Radio Pemberontakan
๐ต 2338 characters
โฑ๏ธ 3:48 duration
๐ ID: 3156954
๐ Lyrics
Radio Pemberontakan
Nyalakan Radio Pemberontakan
Samakan Frekuensi Langitan
Nyalakan Radio Pemberontakan
Samakan Frekuensi Langitan
Mempertegas lawan Mengkrucutkan tujuan
Kawan hidup adalah pilihan
Netralitas adalah bualan
Kita masih bertahan
Kalah media menekan dalam kebohongan
Kita tahu rasanya jadi buronan
Ketika sebagian mati dalam fitnah densus delapan delapan
Tanpa hak bicara yang setara dalam keadilan
Kita adalah radikal tuk dobrak semua kepalsuan
Melawan sudah menjadi kutukan kehidupan yang takkan bisa dihilangkan
Jika mendiamkan penindasan adalah pengkhianatan
Lalu mengapa kau takut pada pemberontakan?
Radio harus kembali dinyalakan
Sinyal morse harus kembali disebarkan
Pemberontakan pertama kita adalah keluar dari ketergantungan
Monopoli ekonomi demokrasi tatanan
Nyalakan Radio Pemberontakan
Samakan Frekuensi Langitan
Nyalakan Radio Pemberontakan
Samakan Frekuensi Langitan
Dihari ketika kaki terasa begitu lelah
Namun hati kecil menolak menyerah
Pada jalan sunyi yang terlalu lama
Nurani berkata pulanglah
Ada jalan kebijaksanaan yang akan memberi arti kelana
Bahwa menang justru bisa kau temukan setelah kau mengalah
Pada amarah yang dilerai doa
Dan kita tak boleh pesimis berusaha
Pemberontakan tak boleh sirna
Melawan kebodohan, melawan kemiskinan yang ada
Sejarah pengalaman telah membuat kita dewasa
Melihat bahwa semua tak bisa diselesaikan dengan angkara
Kembalilah ke rumah,
Nyalakan kembali radio pemberontakan disana
Menjaga keluarga, masyarakat dan tetangga
Mengawal lingkungan dari taman bermain yang ada
Nyalakan Radio Pemberontakan
Samakan Frekuensi Langitan
Nyalakan Radio Pemberontakan
Samakan Frekuensi Langitan
Sampai kapanpun, radio pemberontakan tak boleh sirna
Ingatlah dua hal yang kan selalu membuatmu terjaga
Pertama, merdekalah dari semua
Ketergantungan kecuali pada Allah semata
Kedua, kenyakinanmu pada dirimu sendiri, itu harus nyata
Karena itu bersabarlah,
Berjaga di perbatasan menunggu sang surya
Ribath menjemput senja,
Nanti diperjalanan barisan muncul tak terduga
Saling menatap lalu coba menyapa
Satu aqidah saja takkan cukup tuk konstruksi senjata
Perlu samakan frekuensi kejujuran,
Tegakkan keadilan tanpa pandang bulu
Melihat dengan nalar, waspada dengan mata
Agar perlawanan tak salah memukul lawan
Tak ditunggangi kepentingan pragmatis para penjilat agama dan negara
Nyalakan Radio Pemberontakan
Samakan Frekuensi Langitan
Nyalakan Radio Pemberontakan
Samakan Frekuensi Langitan
Mempertegas lawan Mengkrucutkan tujuan
Kawan hidup adalah pilihan
Netralitas adalah bualan
Kita masih bertahan
Kalah media menekan dalam kebohongan
Kita tahu rasanya jadi buronan
Ketika sebagian mati dalam fitnah densus delapan delapan
Tanpa hak bicara yang setara dalam keadilan
Kita adalah radikal tuk dobrak semua kepalsuan
Melawan sudah menjadi kutukan kehidupan yang takkan bisa dihilangkan
Jika mendiamkan penindasan adalah pengkhianatan
Lalu mengapa kau takut pada pemberontakan?
Radio harus kembali dinyalakan
Sinyal morse harus kembali disebarkan
Pemberontakan pertama kita adalah keluar dari ketergantungan
Monopoli ekonomi demokrasi tatanan
Nyalakan Radio Pemberontakan
Samakan Frekuensi Langitan
Nyalakan Radio Pemberontakan
Samakan Frekuensi Langitan
Dihari ketika kaki terasa begitu lelah
Namun hati kecil menolak menyerah
Pada jalan sunyi yang terlalu lama
Nurani berkata pulanglah
Ada jalan kebijaksanaan yang akan memberi arti kelana
Bahwa menang justru bisa kau temukan setelah kau mengalah
Pada amarah yang dilerai doa
Dan kita tak boleh pesimis berusaha
Pemberontakan tak boleh sirna
Melawan kebodohan, melawan kemiskinan yang ada
Sejarah pengalaman telah membuat kita dewasa
Melihat bahwa semua tak bisa diselesaikan dengan angkara
Kembalilah ke rumah,
Nyalakan kembali radio pemberontakan disana
Menjaga keluarga, masyarakat dan tetangga
Mengawal lingkungan dari taman bermain yang ada
Nyalakan Radio Pemberontakan
Samakan Frekuensi Langitan
Nyalakan Radio Pemberontakan
Samakan Frekuensi Langitan
Sampai kapanpun, radio pemberontakan tak boleh sirna
Ingatlah dua hal yang kan selalu membuatmu terjaga
Pertama, merdekalah dari semua
Ketergantungan kecuali pada Allah semata
Kedua, kenyakinanmu pada dirimu sendiri, itu harus nyata
Karena itu bersabarlah,
Berjaga di perbatasan menunggu sang surya
Ribath menjemput senja,
Nanti diperjalanan barisan muncul tak terduga
Saling menatap lalu coba menyapa
Satu aqidah saja takkan cukup tuk konstruksi senjata
Perlu samakan frekuensi kejujuran,
Tegakkan keadilan tanpa pandang bulu
Melihat dengan nalar, waspada dengan mata
Agar perlawanan tak salah memukul lawan
Tak ditunggangi kepentingan pragmatis para penjilat agama dan negara