Sinis
๐ต 1165 characters
โฑ๏ธ 5:41 duration
๐ ID: 3518316
๐ Lyrics
Tingkahmu cukup menggelisahkan aku
Hatiku ingin bertanya kepadamu
Mengapakah kau berbeda?
Mengapakah kau berubah?
Akhir-akhir ini, kau sinis padaku
Senyummu tak lagi semanis dahulu
Tutur kata bahasamu
Sangat hampa, tak bermadu
Mengapa engkau kini sinis padaku?
Nada kata-katamu
Senyum hambar bibirmu
Dapat aku fahami
Dalam hati nurani
Nada kata-katamu
Senyum hambar bibirmu
Dapat aku fahami
Dalam hati nurani
Tingkahmu cukup menggelisahkan aku
Hatiku ingin bertanya kepadamu
Mengapakah, mengapakah
Engkau kini sinis padaku?
Mengapa engkau kini sinis padaku?
Nada kata-katamu
Senyum hambar bibirmu
Dapat aku fahami
Dalam hati nurani
Nada kata-katamu
Senyum hambar bibirmu
Dapat aku fahami
Dalam hati nurani
Tingkahmu cukup menggelisahkan aku
Hatiku ingin bertanya kepadamu
Mengapakah, mengapakah
Engkau kini sinis padaku?
Mengapa engkau kini sinis padaku?
Nada kata-katamu
Senyum hambar bibirmu
Dapat aku fahami
Dalam hati nurani
Nada kata-katamu
Senyum hambar bibirmu
Dapat aku fahami
Dalam hati nurani
Tingkahmu cukup menggelisahkan aku
Hatiku ingin bertanya kepadamu
Mengapakah, mengapakah
Engkau kini sinis padaku?
Mengapa engkau kini sinis padaku?
Hatiku ingin bertanya kepadamu
Mengapakah kau berbeda?
Mengapakah kau berubah?
Akhir-akhir ini, kau sinis padaku
Senyummu tak lagi semanis dahulu
Tutur kata bahasamu
Sangat hampa, tak bermadu
Mengapa engkau kini sinis padaku?
Nada kata-katamu
Senyum hambar bibirmu
Dapat aku fahami
Dalam hati nurani
Nada kata-katamu
Senyum hambar bibirmu
Dapat aku fahami
Dalam hati nurani
Tingkahmu cukup menggelisahkan aku
Hatiku ingin bertanya kepadamu
Mengapakah, mengapakah
Engkau kini sinis padaku?
Mengapa engkau kini sinis padaku?
Nada kata-katamu
Senyum hambar bibirmu
Dapat aku fahami
Dalam hati nurani
Nada kata-katamu
Senyum hambar bibirmu
Dapat aku fahami
Dalam hati nurani
Tingkahmu cukup menggelisahkan aku
Hatiku ingin bertanya kepadamu
Mengapakah, mengapakah
Engkau kini sinis padaku?
Mengapa engkau kini sinis padaku?
Nada kata-katamu
Senyum hambar bibirmu
Dapat aku fahami
Dalam hati nurani
Nada kata-katamu
Senyum hambar bibirmu
Dapat aku fahami
Dalam hati nurani
Tingkahmu cukup menggelisahkan aku
Hatiku ingin bertanya kepadamu
Mengapakah, mengapakah
Engkau kini sinis padaku?
Mengapa engkau kini sinis padaku?