Home ๐ŸŽฌ Bollywood ๐ŸŽต Pakistani ๐ŸŽค English Pop

Cerita Benar (feat. Ayub Jonn)

๐Ÿ‘ค Laze โ€ข ๐ŸŽผ Waktu Bicara โ€ข โฑ๏ธ 3:56
๐ŸŽต 2404 characters
โฑ๏ธ 3:56 duration
๐Ÿ†” ID: 3156695

๐Ÿ“œ Lyrics

Walau mengorbit ku belum menjadi bintang
Aku tak berteduh di bawah pohon luang yang rindang
Kau lihat aku atas panggung dalam foto insta
Balik ke apartement ku masih makan mie instan

Tiap pagi bangun mendorong mobil ayah
Ibu mendorong semangat supaya ku berupaya
Hatinya lunak namun kerjanya keras
Ia seorang dosen tapi ku tak naik kelas

Pindah rumah ke rumah, sembilan kali
Barang masih di dalam kardus sudah pindah lagi
Selang enam bulan alamat pun berbeda lagi
Sampai jual mobil lalu naik sepeda lagi

Orang pikir aku selalu hidup mewah
Itu karena mereka tak ada saat ku di bawah
Orang pikir aku tidak pernah sedih
Itu karena mereka hanya datang saat ku tertawa

Dalam malam yang kelam
Mencari setitik sinar
Tapi cahaya yang terang
Membuka sudut pandangnya

Dalam kelam yang dingin
Lalu dinyalakan api
Tapi hangat yang diberi
Butakan mata hati

Masa sekolah ikut geng, namun tak kenal gengsi
Tak tergoda wanita seksi, hanya mau hidup fancy
Bila harta itu darah, aku butuh pendonor
Tapi tetap angkut Jordan tiap kali dapat honor

Ibu kirim pesan "Jangan lupa lima-waktu"
Tapi aku ragu apa Tuhan akan terima aku
Merasa penuh noda pada Pencipta Semesta
Ayah pergi pimpin doa, ku pulang pimpin pesta

Kekasih berujar "ia rasa sepi"
Aku selalu sibuk kerja bagai tidak kenal letih
Lihat temen pergi kencan tapi buat apa iri
Berdua tak lebih baik daripada sendiri

Orang pikir aku selalu hidup mewah
Itu karena mereka tak ada saat ku di bawah
Orang pikir aku tidak pernah sedih
Itu karena mereka hanya datang saat ku tertawa

Dalam malam yang kelam
Mencari setitik sinar
Tapi cahaya yang terang
Membuka sudut pandangnya

Dalam kelam yang dingin
Lalu dinyalakan api
Tapi hangat yang diberi
Butakan mata hati

Mereka doakan aku agar panjang umur
Tapi aku lebih baik masuk ke dalam kubur
Daripada jadi tua tuk lihat dunia hancur
Namun sebelum pergi pastikan keluarga makmur

Dunia hiburan bukan tempat yang gampang
Ketenaran bagai bis, semua mau menumpang
Dan semua pun tau bahwa ku tidak tampan
Jadi bila berhasil pasti bukan karena tampang

Bila aku terkenal, jangan jadikan aku idola
Aku anak nakal yang sering bolos sekolah
Tuk berlomba tulis lirik rekam lagu di studio
Demi hadiah yang tak abadi, everybody know
Laze

Dalam malam yang kelam
Mencari setitik sinar
Tapi cahaya yang terang
Membuka sudut pandangnya

Dalam kelam yang dingin
Lalu dinyalakan api
Tapi hangat yang diberi
Butakan mata hati, yeah

โฑ๏ธ Synced Lyrics

[00:12.35] Walau mengorbit ku belum menjadi bintang
[00:15.14] Aku tak berteduh di bawah pohon luang yang rindang
[00:18.34] Kau lihat aku atas panggung dalam foto insta
[00:21.44] Balik ke apartement ku masih makan mie instan
[00:24.94] Tiap pagi bangun mendorong mobil ayah
[00:28.08] Ibu mendorong semangat supaya ku berupaya
[00:31.54] Hatinya lunak namun kerjanya keras
[00:34.41] Ia seorang dosen tapi ku tak naik kelas
[00:37.78] Pindah rumah ke rumah, sembilan kali
[00:40.92] Barang masih di dalam kardus sudah pindah lagi
[00:44.22] Selang enam bulan alamat pun berbeda lagi
[00:47.34] Sampai jual mobil lalu naik sepeda lagi
[00:50.66] Orang pikir aku selalu hidup mewah
[00:53.77] Itu karena mereka tak ada saat ku di bawah
[00:57.19] Orang pikir aku tidak pernah sedih
[01:00.28] Itu karena mereka hanya datang saat ku tertawa
[01:03.42] Dalam malam yang kelam
[01:06.22] Mencari setitik sinar
[01:09.48] Tapi cahaya yang terang
[01:12.58] Membuka sudut pandangnya
[01:15.80] Dalam kelam yang dingin
[01:18.90] Lalu dinyalakan api
[01:22.16] Tapi hangat yang diberi
[01:25.23] Butakan mata hati
[01:29.26] Masa sekolah ikut geng, namun tak kenal gengsi
[01:32.12] Tak tergoda wanita seksi, hanya mau hidup fancy
[01:35.45] Bila harta itu darah, aku butuh pendonor
[01:38.55] Tapi tetap angkut Jordan tiap kali dapat honor
[01:41.98] Ibu kirim pesan "Jangan lupa lima-waktu"
[01:45.17] Tapi aku ragu apa Tuhan akan terima aku
[01:48.36] Merasa penuh noda pada Pencipta Semesta
[01:51.47] Ayah pergi pimpin doa, ku pulang pimpin pesta
[01:54.76] Kekasih berujar "ia rasa sepi"
[01:58.12] Aku selalu sibuk kerja bagai tidak kenal letih
[02:01.11] Lihat temen pergi kencan tapi buat apa iri
[02:04.25] Berdua tak lebih baik daripada sendiri
[02:07.54] Orang pikir aku selalu hidup mewah
[02:10.69] Itu karena mereka tak ada saat ku di bawah
[02:14.05] Orang pikir aku tidak pernah sedih
[02:16.99] Itu karena mereka hanya datang saat ku tertawa
[02:20.02] Dalam malam yang kelam
[02:23.38] Mencari setitik sinar
[02:26.23] Tapi cahaya yang terang
[02:29.58] Membuka sudut pandangnya
[02:32.66] Dalam kelam yang dingin
[02:35.94] Lalu dinyalakan api
[02:39.17] Tapi hangat yang diberi
[02:42.37] Butakan mata hati
[02:46.15] Mereka doakan aku agar panjang umur
[02:49.06] Tapi aku lebih baik masuk ke dalam kubur
[02:52.26] Daripada jadi tua tuk lihat dunia hancur
[02:55.45] Namun sebelum pergi pastikan keluarga makmur
[02:58.96] Dunia hiburan bukan tempat yang gampang
[03:01.92] Ketenaran bagai bis, semua mau menumpang
[03:05.19] Dan semua pun tau bahwa ku tidak tampan
[03:08.33] Jadi bila berhasil pasti bukan karena tampang
[03:11.65] Bila aku terkenal, jangan jadikan aku idola
[03:15.24] Aku anak nakal yang sering bolos sekolah
[03:18.08] Tuk berlomba tulis lirik rekam lagu di studio
[03:21.23] Demi hadiah yang tak abadi, everybody know
[03:24.42] Laze
[03:25.04] Dalam malam yang kelam
[03:27.10] Mencari setitik sinar
[03:30.38] Tapi cahaya yang terang
[03:33.57] Membuka sudut pandangnya
[03:36.72] Dalam kelam yang dingin
[03:40.03] Lalu dinyalakan api
[03:43.22] Tapi hangat yang diberi
[03:46.31] Butakan mata hati, yeah
[03:50.89]

โญ Rate These Lyrics

โ˜†โ˜†โ˜†โ˜†โ˜†
Average: 0.0/5 โ€ข 0 ratings