Mimpi Berjalan
๐ต 2171 characters
โฑ๏ธ 4:44 duration
๐ ID: 3156510
๐ Lyrics
Memakai piama dia berjalan
Sendiri di tengah malam dengan mata terpejam
Tak peduli dengan tatapan berjuta pasang
Mata makhluk malam yang jahil dan menantang
Tanpa melihat kanan kiri dia menyeberang
Jalanan penuh dengan kendaraan lalu lalang
"Setan!", "Monyet!" teriak si pengemudi dia tetap diam dan tak perduli
Tak pernah puas, dia tetap berjalan
Membelah kota di tengah remangnya malam
Orang menyebutnya "Pejalan Tidur"
Dia tak peduli, dia terus mendengkur
Seperti di malam lain seperti biasa
Mata terpejam namun berjalan dan berbicara
Orang pun mulai terbiasa dengannya
Pejalan tidur, itu dunianya
Hari Selasa pukul lima dini hari
Ketika orang masih dimanjakan dinginnya pagi
Beranjak dari tempat tidurnya lagi
Merasa dirinya adalah seekor sapi
Sapi turun ke jalan, mencari makan
Tapi sapi tak menemukan rerumputan
Semua terasa keras di gigi, huh!
Terasa panas bagaikan bara api
Di malam lain, dia mulai bermimpi lagi
Terbang sebagai burung, Huh! bebas sekali
Dia mulai bingung, ketika hujan turun
Terbang rendah, mencari tempat bernaung
Tak ada pohon, tak ada tetumbuhan
Yang ada hanyalah gedung tinggi yang menjulang
Dia ingin terbangun, dia ingin terjaga
Keluar dari mimpinya yang bagai neraka
Menangislah dan biar berlalu
Dia, dengan mimpinya
Mungkin saja suatu saat nanti
Engkau 'kan mengalami
Aaaa-aa-aa-aa
Aaa-aa-aa-aa
Aaaa-aa-aa-aa
Aaa-aa-aa-aa
Hari Selasa pukul lima dini hari
Ketika orang masih dimanjakan dinginnya pagi
Beranjak dari tempat tidurnya lagi
Merasa dirinya adalah seekor sapi
Sapi turun ke jalan, mencari makan
Tapi sapi tak menemukan rerumputan
Semua terasa keras di gigi, huh!
Terasa panas bagaikan bara api
Di malam lain, dia mulai bermimpi lagi
Terbang sebagai burung, huh! bebas sekali
Dia mulai bingung, ketika hujan turun
Terbang rendah, mencari tempat bernaung
Tak ada pohon, tak ada tetumbuhan
Yang ada hanyalah gedung tinggi yang menjulang
Dia ingin terbangun, dia ingin terjaga
Keluar dari mimpinya yang bagai neraka
Menangislah dan biar berlalu
Dia dengan mimpinya
Mungkin saja suatu saat nanti
Engkau 'kan mengalami
Menangislah dan biar berlalu
Dia dengan mimpinya
Mungkin saja suatu saat nanti
Engkau 'kan mengalami
Sendiri di tengah malam dengan mata terpejam
Tak peduli dengan tatapan berjuta pasang
Mata makhluk malam yang jahil dan menantang
Tanpa melihat kanan kiri dia menyeberang
Jalanan penuh dengan kendaraan lalu lalang
"Setan!", "Monyet!" teriak si pengemudi dia tetap diam dan tak perduli
Tak pernah puas, dia tetap berjalan
Membelah kota di tengah remangnya malam
Orang menyebutnya "Pejalan Tidur"
Dia tak peduli, dia terus mendengkur
Seperti di malam lain seperti biasa
Mata terpejam namun berjalan dan berbicara
Orang pun mulai terbiasa dengannya
Pejalan tidur, itu dunianya
Hari Selasa pukul lima dini hari
Ketika orang masih dimanjakan dinginnya pagi
Beranjak dari tempat tidurnya lagi
Merasa dirinya adalah seekor sapi
Sapi turun ke jalan, mencari makan
Tapi sapi tak menemukan rerumputan
Semua terasa keras di gigi, huh!
Terasa panas bagaikan bara api
Di malam lain, dia mulai bermimpi lagi
Terbang sebagai burung, Huh! bebas sekali
Dia mulai bingung, ketika hujan turun
Terbang rendah, mencari tempat bernaung
Tak ada pohon, tak ada tetumbuhan
Yang ada hanyalah gedung tinggi yang menjulang
Dia ingin terbangun, dia ingin terjaga
Keluar dari mimpinya yang bagai neraka
Menangislah dan biar berlalu
Dia, dengan mimpinya
Mungkin saja suatu saat nanti
Engkau 'kan mengalami
Aaaa-aa-aa-aa
Aaa-aa-aa-aa
Aaaa-aa-aa-aa
Aaa-aa-aa-aa
Hari Selasa pukul lima dini hari
Ketika orang masih dimanjakan dinginnya pagi
Beranjak dari tempat tidurnya lagi
Merasa dirinya adalah seekor sapi
Sapi turun ke jalan, mencari makan
Tapi sapi tak menemukan rerumputan
Semua terasa keras di gigi, huh!
Terasa panas bagaikan bara api
Di malam lain, dia mulai bermimpi lagi
Terbang sebagai burung, huh! bebas sekali
Dia mulai bingung, ketika hujan turun
Terbang rendah, mencari tempat bernaung
Tak ada pohon, tak ada tetumbuhan
Yang ada hanyalah gedung tinggi yang menjulang
Dia ingin terbangun, dia ingin terjaga
Keluar dari mimpinya yang bagai neraka
Menangislah dan biar berlalu
Dia dengan mimpinya
Mungkin saja suatu saat nanti
Engkau 'kan mengalami
Menangislah dan biar berlalu
Dia dengan mimpinya
Mungkin saja suatu saat nanti
Engkau 'kan mengalami
โฑ๏ธ Synced Lyrics
[00:21.60] Memakai piama dia berjalan
[00:24.16] Sendiri di tengah malam dengan mata terpejam
[00:27.01] Tak peduli dengan tatapan berjuta pasang
[00:29.79] Mata makhluk malam yang jahil dan menantang
[00:32.57] Tanpa melihat kanan kiri dia menyeberang
[00:35.39] Jalanan penuh dengan kendaraan lalu lalang
[00:38.27] "Setan!", "Monyet!" teriak si pengemudi dia tetap diam dan tak perduli
[00:48.93] Tak pernah puas, dia tetap berjalan
[00:51.83] Membelah kota di tengah remangnya malam
[00:54.87] Orang menyebutnya "Pejalan Tidur"
[00:57.27] Dia tak peduli, dia terus mendengkur
[01:00.14] Seperti di malam lain seperti biasa
[01:02.96] Mata terpejam namun berjalan dan berbicara
[01:05.52] Orang pun mulai terbiasa dengannya
[01:08.37] Pejalan tidur, itu dunianya
[01:11.48]
[01:22.28] Hari Selasa pukul lima dini hari
[01:24.76] Ketika orang masih dimanjakan dinginnya pagi
[01:28.35] Beranjak dari tempat tidurnya lagi
[01:30.34] Merasa dirinya adalah seekor sapi
[01:33.34] Sapi turun ke jalan, mencari makan
[01:36.01] Tapi sapi tak menemukan rerumputan
[01:38.99] Semua terasa keras di gigi, huh!
[01:41.94] Terasa panas bagaikan bara api
[01:44.60] Di malam lain, dia mulai bermimpi lagi
[01:47.54] Terbang sebagai burung, Huh! bebas sekali
[01:50.18] Dia mulai bingung, ketika hujan turun
[01:52.52] Terbang rendah, mencari tempat bernaung
[01:55.27] Tak ada pohon, tak ada tetumbuhan
[01:57.96] Yang ada hanyalah gedung tinggi yang menjulang
[02:00.97] Dia ingin terbangun, dia ingin terjaga
[02:03.62] Keluar dari mimpinya yang bagai neraka
[02:06.75] Menangislah dan biar berlalu
[02:13.23] Dia, dengan mimpinya
[02:17.82] Mungkin saja suatu saat nanti
[02:24.34] Engkau 'kan mengalami
[02:28.61] Aaaa-aa-aa-aa
[02:34.31] Aaa-aa-aa-aa
[02:39.71] Aaaa-aa-aa-aa
[02:45.43] Aaa-aa-aa-aa
[02:50.83] Hari Selasa pukul lima dini hari
[02:53.30] Ketika orang masih dimanjakan dinginnya pagi
[02:56.19] Beranjak dari tempat tidurnya lagi
[02:58.97] Merasa dirinya adalah seekor sapi
[03:01.96] Sapi turun ke jalan, mencari makan
[03:04.41] Tapi sapi tak menemukan rerumputan
[03:07.04] Semua terasa keras di gigi, huh!
[03:10.14] Terasa panas bagaikan bara api
[03:12.76] Di malam lain, dia mulai bermimpi lagi
[03:15.69] Terbang sebagai burung, huh! bebas sekali
[03:18.49] Dia mulai bingung, ketika hujan turun
[03:21.10] Terbang rendah, mencari tempat bernaung
[03:23.79] Tak ada pohon, tak ada tetumbuhan
[03:26.46] Yang ada hanyalah gedung tinggi yang menjulang
[03:29.44] Dia ingin terbangun, dia ingin terjaga
[03:31.99] Keluar dari mimpinya yang bagai neraka
[03:35.50] Menangislah dan biar berlalu
[03:41.24] Dia dengan mimpinya
[03:46.10] Mungkin saja suatu saat nanti
[03:52.16] Engkau 'kan mengalami
[03:57.60] Menangislah dan biar berlalu
[04:03.18] Dia dengan mimpinya
[04:08.29] Mungkin saja suatu saat nanti
[04:14.54] Engkau 'kan mengalami
[04:21.81]
[00:24.16] Sendiri di tengah malam dengan mata terpejam
[00:27.01] Tak peduli dengan tatapan berjuta pasang
[00:29.79] Mata makhluk malam yang jahil dan menantang
[00:32.57] Tanpa melihat kanan kiri dia menyeberang
[00:35.39] Jalanan penuh dengan kendaraan lalu lalang
[00:38.27] "Setan!", "Monyet!" teriak si pengemudi dia tetap diam dan tak perduli
[00:48.93] Tak pernah puas, dia tetap berjalan
[00:51.83] Membelah kota di tengah remangnya malam
[00:54.87] Orang menyebutnya "Pejalan Tidur"
[00:57.27] Dia tak peduli, dia terus mendengkur
[01:00.14] Seperti di malam lain seperti biasa
[01:02.96] Mata terpejam namun berjalan dan berbicara
[01:05.52] Orang pun mulai terbiasa dengannya
[01:08.37] Pejalan tidur, itu dunianya
[01:11.48]
[01:22.28] Hari Selasa pukul lima dini hari
[01:24.76] Ketika orang masih dimanjakan dinginnya pagi
[01:28.35] Beranjak dari tempat tidurnya lagi
[01:30.34] Merasa dirinya adalah seekor sapi
[01:33.34] Sapi turun ke jalan, mencari makan
[01:36.01] Tapi sapi tak menemukan rerumputan
[01:38.99] Semua terasa keras di gigi, huh!
[01:41.94] Terasa panas bagaikan bara api
[01:44.60] Di malam lain, dia mulai bermimpi lagi
[01:47.54] Terbang sebagai burung, Huh! bebas sekali
[01:50.18] Dia mulai bingung, ketika hujan turun
[01:52.52] Terbang rendah, mencari tempat bernaung
[01:55.27] Tak ada pohon, tak ada tetumbuhan
[01:57.96] Yang ada hanyalah gedung tinggi yang menjulang
[02:00.97] Dia ingin terbangun, dia ingin terjaga
[02:03.62] Keluar dari mimpinya yang bagai neraka
[02:06.75] Menangislah dan biar berlalu
[02:13.23] Dia, dengan mimpinya
[02:17.82] Mungkin saja suatu saat nanti
[02:24.34] Engkau 'kan mengalami
[02:28.61] Aaaa-aa-aa-aa
[02:34.31] Aaa-aa-aa-aa
[02:39.71] Aaaa-aa-aa-aa
[02:45.43] Aaa-aa-aa-aa
[02:50.83] Hari Selasa pukul lima dini hari
[02:53.30] Ketika orang masih dimanjakan dinginnya pagi
[02:56.19] Beranjak dari tempat tidurnya lagi
[02:58.97] Merasa dirinya adalah seekor sapi
[03:01.96] Sapi turun ke jalan, mencari makan
[03:04.41] Tapi sapi tak menemukan rerumputan
[03:07.04] Semua terasa keras di gigi, huh!
[03:10.14] Terasa panas bagaikan bara api
[03:12.76] Di malam lain, dia mulai bermimpi lagi
[03:15.69] Terbang sebagai burung, huh! bebas sekali
[03:18.49] Dia mulai bingung, ketika hujan turun
[03:21.10] Terbang rendah, mencari tempat bernaung
[03:23.79] Tak ada pohon, tak ada tetumbuhan
[03:26.46] Yang ada hanyalah gedung tinggi yang menjulang
[03:29.44] Dia ingin terbangun, dia ingin terjaga
[03:31.99] Keluar dari mimpinya yang bagai neraka
[03:35.50] Menangislah dan biar berlalu
[03:41.24] Dia dengan mimpinya
[03:46.10] Mungkin saja suatu saat nanti
[03:52.16] Engkau 'kan mengalami
[03:57.60] Menangislah dan biar berlalu
[04:03.18] Dia dengan mimpinya
[04:08.29] Mungkin saja suatu saat nanti
[04:14.54] Engkau 'kan mengalami
[04:21.81]