kisah yang pernah kita upayakan
[02:24.26] Beribu rencana yang pernah kita perjuangkan lenyap
[02:29.68] Kau memutuskan berpindah hati
[02:31.46] Sebelum satu persatu rencana kita berhasil diwujudkan
[02:35.96] Menggores kesadaran
[02:37.28] Menyayat perasaan
[02:40.34] Pada setiap kata yang memuat pertanyaan
[02:43.18] Aku mencari kau yang kurindukan
[02:47.38] Aku menyapa kau yang kunantikan
[02:50.76] Aku mencari aku menyapa aku menanti aku merindu aku terisak
[02:57.45] Aku menunggu hadirmu
[03:01.42] Dan kini
[03:02.67] Satu-satunya yang tersisa hanyalah goresan
[03:05.12] Yang kubuat sebagai prasasti kesendirian
[03:08.24] Kapanpun sunyi merasuk jiwamu kemarilah
[03:11.53] Pesan kopi terpahit dengan kenangan termanismu
[03:14.64] Genggam kesedihanmu sebagai duka paling bahagia
[03:18.13] Dan bila hatimu butuh didengarkan
[03:20.49] Temui aku dalam perbincangan
[03:22.42] Niscaya kopi yang kau pesan tak akan sepahit kehilangan