Underground Tauhid
๐ต 2745 characters
โฑ๏ธ 3:49 duration
๐ ID: 3156977
๐ Lyrics
Navigasi ini dimulai dari syair perang panjang
Dari atas satu tanah tempat kita berpijak
Terus menjejak
Pusara penghentak nalar yang coba membaca arah mata angin
Kala itu, mereka bilang
Persatuan gerakan adalah sesuatu yang tak mungkin
Kita menyemai gagasan demi gagasan,
Berdiskusi terbuka atau diam diam
Jembatan Harokah hingga Salam Satu Jari,
Hingga kuberlabuh pada dermaga Underground Tauhid
Disini, Aku wariskan jurnal untuk para singa tauhid
Kala itu dalam perjuangan aku harus Pamit
Setelah orang yang paling kucintai di Underground Tauhid
Menusuk belati di Hati hingga hidupku jatuh sakit.
Aku dikhianati oleh topeng retorika langit
Pengkhianat ashobiyah yang sengaja memasang dinamit
Membangun fitnah agar semuanya menjadi rumit
Hingga senyum anakku memberikanku semangat untuk bangkit
Aku pernah ada dalam pusara inti dakwah
Mendengar lusinan orang berjualan surga neraka
Sampai aku sadar, itu adalah dunia yang basah
Perputaran uang, eksistensi telah membuat kita lupa
Susah bedakan ketulusan dan pura pura.
Terkepal Bara
Kalam Amarah
Taklukan Dunia
Jangan Menyerah
Dalam sunyi dan pedihnya hidup
Aku belajar tentang kekuatan memaafkan
Membangun ulang
Menyusun lilin diantara tulang belulang
Tak ada uang, Tak ada harapan membentang...
Hijrah mengajarkan kita berTuhan bukan bertuan
Nilai rahasia keseimbangan Vertikal Dan Horizontal
Ternyata, ada satu bab tertinggal
Buah penghambaan adalah kebermanfaatan
Tanpa sayap kemandirian semua itu adalah dusta
Jangan hilang kenyakinan kita pada diri sendiri
Menata Kemandirian Ekonomi
Adalah invasi baru yang harus terimplementasi
Karena tak semua masalah harus selesai diujung pedang dan anak panah
Adakalanya kita belajar Pada Ustman yang membeli Sumur sang Yahudi
Atau kesabaran Rasulullah di perjanjian Hudaibiyah
Sebelum Ia berangkat menaklukkan Mekkah
Tanpa perang Tanpa pertumpahan darah
Terkepal Bara
Kalam Amarah
Taklukan Dunia
Jangan Menyerah
Kordinasi sandi nurani
Tak ada kompromi kita samakan frekuensi
Bergerak kembali Dalam filterisasi ketulusan hati
Kami masih disini!
Hidup mulia atau mati syahid masih jadi harga mati
Jadilah adil dan bersolusi,
Tegaplah dalam kelembutan hati,
Tegas tak harus menyakiti,
Bijak dengan kekayaan literasi
Hargai perbedaan pendapat dalam khasanah argumentasi
Jangan marah, jangan dendam,
Ikhlas adalah kekuatan berkelas
Senyap bertahap Merayap
Mengendap-ngendap menembus gelap
Aku berjihad karena Allah bukan karena Umar Bin Khatab
Itulah warisan Khalid bin Walid yang wajib kita ingat
Samakan irama
Berkelana menebar jala
Mengajak sebanyak banyaknya ke rumah Allah
Hingga kembali ke bawah tanah
Semiotik Underground Senyawa dari kualitas tauhid.
Hakikat dari Underground Tauhid
Terkepal Bara
Kalam Amarah
Taklukan Dunia
Jangan Menyerah
Dari atas satu tanah tempat kita berpijak
Terus menjejak
Pusara penghentak nalar yang coba membaca arah mata angin
Kala itu, mereka bilang
Persatuan gerakan adalah sesuatu yang tak mungkin
Kita menyemai gagasan demi gagasan,
Berdiskusi terbuka atau diam diam
Jembatan Harokah hingga Salam Satu Jari,
Hingga kuberlabuh pada dermaga Underground Tauhid
Disini, Aku wariskan jurnal untuk para singa tauhid
Kala itu dalam perjuangan aku harus Pamit
Setelah orang yang paling kucintai di Underground Tauhid
Menusuk belati di Hati hingga hidupku jatuh sakit.
Aku dikhianati oleh topeng retorika langit
Pengkhianat ashobiyah yang sengaja memasang dinamit
Membangun fitnah agar semuanya menjadi rumit
Hingga senyum anakku memberikanku semangat untuk bangkit
Aku pernah ada dalam pusara inti dakwah
Mendengar lusinan orang berjualan surga neraka
Sampai aku sadar, itu adalah dunia yang basah
Perputaran uang, eksistensi telah membuat kita lupa
Susah bedakan ketulusan dan pura pura.
Terkepal Bara
Kalam Amarah
Taklukan Dunia
Jangan Menyerah
Dalam sunyi dan pedihnya hidup
Aku belajar tentang kekuatan memaafkan
Membangun ulang
Menyusun lilin diantara tulang belulang
Tak ada uang, Tak ada harapan membentang...
Hijrah mengajarkan kita berTuhan bukan bertuan
Nilai rahasia keseimbangan Vertikal Dan Horizontal
Ternyata, ada satu bab tertinggal
Buah penghambaan adalah kebermanfaatan
Tanpa sayap kemandirian semua itu adalah dusta
Jangan hilang kenyakinan kita pada diri sendiri
Menata Kemandirian Ekonomi
Adalah invasi baru yang harus terimplementasi
Karena tak semua masalah harus selesai diujung pedang dan anak panah
Adakalanya kita belajar Pada Ustman yang membeli Sumur sang Yahudi
Atau kesabaran Rasulullah di perjanjian Hudaibiyah
Sebelum Ia berangkat menaklukkan Mekkah
Tanpa perang Tanpa pertumpahan darah
Terkepal Bara
Kalam Amarah
Taklukan Dunia
Jangan Menyerah
Kordinasi sandi nurani
Tak ada kompromi kita samakan frekuensi
Bergerak kembali Dalam filterisasi ketulusan hati
Kami masih disini!
Hidup mulia atau mati syahid masih jadi harga mati
Jadilah adil dan bersolusi,
Tegaplah dalam kelembutan hati,
Tegas tak harus menyakiti,
Bijak dengan kekayaan literasi
Hargai perbedaan pendapat dalam khasanah argumentasi
Jangan marah, jangan dendam,
Ikhlas adalah kekuatan berkelas
Senyap bertahap Merayap
Mengendap-ngendap menembus gelap
Aku berjihad karena Allah bukan karena Umar Bin Khatab
Itulah warisan Khalid bin Walid yang wajib kita ingat
Samakan irama
Berkelana menebar jala
Mengajak sebanyak banyaknya ke rumah Allah
Hingga kembali ke bawah tanah
Semiotik Underground Senyawa dari kualitas tauhid.
Hakikat dari Underground Tauhid
Terkepal Bara
Kalam Amarah
Taklukan Dunia
Jangan Menyerah