Loading...

Mahfud MD; Sebut Tampang Boyolali Itu Ejekan

 
Loading...

Roudhoh Chanel - Mahfud MD; Sebut Tampang Boyolali Itu Ejekan

Mahfud MD; Sebut Tampang Boyolali Itu Ejekan - Roudhoh Chanel

Mahfud MD; Sebut Tampang Boyolali Itu Ejekan - playertube best videos

playertube best videos - Mahfud MD; Sebut Tampang Boyolali Itu Ejekan
Share to your friends - Mahfud MD; Sebut Tampang Boyolali Itu Ejekan
  • Views 43,216 times

Roudhoh Chanel
  • 15 days ago
Kubu Prabowo terus membantah bahwa pidato Prabowo yang menyebut ‘tampang Boyolali’ itu hanya sebagai kiasan saja untuk membedakan antara yang kaya dan yang miskin. Bukan spesifik melecehkan masyarakat Boyolali.
Itu adalah pembelaan dari kubu Prabowo agar insiden ‘tampang Boyolali’ ini tidak makin memperpuruk elektablitas Prabowo. Karena masyarakat Boyolali sudah menyerukan untuk tidak memilih Prabowo. Himbauan ini ditujukan kepada seluruh masyarakat Boyolali di mana pun berada, dari kalangan apa pun serta agama apa pun.
Kejadian yang terlihat sepele ini, membuat Prabowo justru pusing tujuh keliling. Prabowo tidak menyangka bahwa guyonannya itu akan berakibat begitu luas terhadap elektabilitasnya. Setelah kasus hoaks Ratna Sarumpaet, yang membuat Prabowo semakin tidak dipercaya publik. Insiden ‘tampang Boyolali’ ini pun berakibat sama.
Mengapa insiden ‘tampang Boyolali’ ini bisa terjadi? Ya, karena Prabowo memang mempunyai sifat yang suka meremehkan orang lain. Suka merendahkan orang lain. Dan menganggap orang lain tidak lebih baik daripada dirinya. Ini adalah cerminan dari diri Prabowo sendiri yang angkuh dan sombong. Tidak menghargai orang lain. Sehingga memandang orang yang tak mampu adalah masyarakat rendah yang tidak setara dengan dirinya.
Prabowo lahir dan tumbuh dari keluarga kaya raya. Dari kecil sampai tamat SMA berada di luar negeri. Sehingga Prabowo tidak pernah merasakan bagaimana hidup orang susah. Bagaimana orang-orang berjuang hanya sekedar mempertahankan hidup. Prabowo tidak pernah merasakan tahap itu. Jadi, tak ada empati sedikit pun dari Prabowo untuk orang-orang yang berjuang dengan sangat keras hanya sekedar untuk hidup lebih baik.
“Tapi begitu saya lihat keliling Jakarta, saya melihat gedung-gedung mewah. Gedung-gedung menjulang tinggi. Hotel-hotel mewah. Sebut saja hotel mana di dunia yang paling mahal, ada di Jakarta.”
“Ada Ritz Carlton, ada apa itu, Waldorf Astoria, namanya saja kalian nggak bisa sebut.”
(Peserta acara tertawa)
“Ada Saint Regis, dan macam-macam itu semua. Tapi saya yakin kalian tidak pernah masuk hotel-hotel tersebut. Betul?”
(Hadirin ramai-ramai menjawab: betul)
“Kalian kalau masuk, mungkin kalian diusir. Karena tampang kalian tidak tampang orang kaya, tampang-tampang kalian ya tampang Boyolali ini. Betul?”
Benarkah candaan dari Prabowo tersebut tidak menghina masyarakat Boyolali? Benarkah guyonan tersebut hanya sebuah kiasan dari Prabowo untuk menyampaikan kesenjangan antara si kaya dan si miskin?
Menurut Prof. Mahfud MD, candaan atau pun guyonan tersebut tidak pantas dilontarkan oleh seorang capres. Seorang pemimpin tidak layak melontarkan pernyataan yang menyudutkan.
"Saya baca agak mengagetkan. Tampang Boyolali, pembicaraan itu kalau di masyarakat umum "tampangnya kok seperti itu" rasanya diartikan sebagai ejekan," kata Mahfud di Kompleks Media Group, Kedoya, Jakarta Barat, Selasa (6/11).
Mahfud memandang tindakan Prabowo keliru. Prabowo sempat menyebut warga kemungkinan besar diusir ketika memasuki hotel mewah. Mereka bakal diusir karena bertampang Boyolali.
"Karena, apa alasannya sih? Lalu tampang Boyolali kenapa?" ujar dia.
Prof. Mahfud MD tidak melihat bahwa statement ‘tampang Boyolali’ itu sebagai kiasan. Tetapi Mahfud MD malah menyatakan bahwa pernyataan tersebut adalah sebuah ejekan kepada masyarakat Boyolali. Prabowo ingin mengatakan bahwa orang Boyolali itu miskin-miskin semua, bahkan untuk menginap di hotel bintang lima pun tidak sanggup. Jangankan menginap, baru masuk saja sudah diusir keluar. Dan inilah yang dimaksud oleh Mahfud MD sebagai sebuah ejekan kepada masyarakat Boyolali.
Saran dari Mahfud MD, agar Prabowo segera meminta maaf karena telah menyakiti hati masyarakat Boyolali. Setidak-tidaknya dengan meminta maaf dan mengakui kesalahan, masyarakat Boyolali akan memaafkan Prabowo.
"Kalau itu dianggap senagai penghinaan dan Pak Prabowo merasa itu kekeliruan, ya minta maaf, kan bagus juga," ujar Mahfud.
Tetapi sayangnya kubu Prabowo merasa Prabowo tidak melakukan kesalahan, jadi tidak perlu meminta maaf kepada masyarakat Boyolali. Malah melaporkan balik Bupati Boyolali ke polisi. Ini adalah sebuah tindakan yang mencerminkan seseorang yang tinggi hati dan sombong. Menganggap rendah orang lain dan tidak bercermin diri.
Dan saya rasa dengan tindakan kubu Prabowo ini, akan semakin menjauhkan Prabowo dari pemilihnya di Boyolali serta masyarakat Boyolali di mana pun mereka berada. Sungguh apes Prabowo ini.
Bukan begitu kura-kura?
#JokowiLagi
#BenderakuHanyaSatu

https://seword.com/politik/telak-mahfud-md-sebut-tampang-boyolali-itu-ejekan-qS7rIEGkn
Loading...
Loading...