Garis Diagonal Cinta Searah
๐ต 1694 characters
โฑ๏ธ 4:54 duration
๐ ID: 4280380
๐ Lyrics
Hanya dengan saling menatap
Tanpa sadar ku membuang muka
Di perpustakaan yang sepi
Tidak kusangka jadi terasa canggung
Sinar terang dari jendela
Kaleidoskop saat senja
Bayangan dirimu jadi semakin memanjang
Sampai mendekat ke arahku
Padahal kamu pacar temanku
Tapi cintaku tak bisa padam
Walaupun aku mengerti
Itu mustahil
Biarkan kini kumilikimu
Itulah garis diagonal cinta yang searah
Andai ku bertemu kau lebih cepat dari pacarmu
Kita akan bisa duduk berhadapan
Saling memandang lurus, hanya lewati meja
Inikah sebuah takdir yang kejam dari Tuhan?
Meski kau begitu dekat
Tak bisa ucapkan apa pun
Jarak yang menyiksa batinku
Takdir memanglah sungguh sangat kejam
Saat aku mencuri pandang
Terasa amat menyakitkan
Halaman buku yang terbuka ini
Tersapu hembusan napasku
Sahabat yang berharga bagiku
Tak mampu ku membuatnya menangis
Beranjaklah dari kursi
Tak usah ragu
Ayo tinggalkan tempat ini
Itulah garis perpanjangan pedih cintaku
Akankah datang hari ku 'kan bisa bicara denganmu?
Rahasiakanlah sampai kelulusan
Berapa kali lagi ku harus tersiksa?
Garis diagonal cinta yang searah
Andai ku bertemu kau lebih cepat dari pacarmu
Kita akan bisa duduk berhadapan
Saling memandang lurus, hanya lewati meja
Inikah sebuah takdir yang kejam dari Tuhan?
Buka jendela sedikit saja
Biarkan angin masuk
Tirai akan tertiup angin
Dan berbisik kepadamu
Cinta, garis perpanjangan egoismeku
Geometri hati yang masih belum diketahui
Ku cemburu, segi yang sekarang
Diriku dan dirinya pasti akan terluka
Garis diagonal cinta yang searah
Andai ku bertemu kau lebih cepat dari pacarmu
Kita akan bisa duduk berhadapan
Saling memandang lurus, hanya lewati meja
Inikah sebuah takdir yang kejam dari Tuhan?
Tanpa sadar ku membuang muka
Di perpustakaan yang sepi
Tidak kusangka jadi terasa canggung
Sinar terang dari jendela
Kaleidoskop saat senja
Bayangan dirimu jadi semakin memanjang
Sampai mendekat ke arahku
Padahal kamu pacar temanku
Tapi cintaku tak bisa padam
Walaupun aku mengerti
Itu mustahil
Biarkan kini kumilikimu
Itulah garis diagonal cinta yang searah
Andai ku bertemu kau lebih cepat dari pacarmu
Kita akan bisa duduk berhadapan
Saling memandang lurus, hanya lewati meja
Inikah sebuah takdir yang kejam dari Tuhan?
Meski kau begitu dekat
Tak bisa ucapkan apa pun
Jarak yang menyiksa batinku
Takdir memanglah sungguh sangat kejam
Saat aku mencuri pandang
Terasa amat menyakitkan
Halaman buku yang terbuka ini
Tersapu hembusan napasku
Sahabat yang berharga bagiku
Tak mampu ku membuatnya menangis
Beranjaklah dari kursi
Tak usah ragu
Ayo tinggalkan tempat ini
Itulah garis perpanjangan pedih cintaku
Akankah datang hari ku 'kan bisa bicara denganmu?
Rahasiakanlah sampai kelulusan
Berapa kali lagi ku harus tersiksa?
Garis diagonal cinta yang searah
Andai ku bertemu kau lebih cepat dari pacarmu
Kita akan bisa duduk berhadapan
Saling memandang lurus, hanya lewati meja
Inikah sebuah takdir yang kejam dari Tuhan?
Buka jendela sedikit saja
Biarkan angin masuk
Tirai akan tertiup angin
Dan berbisik kepadamu
Cinta, garis perpanjangan egoismeku
Geometri hati yang masih belum diketahui
Ku cemburu, segi yang sekarang
Diriku dan dirinya pasti akan terluka
Garis diagonal cinta yang searah
Andai ku bertemu kau lebih cepat dari pacarmu
Kita akan bisa duduk berhadapan
Saling memandang lurus, hanya lewati meja
Inikah sebuah takdir yang kejam dari Tuhan?
โฑ๏ธ Synced Lyrics
[00:20.44] Hanya dengan saling menatap
[00:24.39] Tanpa sadar ku membuang muka
[00:28.26] Di perpustakaan yang sepi
[00:31.77] Tidak kusangka jadi terasa canggung
[00:36.42] Sinar terang dari jendela
[00:40.39] Kaleidoskop saat senja
[00:44.07] Bayangan dirimu jadi semakin memanjang
[00:47.79] Sampai mendekat ke arahku
[00:51.42] Padahal kamu pacar temanku
[00:55.51] Tapi cintaku tak bisa padam
[00:59.52] Walaupun aku mengerti
[01:02.19] Itu mustahil
[01:03.97] Biarkan kini kumilikimu
[01:08.63] Itulah garis diagonal cinta yang searah
[01:13.94] Andai ku bertemu kau lebih cepat dari pacarmu
[01:18.16] Kita akan bisa duduk berhadapan
[01:21.80] Saling memandang lurus, hanya lewati meja
[01:26.02] Inikah sebuah takdir yang kejam dari Tuhan?
[01:32.07]
[01:48.14] Meski kau begitu dekat
[01:52.10] Tak bisa ucapkan apa pun
[01:56.55] Jarak yang menyiksa batinku
[01:59.63] Takdir memanglah sungguh sangat kejam
[02:04.28] Saat aku mencuri pandang
[02:07.91] Terasa amat menyakitkan
[02:11.63] Halaman buku yang terbuka ini
[02:15.32] Tersapu hembusan napasku
[02:19.23] Sahabat yang berharga bagiku
[02:23.41] Tak mampu ku membuatnya menangis
[02:27.44] Beranjaklah dari kursi
[02:30.08] Tak usah ragu
[02:32.10] Ayo tinggalkan tempat ini
[02:36.68] Itulah garis perpanjangan pedih cintaku
[02:42.19] Akankah datang hari ku 'kan bisa bicara denganmu?
[02:46.36] Rahasiakanlah sampai kelulusan
[02:49.94] Berapa kali lagi ku harus tersiksa?
[02:54.50] Garis diagonal cinta yang searah
[02:58.15] Andai ku bertemu kau lebih cepat dari pacarmu
[03:02.31] Kita akan bisa duduk berhadapan
[03:06.09] Saling memandang lurus, hanya lewati meja
[03:10.26] Inikah sebuah takdir yang kejam dari Tuhan?
[03:15.48]
[03:32.53] Buka jendela sedikit saja
[03:35.92] Biarkan angin masuk
[03:40.44] Tirai akan tertiup angin
[03:44.18] Dan berbisik kepadamu
[03:50.45] Cinta, garis perpanjangan egoismeku
[03:56.28] Geometri hati yang masih belum diketahui
[04:00.55] Ku cemburu, segi yang sekarang
[04:04.14] Diriku dan dirinya pasti akan terluka
[04:08.39] Garis diagonal cinta yang searah
[04:12.39] Andai ku bertemu kau lebih cepat dari pacarmu
[04:16.26] Kita akan bisa duduk berhadapan
[04:20.25] Saling memandang lurus, hanya lewati meja
[04:24.42] Inikah sebuah takdir yang kejam dari Tuhan?
[04:30.44]
[00:24.39] Tanpa sadar ku membuang muka
[00:28.26] Di perpustakaan yang sepi
[00:31.77] Tidak kusangka jadi terasa canggung
[00:36.42] Sinar terang dari jendela
[00:40.39] Kaleidoskop saat senja
[00:44.07] Bayangan dirimu jadi semakin memanjang
[00:47.79] Sampai mendekat ke arahku
[00:51.42] Padahal kamu pacar temanku
[00:55.51] Tapi cintaku tak bisa padam
[00:59.52] Walaupun aku mengerti
[01:02.19] Itu mustahil
[01:03.97] Biarkan kini kumilikimu
[01:08.63] Itulah garis diagonal cinta yang searah
[01:13.94] Andai ku bertemu kau lebih cepat dari pacarmu
[01:18.16] Kita akan bisa duduk berhadapan
[01:21.80] Saling memandang lurus, hanya lewati meja
[01:26.02] Inikah sebuah takdir yang kejam dari Tuhan?
[01:32.07]
[01:48.14] Meski kau begitu dekat
[01:52.10] Tak bisa ucapkan apa pun
[01:56.55] Jarak yang menyiksa batinku
[01:59.63] Takdir memanglah sungguh sangat kejam
[02:04.28] Saat aku mencuri pandang
[02:07.91] Terasa amat menyakitkan
[02:11.63] Halaman buku yang terbuka ini
[02:15.32] Tersapu hembusan napasku
[02:19.23] Sahabat yang berharga bagiku
[02:23.41] Tak mampu ku membuatnya menangis
[02:27.44] Beranjaklah dari kursi
[02:30.08] Tak usah ragu
[02:32.10] Ayo tinggalkan tempat ini
[02:36.68] Itulah garis perpanjangan pedih cintaku
[02:42.19] Akankah datang hari ku 'kan bisa bicara denganmu?
[02:46.36] Rahasiakanlah sampai kelulusan
[02:49.94] Berapa kali lagi ku harus tersiksa?
[02:54.50] Garis diagonal cinta yang searah
[02:58.15] Andai ku bertemu kau lebih cepat dari pacarmu
[03:02.31] Kita akan bisa duduk berhadapan
[03:06.09] Saling memandang lurus, hanya lewati meja
[03:10.26] Inikah sebuah takdir yang kejam dari Tuhan?
[03:15.48]
[03:32.53] Buka jendela sedikit saja
[03:35.92] Biarkan angin masuk
[03:40.44] Tirai akan tertiup angin
[03:44.18] Dan berbisik kepadamu
[03:50.45] Cinta, garis perpanjangan egoismeku
[03:56.28] Geometri hati yang masih belum diketahui
[04:00.55] Ku cemburu, segi yang sekarang
[04:04.14] Diriku dan dirinya pasti akan terluka
[04:08.39] Garis diagonal cinta yang searah
[04:12.39] Andai ku bertemu kau lebih cepat dari pacarmu
[04:16.26] Kita akan bisa duduk berhadapan
[04:20.25] Saling memandang lurus, hanya lewati meja
[04:24.42] Inikah sebuah takdir yang kejam dari Tuhan?
[04:30.44]