Ujung Aspal Pondok Gede
๐ต 771 characters
โฑ๏ธ 5:09 duration
๐ ID: 3499375
๐ Lyrics
Di kamar ini, aku dilahirkan
Di balai bambu buah tangan bapakku
Di rumah ini, aku dibesarkan
Dibelai mesra lentik jari Ibu
Nama dusunku Ujung Aspal Pondok Gede
Rimbun dan anggun, ramah senyum penghuni dusun
Kambing sembilan, motor tiga bapak punya
Ladang yang luas habis sudah s'bagai gantinya
Sampai saat tanah moyangku
Tersentuh sebuah rencana
Dari serakahnya kota
Terlihat murung wajah pribumi
Terdengar langkah hewan bernyanyi
Di depan masjid, samping rumah wakil Pak Lurah
Tempat dulu kami bermain, mengisi cerahnya hari
Namun, sebentar lagi angkuh tembok pabrik berdiri
Satu per satu sahabat pergi dan takkan pernah kembali
Sampai saat tanah moyangku
Tersentuh sebuah rencana
Dari serakahnya kota
Terlihat murung wajah pribumi
Terdengar langkah hewan bernyanyi
Di balai bambu buah tangan bapakku
Di rumah ini, aku dibesarkan
Dibelai mesra lentik jari Ibu
Nama dusunku Ujung Aspal Pondok Gede
Rimbun dan anggun, ramah senyum penghuni dusun
Kambing sembilan, motor tiga bapak punya
Ladang yang luas habis sudah s'bagai gantinya
Sampai saat tanah moyangku
Tersentuh sebuah rencana
Dari serakahnya kota
Terlihat murung wajah pribumi
Terdengar langkah hewan bernyanyi
Di depan masjid, samping rumah wakil Pak Lurah
Tempat dulu kami bermain, mengisi cerahnya hari
Namun, sebentar lagi angkuh tembok pabrik berdiri
Satu per satu sahabat pergi dan takkan pernah kembali
Sampai saat tanah moyangku
Tersentuh sebuah rencana
Dari serakahnya kota
Terlihat murung wajah pribumi
Terdengar langkah hewan bernyanyi
โฑ๏ธ Synced Lyrics
[00:30.14] Di kamar ini, aku dilahirkan
[00:39.13]
[00:41.20] Di balai bambu buah tangan bapakku
[00:52.11] Di rumah ini, aku dibesarkan
[01:00.90]
[01:03.29] Dibelai mesra lentik jari Ibu
[01:13.30]
[01:17.01] Nama dusunku Ujung Aspal Pondok Gede
[01:27.92] Rimbun dan anggun, ramah senyum penghuni dusun
[01:38.56]
[02:03.80] Kambing sembilan, motor tiga bapak punya
[02:15.13] Ladang yang luas habis sudah s'bagai gantinya
[02:25.10]
[02:30.05] Sampai saat tanah moyangku
[02:36.80]
[02:38.90] Tersentuh sebuah rencana
[02:42.42] Dari serakahnya kota
[02:47.22] Terlihat murung wajah pribumi
[02:52.85] Terdengar langkah hewan bernyanyi
[02:59.52]
[03:36.22] Di depan masjid, samping rumah wakil Pak Lurah
[03:45.19]
[03:47.46] Tempat dulu kami bermain, mengisi cerahnya hari
[03:58.50] Namun, sebentar lagi angkuh tembok pabrik berdiri
[04:09.49] Satu per satu sahabat pergi dan takkan pernah kembali
[04:20.16]
[04:24.46] Sampai saat tanah moyangku
[04:33.48] Tersentuh sebuah rencana
[04:36.90] Dari serakahnya kota
[04:41.56] Terlihat murung wajah pribumi
[04:47.24] Terdengar langkah hewan bernyanyi
[04:51.14]
[00:39.13]
[00:41.20] Di balai bambu buah tangan bapakku
[00:52.11] Di rumah ini, aku dibesarkan
[01:00.90]
[01:03.29] Dibelai mesra lentik jari Ibu
[01:13.30]
[01:17.01] Nama dusunku Ujung Aspal Pondok Gede
[01:27.92] Rimbun dan anggun, ramah senyum penghuni dusun
[01:38.56]
[02:03.80] Kambing sembilan, motor tiga bapak punya
[02:15.13] Ladang yang luas habis sudah s'bagai gantinya
[02:25.10]
[02:30.05] Sampai saat tanah moyangku
[02:36.80]
[02:38.90] Tersentuh sebuah rencana
[02:42.42] Dari serakahnya kota
[02:47.22] Terlihat murung wajah pribumi
[02:52.85] Terdengar langkah hewan bernyanyi
[02:59.52]
[03:36.22] Di depan masjid, samping rumah wakil Pak Lurah
[03:45.19]
[03:47.46] Tempat dulu kami bermain, mengisi cerahnya hari
[03:58.50] Namun, sebentar lagi angkuh tembok pabrik berdiri
[04:09.49] Satu per satu sahabat pergi dan takkan pernah kembali
[04:20.16]
[04:24.46] Sampai saat tanah moyangku
[04:33.48] Tersentuh sebuah rencana
[04:36.90] Dari serakahnya kota
[04:41.56] Terlihat murung wajah pribumi
[04:47.24] Terdengar langkah hewan bernyanyi
[04:51.14]