1910
๐ต 1030 characters
โฑ๏ธ 5:43 duration
๐ ID: 6337094
๐ Lyrics
Apa kabar kereta yang terkapar di Senin pagi?
Di gerbongmu ratusan orang yang mati
Hancurkan mimpi bawa kisah
Air mata
Air mata
Belum usai peluit, belum habis putaran roda
Aku dengar jerit dari Bintaro
Satu lagi catatan sejarah
Air mata
Air mata
Berdarahkah tuan yang duduk di belakang meja?
Atau cukup hanya ucapkan belasungkawa?
Aku bosan
Lalu terangkat semua beban di pundak
Semudah itukah luka-luka terobati?
Nusantara
Tangismu terdengar lagi
Nusantara
Derita bila terhenti
Bilakah?
Bilakah?
19 Oktober tanah Jakarta berwarna merah
Meninggalkan tanya yang tak terjawab
Bangkai kereta lemparkan amarah
Air mata
Air mata
Nusantara
Langitmu saksi kelabu
Nusantara
Terdengar lagi tangismu
Nusantara
Kau simpan kisah kereta
Nusantara
Kabarkan marah sang duka
Saudaraku, pergilah dengan tenang
Sebab duka sudah tak lagi panjang
Saudaraku, pergilah dengan tenang
Nusantara
Nusantara
Nusantara
Nusantara
Nusantara
Nusantara
Nusantara
Nusantara
Saudaraku, pergilah dengan tenang
Sebab duka sudah tak lagi panjang
Saudaraku ...
Di gerbongmu ratusan orang yang mati
Hancurkan mimpi bawa kisah
Air mata
Air mata
Belum usai peluit, belum habis putaran roda
Aku dengar jerit dari Bintaro
Satu lagi catatan sejarah
Air mata
Air mata
Berdarahkah tuan yang duduk di belakang meja?
Atau cukup hanya ucapkan belasungkawa?
Aku bosan
Lalu terangkat semua beban di pundak
Semudah itukah luka-luka terobati?
Nusantara
Tangismu terdengar lagi
Nusantara
Derita bila terhenti
Bilakah?
Bilakah?
19 Oktober tanah Jakarta berwarna merah
Meninggalkan tanya yang tak terjawab
Bangkai kereta lemparkan amarah
Air mata
Air mata
Nusantara
Langitmu saksi kelabu
Nusantara
Terdengar lagi tangismu
Nusantara
Kau simpan kisah kereta
Nusantara
Kabarkan marah sang duka
Saudaraku, pergilah dengan tenang
Sebab duka sudah tak lagi panjang
Saudaraku, pergilah dengan tenang
Nusantara
Nusantara
Nusantara
Nusantara
Nusantara
Nusantara
Nusantara
Nusantara
Saudaraku, pergilah dengan tenang
Sebab duka sudah tak lagi panjang
Saudaraku ...
โฑ๏ธ Synced Lyrics
[00:19.57] Apa kabar kereta yang terkapar di Senin pagi?
[00:26.77]
[00:29.62] Di gerbongmu ratusan orang yang mati
[00:34.53] Hancurkan mimpi bawa kisah
[00:39.37] Air mata
[00:42.06] Air mata
[00:45.33]
[00:57.04] Belum usai peluit, belum habis putaran roda
[01:03.39]
[01:07.06] Aku dengar jerit dari Bintaro
[01:12.21] Satu lagi catatan sejarah
[01:17.66] Air mata
[01:19.88] Air mata
[01:24.66] Berdarahkah tuan yang duduk di belakang meja?
[01:32.18]
[01:34.65] Atau cukup hanya ucapkan belasungkawa?
[01:41.23] Aku bosan
[01:44.91]
[01:47.44] Lalu terangkat semua beban di pundak
[01:52.60] Semudah itukah luka-luka terobati?
[01:58.21]
[02:01.58] Nusantara
[02:06.24] Tangismu terdengar lagi
[02:12.09] Nusantara
[02:16.63] Derita bila terhenti
[02:20.89] Bilakah?
[02:23.81] Bilakah?
[02:26.50]
[02:34.06] 19 Oktober tanah Jakarta berwarna merah
[02:41.24]
[02:43.95] Meninggalkan tanya yang tak terjawab
[02:49.06] Bangkai kereta lemparkan amarah
[02:53.72] Air mata
[02:56.45] Air mata
[03:00.20]
[03:07.13] Nusantara
[03:11.92] Langitmu saksi kelabu
[03:17.44] Nusantara
[03:21.90] Terdengar lagi tangismu
[03:27.40] Nusantara
[03:32.21] Kau simpan kisah kereta
[03:37.52] Nusantara
[03:42.33] Kabarkan marah sang duka
[03:46.77]
[03:55.59] Saudaraku, pergilah dengan tenang
[04:00.28] Sebab duka sudah tak lagi panjang
[04:05.17] Saudaraku, pergilah dengan tenang
[04:10.59]
[04:15.55] Nusantara
[04:20.81] Nusantara
[04:25.43] Nusantara
[04:30.74] Nusantara
[04:35.67] Nusantara
[04:40.90] Nusantara
[04:45.88] Nusantara
[04:50.90] Nusantara
[04:56.09] Saudaraku, pergilah dengan tenang
[05:01.06]
[05:21.36] Sebab duka sudah tak lagi panjang
[05:26.54] Saudaraku ...
[05:27.89]
[00:26.77]
[00:29.62] Di gerbongmu ratusan orang yang mati
[00:34.53] Hancurkan mimpi bawa kisah
[00:39.37] Air mata
[00:42.06] Air mata
[00:45.33]
[00:57.04] Belum usai peluit, belum habis putaran roda
[01:03.39]
[01:07.06] Aku dengar jerit dari Bintaro
[01:12.21] Satu lagi catatan sejarah
[01:17.66] Air mata
[01:19.88] Air mata
[01:24.66] Berdarahkah tuan yang duduk di belakang meja?
[01:32.18]
[01:34.65] Atau cukup hanya ucapkan belasungkawa?
[01:41.23] Aku bosan
[01:44.91]
[01:47.44] Lalu terangkat semua beban di pundak
[01:52.60] Semudah itukah luka-luka terobati?
[01:58.21]
[02:01.58] Nusantara
[02:06.24] Tangismu terdengar lagi
[02:12.09] Nusantara
[02:16.63] Derita bila terhenti
[02:20.89] Bilakah?
[02:23.81] Bilakah?
[02:26.50]
[02:34.06] 19 Oktober tanah Jakarta berwarna merah
[02:41.24]
[02:43.95] Meninggalkan tanya yang tak terjawab
[02:49.06] Bangkai kereta lemparkan amarah
[02:53.72] Air mata
[02:56.45] Air mata
[03:00.20]
[03:07.13] Nusantara
[03:11.92] Langitmu saksi kelabu
[03:17.44] Nusantara
[03:21.90] Terdengar lagi tangismu
[03:27.40] Nusantara
[03:32.21] Kau simpan kisah kereta
[03:37.52] Nusantara
[03:42.33] Kabarkan marah sang duka
[03:46.77]
[03:55.59] Saudaraku, pergilah dengan tenang
[04:00.28] Sebab duka sudah tak lagi panjang
[04:05.17] Saudaraku, pergilah dengan tenang
[04:10.59]
[04:15.55] Nusantara
[04:20.81] Nusantara
[04:25.43] Nusantara
[04:30.74] Nusantara
[04:35.67] Nusantara
[04:40.90] Nusantara
[04:45.88] Nusantara
[04:50.90] Nusantara
[04:56.09] Saudaraku, pergilah dengan tenang
[05:01.06]
[05:21.36] Sebab duka sudah tak lagi panjang
[05:26.54] Saudaraku ...
[05:27.89]