Penantian
๐ต 2607 characters
โฑ๏ธ 5:11 duration
๐ ID: 3156515
๐ Lyrics
Malam menjelang kala mentari terbenam
Meninggalkan dirimu dalam penantian
Dalam kegelisahan yang tak kunjung hilang huh
Menunggu dirinya datang
Bulat membulat bola matamu yang coklat
Menatap jarum-jarum yang terus bergerak
Tetap berdetak dengan cepat
Membawamu ke sudut yang senyap
Wajahmu menengadah meredam resah
Berpaling dari dunia yang penuh amarah
Tiada yang pasti, di hatimu kini
Membuatmu mencoba berlari dan bersembunyi
Tapi, tetapi harus tetap kau akui
Betapa kau ingin dirinya hadir di sini
Ke dalam dekapanmu seperti dulu
Di mana rasa hangat selimutimu slalu
Tanpa terasa butir air dalam mata
Menetes basahi pipimu yang tak bernoda
Di kamar ini dirimu sendiri
Menahan rasa rindu yang tak pernah menepi
Akankah terdengar ketukan di pintu depan
Dan kan kau temui kembali tawa yang riang
Tapi itu kan tetap selalu menjadi mimpi
Tapi kau tak pernah peduli yeah
Hapuslah keraguan di dalam hatimu
Menunggu, kau 'kan tetap menunggu
Biarkanlah terjadi yang mesti terjadi
Asmara, tak slalu jadi satu
Bergetar menggelegar jantungmu berdebar
Menunggu hari-hari kembali bersinar
Kau tetap menanti menanti terus menanti
Tak ingin pergi, tak ingin berhenti yeah
Pandang memandang matamu menerawang
Kala dirimu tenggelam dalam lamunan
Hasrat yang menggebu-gebu ingin bertemu
Dengan dirinya yang pernah menghiasi hari-harimu
Rindu slalu membelenggu dirimu
Menjadi teman setia dalam kehidupanmu
Melewati malam panjang yang tak bertepian
Kau dan dirimu dalam penantian panjang
Seakan dia takkan pernah datang
Untuk penuhi janji yang pernah terucapkan
Lewat tengah malam yang begitu kelam
Kau masih duduk terdiam di teras depan
Hapuslah keraguan di dalam hatimu
Menunggu, kau 'kan tetap menunggu
Biarkanlah terjadi yang mesti terjadi
Asmara, haa tak slalu jadi satu
Hapuslah keraguan di dalam hatimu
Menunggu, kau 'kan tetap menunggu
Biarkanlah terjadi yang mesti terjadi
Asmara, haa tak slalu jadi satu
Malam menjelang kala mentari terbenam
Meninggalkan dirimu dalam penantian
Dalam kegelisahan yang tak kunjung hilang huh
Menunggu dirinya datang
Kini, bulan menepi menggapai pagi
Kehadiran dirinya menjadi utopi
Segala fantasi yang kau yakini
'Tuk melewati hari-harimu yang tak pasti
Hapuslah keraguan di dalam hatimu
Menunggu, kau 'kan tetap menunggu
Biarkanlah terjadi yang mesti terjadi
Asmara, haa tak slalu jadi satu
Hapuslah keraguan di dalam hatimu
Menunggu, kau 'kan tetap menunggu
Biarkanlah terjadi yang mesti terjadi
Asmara, haa tak slalu jadi satu
Hapuslah keraguan di dalam hatimu
Menunggu, kau 'kan tetap menunggu
Biarkanlah terjadi yang mesti terjadi
Asmara, haa tak slalu jadi satu
Meninggalkan dirimu dalam penantian
Dalam kegelisahan yang tak kunjung hilang huh
Menunggu dirinya datang
Bulat membulat bola matamu yang coklat
Menatap jarum-jarum yang terus bergerak
Tetap berdetak dengan cepat
Membawamu ke sudut yang senyap
Wajahmu menengadah meredam resah
Berpaling dari dunia yang penuh amarah
Tiada yang pasti, di hatimu kini
Membuatmu mencoba berlari dan bersembunyi
Tapi, tetapi harus tetap kau akui
Betapa kau ingin dirinya hadir di sini
Ke dalam dekapanmu seperti dulu
Di mana rasa hangat selimutimu slalu
Tanpa terasa butir air dalam mata
Menetes basahi pipimu yang tak bernoda
Di kamar ini dirimu sendiri
Menahan rasa rindu yang tak pernah menepi
Akankah terdengar ketukan di pintu depan
Dan kan kau temui kembali tawa yang riang
Tapi itu kan tetap selalu menjadi mimpi
Tapi kau tak pernah peduli yeah
Hapuslah keraguan di dalam hatimu
Menunggu, kau 'kan tetap menunggu
Biarkanlah terjadi yang mesti terjadi
Asmara, tak slalu jadi satu
Bergetar menggelegar jantungmu berdebar
Menunggu hari-hari kembali bersinar
Kau tetap menanti menanti terus menanti
Tak ingin pergi, tak ingin berhenti yeah
Pandang memandang matamu menerawang
Kala dirimu tenggelam dalam lamunan
Hasrat yang menggebu-gebu ingin bertemu
Dengan dirinya yang pernah menghiasi hari-harimu
Rindu slalu membelenggu dirimu
Menjadi teman setia dalam kehidupanmu
Melewati malam panjang yang tak bertepian
Kau dan dirimu dalam penantian panjang
Seakan dia takkan pernah datang
Untuk penuhi janji yang pernah terucapkan
Lewat tengah malam yang begitu kelam
Kau masih duduk terdiam di teras depan
Hapuslah keraguan di dalam hatimu
Menunggu, kau 'kan tetap menunggu
Biarkanlah terjadi yang mesti terjadi
Asmara, haa tak slalu jadi satu
Hapuslah keraguan di dalam hatimu
Menunggu, kau 'kan tetap menunggu
Biarkanlah terjadi yang mesti terjadi
Asmara, haa tak slalu jadi satu
Malam menjelang kala mentari terbenam
Meninggalkan dirimu dalam penantian
Dalam kegelisahan yang tak kunjung hilang huh
Menunggu dirinya datang
Kini, bulan menepi menggapai pagi
Kehadiran dirinya menjadi utopi
Segala fantasi yang kau yakini
'Tuk melewati hari-harimu yang tak pasti
Hapuslah keraguan di dalam hatimu
Menunggu, kau 'kan tetap menunggu
Biarkanlah terjadi yang mesti terjadi
Asmara, haa tak slalu jadi satu
Hapuslah keraguan di dalam hatimu
Menunggu, kau 'kan tetap menunggu
Biarkanlah terjadi yang mesti terjadi
Asmara, haa tak slalu jadi satu
Hapuslah keraguan di dalam hatimu
Menunggu, kau 'kan tetap menunggu
Biarkanlah terjadi yang mesti terjadi
Asmara, haa tak slalu jadi satu
โฑ๏ธ Synced Lyrics
[00:24.89] Malam menjelang kala mentari terbenam
[00:27.63] Meninggalkan dirimu dalam penantian
[00:30.08] Dalam kegelisahan yang tak kunjung hilang huh
[00:33.44] Menunggu dirinya datang
[00:36.39] Bulat membulat bola matamu yang coklat
[00:38.45] Menatap jarum-jarum yang terus bergerak
[00:41.04] Tetap berdetak dengan cepat
[00:43.47] Membawamu ke sudut yang senyap
[00:56.18] Wajahmu menengadah meredam resah
[00:59.76] Berpaling dari dunia yang penuh amarah
[01:02.06] Tiada yang pasti, di hatimu kini
[01:04.47] Membuatmu mencoba berlari dan bersembunyi
[01:07.75] Tapi, tetapi harus tetap kau akui
[01:10.26] Betapa kau ingin dirinya hadir di sini
[01:12.22] Ke dalam dekapanmu seperti dulu
[01:15.69] Di mana rasa hangat selimutimu slalu
[01:18.23] Tanpa terasa butir air dalam mata
[01:21.25] Menetes basahi pipimu yang tak bernoda
[01:23.24] Di kamar ini dirimu sendiri
[01:26.09] Menahan rasa rindu yang tak pernah menepi
[01:28.44] Akankah terdengar ketukan di pintu depan
[01:31.72] Dan kan kau temui kembali tawa yang riang
[01:34.25] Tapi itu kan tetap selalu menjadi mimpi
[01:37.01] Tapi kau tak pernah peduli yeah
[01:39.78] Hapuslah keraguan di dalam hatimu
[01:44.67] Menunggu, kau 'kan tetap menunggu
[01:50.12] Biarkanlah terjadi yang mesti terjadi
[01:55.34] Asmara, tak slalu jadi satu
[02:00.93] Bergetar menggelegar jantungmu berdebar
[02:04.02] Menunggu hari-hari kembali bersinar
[02:06.49] Kau tetap menanti menanti terus menanti
[02:08.92] Tak ingin pergi, tak ingin berhenti yeah
[02:11.83] Pandang memandang matamu menerawang
[02:14.28] Kala dirimu tenggelam dalam lamunan
[02:17.55] Hasrat yang menggebu-gebu ingin bertemu
[02:20.03] Dengan dirinya yang pernah menghiasi hari-harimu
[02:22.93] Rindu slalu membelenggu dirimu
[02:25.39] Menjadi teman setia dalam kehidupanmu
[02:27.79] Melewati malam panjang yang tak bertepian
[02:30.90] Kau dan dirimu dalam penantian panjang
[02:34.13] Seakan dia takkan pernah datang
[02:35.87] Untuk penuhi janji yang pernah terucapkan
[02:38.27] Lewat tengah malam yang begitu kelam
[02:40.90] Kau masih duduk terdiam di teras depan
[02:43.93] Hapuslah keraguan di dalam hatimu
[02:48.68] Menunggu, kau 'kan tetap menunggu
[02:54.69] Biarkanlah terjadi yang mesti terjadi
[02:59.37] Asmara, haa tak slalu jadi satu
[03:04.94] Hapuslah keraguan di dalam hatimu
[03:10.03] Menunggu, kau 'kan tetap menunggu
[03:16.14] Biarkanlah terjadi yang mesti terjadi
[03:20.88] Asmara, haa tak slalu jadi satu
[03:26.56] Malam menjelang kala mentari terbenam
[03:29.69] Meninggalkan dirimu dalam penantian
[03:32.18] Dalam kegelisahan yang tak kunjung hilang huh
[03:35.84] Menunggu dirinya datang
[03:38.06] Kini, bulan menepi menggapai pagi
[03:40.50] Kehadiran dirinya menjadi utopi
[03:43.27] Segala fantasi yang kau yakini
[03:45.59] 'Tuk melewati hari-harimu yang tak pasti
[03:48.12] Hapuslah keraguan di dalam hatimu
[03:52.97] Menunggu, kau 'kan tetap menunggu
[03:58.10] Biarkanlah terjadi yang mesti terjadi
[04:03.55] Asmara, haa tak slalu jadi satu
[04:08.94] Hapuslah keraguan di dalam hatimu
[04:14.35] Menunggu, kau 'kan tetap menunggu
[04:19.67] Biarkanlah terjadi yang mesti terjadi
[04:24.68] Asmara, haa tak slalu jadi satu
[04:30.34] Hapuslah keraguan di dalam hatimu
[04:35.37] Menunggu, kau 'kan tetap menunggu
[04:41.08] Biarkanlah terjadi yang mesti terjadi
[04:46.48] Asmara, haa tak slalu jadi satu
[04:54.43]
[00:27.63] Meninggalkan dirimu dalam penantian
[00:30.08] Dalam kegelisahan yang tak kunjung hilang huh
[00:33.44] Menunggu dirinya datang
[00:36.39] Bulat membulat bola matamu yang coklat
[00:38.45] Menatap jarum-jarum yang terus bergerak
[00:41.04] Tetap berdetak dengan cepat
[00:43.47] Membawamu ke sudut yang senyap
[00:56.18] Wajahmu menengadah meredam resah
[00:59.76] Berpaling dari dunia yang penuh amarah
[01:02.06] Tiada yang pasti, di hatimu kini
[01:04.47] Membuatmu mencoba berlari dan bersembunyi
[01:07.75] Tapi, tetapi harus tetap kau akui
[01:10.26] Betapa kau ingin dirinya hadir di sini
[01:12.22] Ke dalam dekapanmu seperti dulu
[01:15.69] Di mana rasa hangat selimutimu slalu
[01:18.23] Tanpa terasa butir air dalam mata
[01:21.25] Menetes basahi pipimu yang tak bernoda
[01:23.24] Di kamar ini dirimu sendiri
[01:26.09] Menahan rasa rindu yang tak pernah menepi
[01:28.44] Akankah terdengar ketukan di pintu depan
[01:31.72] Dan kan kau temui kembali tawa yang riang
[01:34.25] Tapi itu kan tetap selalu menjadi mimpi
[01:37.01] Tapi kau tak pernah peduli yeah
[01:39.78] Hapuslah keraguan di dalam hatimu
[01:44.67] Menunggu, kau 'kan tetap menunggu
[01:50.12] Biarkanlah terjadi yang mesti terjadi
[01:55.34] Asmara, tak slalu jadi satu
[02:00.93] Bergetar menggelegar jantungmu berdebar
[02:04.02] Menunggu hari-hari kembali bersinar
[02:06.49] Kau tetap menanti menanti terus menanti
[02:08.92] Tak ingin pergi, tak ingin berhenti yeah
[02:11.83] Pandang memandang matamu menerawang
[02:14.28] Kala dirimu tenggelam dalam lamunan
[02:17.55] Hasrat yang menggebu-gebu ingin bertemu
[02:20.03] Dengan dirinya yang pernah menghiasi hari-harimu
[02:22.93] Rindu slalu membelenggu dirimu
[02:25.39] Menjadi teman setia dalam kehidupanmu
[02:27.79] Melewati malam panjang yang tak bertepian
[02:30.90] Kau dan dirimu dalam penantian panjang
[02:34.13] Seakan dia takkan pernah datang
[02:35.87] Untuk penuhi janji yang pernah terucapkan
[02:38.27] Lewat tengah malam yang begitu kelam
[02:40.90] Kau masih duduk terdiam di teras depan
[02:43.93] Hapuslah keraguan di dalam hatimu
[02:48.68] Menunggu, kau 'kan tetap menunggu
[02:54.69] Biarkanlah terjadi yang mesti terjadi
[02:59.37] Asmara, haa tak slalu jadi satu
[03:04.94] Hapuslah keraguan di dalam hatimu
[03:10.03] Menunggu, kau 'kan tetap menunggu
[03:16.14] Biarkanlah terjadi yang mesti terjadi
[03:20.88] Asmara, haa tak slalu jadi satu
[03:26.56] Malam menjelang kala mentari terbenam
[03:29.69] Meninggalkan dirimu dalam penantian
[03:32.18] Dalam kegelisahan yang tak kunjung hilang huh
[03:35.84] Menunggu dirinya datang
[03:38.06] Kini, bulan menepi menggapai pagi
[03:40.50] Kehadiran dirinya menjadi utopi
[03:43.27] Segala fantasi yang kau yakini
[03:45.59] 'Tuk melewati hari-harimu yang tak pasti
[03:48.12] Hapuslah keraguan di dalam hatimu
[03:52.97] Menunggu, kau 'kan tetap menunggu
[03:58.10] Biarkanlah terjadi yang mesti terjadi
[04:03.55] Asmara, haa tak slalu jadi satu
[04:08.94] Hapuslah keraguan di dalam hatimu
[04:14.35] Menunggu, kau 'kan tetap menunggu
[04:19.67] Biarkanlah terjadi yang mesti terjadi
[04:24.68] Asmara, haa tak slalu jadi satu
[04:30.34] Hapuslah keraguan di dalam hatimu
[04:35.37] Menunggu, kau 'kan tetap menunggu
[04:41.08] Biarkanlah terjadi yang mesti terjadi
[04:46.48] Asmara, haa tak slalu jadi satu
[04:54.43]