Home 🎬 Bollywood 🎵 Pakistani 🎤 English Pop

Puan Kelana

👤 Silampukau 🎼 Dosa, Kota, & Kenangan ⏱️ 3:47
🎵 1015 characters
⏱️ 3:47 duration
🆔 ID: 8061908

📜 Lyrics

Kau putar sekali lagi Champs-Élysées
Lidah kita bertaut à la Française
Langit sungguh jingga itu sore
Dan kau masih milikku

Kita tak pernah suka air mata
Berangkatlah sendiri ke Djuanda
Tiap kali langit meremang jingga
Aku 'kan merindukanmu

Ah, kau puan kelana
Mengapa musti ke sana?
Jauh-jauh puan kembara
Sedang dunia punya luka yang sama

Mari, puan kelana
Jangan tinggalkan hamba
Toh hujan sama menakjubkannya
Di Paris atau di tiap sudut Surabaya

René Descartes, Molière, dan Maupassant
Kau penuhi kepalaku yang kosong
Dan Perancis membuat kita sombong
Saat kau masih milikku

Kita tetap membenci air mata
Tiada kabar, tiada berita
Meski senja tak selalu tampak jingga
Aku terus merindukanmu

Ah, kau puan kelana
Mengapa musti ke sana?
Jauh-jauh puan kembara
Sedang dunia punya luka yang sama

Mari, puan kelana
Jangan tinggalkan hamba
Toh, anggur sama memabukkannya
Entah Merlot, entah Cap Orang Tua

Aih, puan kelana
Mengapa musti ke sana?
Paris pun penuh marabahaya
Dan duka nestapa
Seperti Surabaya

⏱️ Synced Lyrics

[00:16.95] Kau putar sekali lagi Champs-Élysées
[00:22.05] Lidah kita bertaut à la Française
[00:27.55] Langit sungguh jingga itu sore
[00:32.45] Dan kau masih milikku
[00:37.38] Kita tak pernah suka air mata
[00:42.22] Berangkatlah sendiri ke Djuanda
[00:47.52] Tiap kali langit meremang jingga
[00:52.53] Aku 'kan merindukanmu
[00:57.88] Ah, kau puan kelana
[01:02.63] Mengapa musti ke sana?
[01:08.00] Jauh-jauh puan kembara
[01:12.82] Sedang dunia punya luka yang sama
[01:19.34] Mari, puan kelana
[01:24.58] Jangan tinggalkan hamba
[01:29.07] Toh hujan sama menakjubkannya
[01:33.85] Di Paris atau di tiap sudut Surabaya
[01:42.99] René Descartes, Molière, dan Maupassant
[01:48.23] Kau penuhi kepalaku yang kosong
[01:53.37] Dan Perancis membuat kita sombong
[01:58.36] Saat kau masih milikku
[02:03.35] Kita tetap membenci air mata
[02:08.33] Tiada kabar, tiada berita
[02:13.55] Meski senja tak selalu tampak jingga
[02:18.24] Aku terus merindukanmu
[02:23.40] Ah, kau puan kelana
[02:28.76] Mengapa musti ke sana?
[02:33.67] Jauh-jauh puan kembara
[02:38.71] Sedang dunia punya luka yang sama
[02:45.18] Mari, puan kelana
[02:50.45] Jangan tinggalkan hamba
[02:54.91] Toh, anggur sama memabukkannya
[03:00.13] Entah Merlot, entah Cap Orang Tua
[03:06.51] Aih, puan kelana
[03:11.57] Mengapa musti ke sana?
[03:16.59] Paris pun penuh marabahaya
[03:23.59] Dan duka nestapa
[03:27.89] Seperti Surabaya
[03:37.12]

⭐ Rate These Lyrics

Average: 0.0/5 • 0 ratings