Penawar Rasa Ngambek (Baru)
๐ต 1324 characters
โฑ๏ธ 3:58 duration
๐ ID: 6098392
๐ Lyrics
Istriku, ku mengaku kalah
Hujan badai, dari subuh, kau terabas, tak masalah
Sedang aku, mandi pagi saja, takut
Istriku, kau begitu nyata
Kau terbuat, dari debu, serta juga, air mata
Sedang aku, cuma buku, kasur dan kopi
Di setiap tikungan yang kau ambil, ada doa
Di setiap doa yang kau bisikan, ada nyawa
Di telapak kakimu yang kapalan, di situ surga
Hey suami yang aneh kamu pulang kapan?
Jangan jawab kapan-kapan, ku butuh kepastian
Cokelat mazmur, kasih sayang dong, eh masa depan yang terukur
Kau pikir ku pembantumu
Aku itu ibu, ibu negara semacam Puan Maharani mu
Fuck you jangan cari gara-gara
Mau ku kutuk jadi batu?
Apa kamu mau jadi Maling Kundang di Canggu?
Apa susahnya sekali telfon?
Kirim surat, lalu ingat hati atau kirim doa via JNE
Atau kirim daster lalu FedEx Express
Lepaskan video call sex
Jangan sampai cintaku padamu ku jual di bursa efek
Aku tau ini masa pandemi anjing
Hey suami yang aneh, kamu pulang kapan?
Istriku, ku kalah perkasa
Kejamnya, ibu kota
Kau tantang dengan lantang
Sedang aku, takluk tak berdaya di depan ibu kost
Ohh istriku, kau serupa misteri
Air susumu, sudah habis
Ketuban, sudah pecah
Tiap bulan, darah tumpah
Tapi keringatmu, menghidupi kita
Di setiap tikungan yang kau ambil, ada doa
Di setiap doa yang kau bisikan, ada nyawa
Di telapak kakimu yang kapalan, disitu surga
Hujan badai, dari subuh, kau terabas, tak masalah
Sedang aku, mandi pagi saja, takut
Istriku, kau begitu nyata
Kau terbuat, dari debu, serta juga, air mata
Sedang aku, cuma buku, kasur dan kopi
Di setiap tikungan yang kau ambil, ada doa
Di setiap doa yang kau bisikan, ada nyawa
Di telapak kakimu yang kapalan, di situ surga
Hey suami yang aneh kamu pulang kapan?
Jangan jawab kapan-kapan, ku butuh kepastian
Cokelat mazmur, kasih sayang dong, eh masa depan yang terukur
Kau pikir ku pembantumu
Aku itu ibu, ibu negara semacam Puan Maharani mu
Fuck you jangan cari gara-gara
Mau ku kutuk jadi batu?
Apa kamu mau jadi Maling Kundang di Canggu?
Apa susahnya sekali telfon?
Kirim surat, lalu ingat hati atau kirim doa via JNE
Atau kirim daster lalu FedEx Express
Lepaskan video call sex
Jangan sampai cintaku padamu ku jual di bursa efek
Aku tau ini masa pandemi anjing
Hey suami yang aneh, kamu pulang kapan?
Istriku, ku kalah perkasa
Kejamnya, ibu kota
Kau tantang dengan lantang
Sedang aku, takluk tak berdaya di depan ibu kost
Ohh istriku, kau serupa misteri
Air susumu, sudah habis
Ketuban, sudah pecah
Tiap bulan, darah tumpah
Tapi keringatmu, menghidupi kita
Di setiap tikungan yang kau ambil, ada doa
Di setiap doa yang kau bisikan, ada nyawa
Di telapak kakimu yang kapalan, disitu surga
โฑ๏ธ Synced Lyrics
[00:25.19] Istriku, ku mengaku kalah
[00:30.25] Hujan badai, dari subuh, kau terabas, tak masalah
[00:36.12] Sedang aku, mandi pagi saja, takut
[00:55.12] Istriku, kau begitu nyata
[01:00.14] Kau terbuat, dari debu, serta juga, air mata
[01:06.08] Sedang aku, cuma buku, kasur dan kopi
[01:13.44] Di setiap tikungan yang kau ambil, ada doa
[01:19.38] Di setiap doa yang kau bisikan, ada nyawa
[01:25.24] Di telapak kakimu yang kapalan, di situ surga
[01:34.94] Hey suami yang aneh kamu pulang kapan?
[01:37.99] Jangan jawab kapan-kapan, ku butuh kepastian
[01:41.39] Cokelat mazmur, kasih sayang dong, eh masa depan yang terukur
[01:46.95] Kau pikir ku pembantumu
[01:48.64] Aku itu ibu, ibu negara semacam Puan Maharani mu
[01:53.01] Fuck you jangan cari gara-gara
[01:55.23] Mau ku kutuk jadi batu?
[01:57.96] Apa kamu mau jadi Maling Kundang di Canggu?
[02:00.85] Apa susahnya sekali telfon?
[02:03.45] Kirim surat, lalu ingat hati atau kirim doa via JNE
[02:07.90] Atau kirim daster lalu FedEx Express
[02:10.56] Lepaskan video call sex
[02:12.50] Jangan sampai cintaku padamu ku jual di bursa efek
[02:15.79] Aku tau ini masa pandemi anjing
[02:19.56] Hey suami yang aneh, kamu pulang kapan?
[02:37.18] Istriku, ku kalah perkasa
[02:42.27] Kejamnya, ibu kota
[02:45.42] Kau tantang dengan lantang
[02:48.12] Sedang aku, takluk tak berdaya di depan ibu kost
[03:05.87] Ohh istriku, kau serupa misteri
[03:12.16] Air susumu, sudah habis
[03:15.34] Ketuban, sudah pecah
[03:18.26] Tiap bulan, darah tumpah
[03:21.01] Tapi keringatmu, menghidupi kita
[03:28.26] Di setiap tikungan yang kau ambil, ada doa
[03:34.18] Di setiap doa yang kau bisikan, ada nyawa
[03:40.36] Di telapak kakimu yang kapalan, disitu surga
[03:52.95]
[00:30.25] Hujan badai, dari subuh, kau terabas, tak masalah
[00:36.12] Sedang aku, mandi pagi saja, takut
[00:55.12] Istriku, kau begitu nyata
[01:00.14] Kau terbuat, dari debu, serta juga, air mata
[01:06.08] Sedang aku, cuma buku, kasur dan kopi
[01:13.44] Di setiap tikungan yang kau ambil, ada doa
[01:19.38] Di setiap doa yang kau bisikan, ada nyawa
[01:25.24] Di telapak kakimu yang kapalan, di situ surga
[01:34.94] Hey suami yang aneh kamu pulang kapan?
[01:37.99] Jangan jawab kapan-kapan, ku butuh kepastian
[01:41.39] Cokelat mazmur, kasih sayang dong, eh masa depan yang terukur
[01:46.95] Kau pikir ku pembantumu
[01:48.64] Aku itu ibu, ibu negara semacam Puan Maharani mu
[01:53.01] Fuck you jangan cari gara-gara
[01:55.23] Mau ku kutuk jadi batu?
[01:57.96] Apa kamu mau jadi Maling Kundang di Canggu?
[02:00.85] Apa susahnya sekali telfon?
[02:03.45] Kirim surat, lalu ingat hati atau kirim doa via JNE
[02:07.90] Atau kirim daster lalu FedEx Express
[02:10.56] Lepaskan video call sex
[02:12.50] Jangan sampai cintaku padamu ku jual di bursa efek
[02:15.79] Aku tau ini masa pandemi anjing
[02:19.56] Hey suami yang aneh, kamu pulang kapan?
[02:37.18] Istriku, ku kalah perkasa
[02:42.27] Kejamnya, ibu kota
[02:45.42] Kau tantang dengan lantang
[02:48.12] Sedang aku, takluk tak berdaya di depan ibu kost
[03:05.87] Ohh istriku, kau serupa misteri
[03:12.16] Air susumu, sudah habis
[03:15.34] Ketuban, sudah pecah
[03:18.26] Tiap bulan, darah tumpah
[03:21.01] Tapi keringatmu, menghidupi kita
[03:28.26] Di setiap tikungan yang kau ambil, ada doa
[03:34.18] Di setiap doa yang kau bisikan, ada nyawa
[03:40.36] Di telapak kakimu yang kapalan, disitu surga
[03:52.95]