Nekropolis
๐ต 1640 characters
โฑ๏ธ 6:14 duration
๐ ID: 25827353
๐ Lyrics
Memanggil arwah dengan hangit dan bensin
Lanskap yang sesunyi makam dan sebusuk aroma balsam Lenin
Padat khalayak serudin lalat, sefatal toxin, se-rutin angin
Dan suci sepalsu putihnya secarik kain kafan
Menara rutan, filsafat mutan, statistik selokan, komando Tuhan
Perintah setan, fatwa dan kutukan pembusukan
Pakan pahlawan dengan rotan PHH dan kacamata intel Kodam
Sejarah yang mengkusam merancang godam
Dari kalam prosa terkelam pada festival langit yang
menghitam dan pitam yang membuat perhitungan dengan kemiskinan
Koloni pasar bebas dan jaringan telepon genggam
Dan kota ini 'kan menuai banyak bara dan samsara
Lebih banyak dari dana anggaran tahunan bagi para tentara
Merakit angkara bagi semua badan dunia yang merancang bencana
Dan silahkan cium lubang anus kami yang memberaki setiap lencana
Kota yang menghirup senyap dan hidup bernyawa dalam gelap
Dalam ruang arsitek pemiskinan yang menolak melenyap
Bernafas dalam senyawa gejah, limbah dan serapah
Yang dinyanyikan angkasa yang bersulang untuk mimpi para penjarah
Sepah amor, amok yang murka mengusung anok
Di tepi ngarai paradoks dengan belati pada tembolok
Fasih berkawih tenor dalam nada minor wajib lapor dan horor
Bagi semua anggota parlemen yang mengesahkan testamen anti-teror
Se-hangit aroma penjarahan bulan ke-lima
Kota ini sudah sesak keringat yang harus dikonsumsi
Sebagai ganti energi yang surut
melihat kontes pahlawan palsu seperti Genbi
Penebusan hasrat menangkis dengan leher kacung Anubis
Ketika katarsis diperoleh dalam bentuk logo dan karcis
Praksis hasrat dan nalar yang tak bisa dijamin dengan polis
Rutan rigor mortis dan dominasi hirarki nekropolis
Lanskap yang sesunyi makam dan sebusuk aroma balsam Lenin
Padat khalayak serudin lalat, sefatal toxin, se-rutin angin
Dan suci sepalsu putihnya secarik kain kafan
Menara rutan, filsafat mutan, statistik selokan, komando Tuhan
Perintah setan, fatwa dan kutukan pembusukan
Pakan pahlawan dengan rotan PHH dan kacamata intel Kodam
Sejarah yang mengkusam merancang godam
Dari kalam prosa terkelam pada festival langit yang
menghitam dan pitam yang membuat perhitungan dengan kemiskinan
Koloni pasar bebas dan jaringan telepon genggam
Dan kota ini 'kan menuai banyak bara dan samsara
Lebih banyak dari dana anggaran tahunan bagi para tentara
Merakit angkara bagi semua badan dunia yang merancang bencana
Dan silahkan cium lubang anus kami yang memberaki setiap lencana
Kota yang menghirup senyap dan hidup bernyawa dalam gelap
Dalam ruang arsitek pemiskinan yang menolak melenyap
Bernafas dalam senyawa gejah, limbah dan serapah
Yang dinyanyikan angkasa yang bersulang untuk mimpi para penjarah
Sepah amor, amok yang murka mengusung anok
Di tepi ngarai paradoks dengan belati pada tembolok
Fasih berkawih tenor dalam nada minor wajib lapor dan horor
Bagi semua anggota parlemen yang mengesahkan testamen anti-teror
Se-hangit aroma penjarahan bulan ke-lima
Kota ini sudah sesak keringat yang harus dikonsumsi
Sebagai ganti energi yang surut
melihat kontes pahlawan palsu seperti Genbi
Penebusan hasrat menangkis dengan leher kacung Anubis
Ketika katarsis diperoleh dalam bentuk logo dan karcis
Praksis hasrat dan nalar yang tak bisa dijamin dengan polis
Rutan rigor mortis dan dominasi hirarki nekropolis