Home ๐ŸŽฌ Bollywood ๐ŸŽต Pakistani ๐ŸŽค English Pop

BENIH

๐Ÿ‘ค Bin Idris โ€ข ๐ŸŽผ III โ€ข โฑ๏ธ 4:14
๐ŸŽต 1058 characters
โฑ๏ธ 4:14 duration
๐Ÿ†” ID: 29965763

๐Ÿ“œ Lyrics

Terbangun dari lelap
Di langit yang masih gelap
Serpihan mimpi menyerap menjadi harap
Segera engkau mandikan
Rambutmu yang berantakan
Dibasuh dingin yang menghempasan kemalasan
Benderang surya selimuti
Kau sulam jadi energi
Tersaji mie menjadi sarapan pagi
Berangkat tanpa rencana
Hanya berbekal renjana
Yang kau bawa terus melangkah jauh ke sana

Di bentang yang terik perlahan benih bertumbuh satu persatu
Di bentang yang terik perlahan benih bertumbuh satu persatu

Kau telan butir aspirin
Pusing semenjak kemarin
Tali temali yang kusut terus berpilin
Tiada guna mengeluh
Segelas kopi kau seduh
Kantuk seketika runtuh dan mengangguk patuh

Pekat polusi kota kau hirup bak karunia
Sejuk kan tiba menyeka terik cuaca
Saat datang waktu pulang
Di rute yang terus berulang
Hanyut dalam kemacetan yang tak kunjung hilang

Di bentang yang Terik perlahan benih bertumbuh satu persatu
Di bentang yang Terik perlahan benih bertumbuh satu persatu
Di bentang yang Terik perlahan benih bertumbuh satu persatu
Di bentang yang Terik perlahan benih bertumbuh satu persatu

โฑ๏ธ Synced Lyrics

[00:17.17] Terbangun dari lelap
[00:20.92] Di langit yang masih gelap
[00:24.67] Serpihan mimpi menyerap menjadi harap
[00:31.30] Segera engkau mandikan
[00:35.77] Rambutmu yang berantakan
[00:39.73] Dibasuh dingin yang menghempasan kemalasan
[00:46.76] Benderang surya selimuti
[00:50.37] Kau sulam jadi energi
[00:54.02] Tersaji mie menjadi sarapan pagi
[01:01.49] Berangkat tanpa rencana
[01:05.43] Hanya berbekal renjana
[01:09.13] Yang kau bawa terus melangkah jauh ke sana
[01:20.18] Di bentang yang terik perlahan benih bertumbuh satu persatu
[01:33.12] Di bentang yang terik perlahan benih bertumbuh satu persatu
[02:07.74] Kau telan butir aspirin
[02:11.74] Pusing semenjak kemarin
[02:15.54] Tali temali yang kusut terus berpilin
[02:22.90] Tiada guna mengeluh
[02:26.49] Segelas kopi kau seduh
[02:30.39] Kantuk seketika runtuh dan mengangguk patuh
[02:37.47] Pekat polusi kota kau hirup bak karunia
[02:44.86] Sejuk kan tiba menyeka terik cuaca
[02:52.54] Saat datang waktu pulang
[02:56.24] Di rute yang terus berulang
[02:59.84] Hanyut dalam kemacetan yang tak kunjung hilang
[03:09.12] Di bentang yang Terik perlahan benih bertumbuh satu persatu
[03:23.98] Di bentang yang Terik perlahan benih bertumbuh satu persatu
[03:39.79] Di bentang yang Terik perlahan benih bertumbuh satu persatu
[03:53.51] Di bentang yang Terik perlahan benih bertumbuh satu persatu
[04:12.05]

โญ Rate These Lyrics

โ˜†โ˜†โ˜†โ˜†โ˜†
Average: 0.0/5 โ€ข 0 ratings